Tampilkan postingan dengan label SOUTH KOREA TRIP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SOUTH KOREA TRIP. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Agustus 2015

Korean Street Food: Jinjja Daebak!


Lapar dan melihat beberapa jajanan pinggir jalan di kota Seoul betul-betul merupakan salah satu cobaaan terberat yang Tuhan ciptakan.... #lebay


Semua orang tau kalau Korean Street Food sangat enak dan juga banyak variasinya. Ada beberapa banyak street food enak yang dijual tanpa membuat kantong jebol alias aman hihihi. Ya tapi jangan dibandingkan dengan harga jajanan street food di jakarta semacam gorengan dll ya. Harganya udah pasti jauh berbeda. Seperti sebuah ungkapan "Ada harga, ada rupa", itulah yang diusung oleh jajanan street food di Korea. Walaupun harganya lebih mahal, soal rasa boleh banget diadu! Hehehe...



1. Tteokbboki
Tteokbboki (spicy rice cakes) merupakan makanan yang paling klasik dari semua jajanan street food di Korea. Rasanya yang pedas dan manis membuat hidangan ini harus kudu wajib dicoba oleh semua orang yang mengunjungi Korea untuk pertama kalinya. Harganya sekitar 2000 Won per porsi.





2. Odeng 
Odeng  (fish cakes) merupakan jajanan yang paling murah yang bisa kalian temukan di jalanan. Hidangan ini ditusukkan pada sebatang tusukan dan berbahan dasar ikan yang sudah diolah (sejenis otak-otak). Odeng disajikan bersama dengan kuah kaldu yang sangat lezat yang lebih nikmat dimakan selagi hangat dan dalam cuaca dingin. Harga Odeng berkisar antara 500 - 1000 Won per tusuk.






3. Dakkochi
Dakkochi adalah jajanan street food olahan yang berbahan dasar ayam dan sayuran. Bahan-bahan tersebut ditusukkan ke tusukan. Pembeli bisa memilih jenis saus yang diinginkan, ada yang asin dan juga pedas-manis. Rasa Dakkochi sangat unik yang dijamin pasti buat kalian ketagihan kalau udah mencobanya fufufu.. Harga 3000 Won.


Dakkochi tanpa sayuran


Dakkochi



4. Kimbap
Kimbap atau sushi ala Korea ini juga termasuk salah satu jajanan street food yang banyak digemari. Hidangannya berbahan dasar rumput laut, nasi dan juga sayuran. untuk seporsi Kimbap di hargai 2500 Won.



  

5. Nakji-Gguri a.k.a Roasted Octopus 
Merupakan salah satu makanan yang wajib dicoba bagi para seafood lovers! Enak paraaaaaahhhh........ Untuk saus dan juga taburannya sama persis seperti Takoyaki dari Jepang. Setusuk Nakji-gguri cukup merogok kocek 3000 Won.





6. Hotteok a.k.a Filled Pancakes
Hotteok merupakan hidangan yang berisi kacang, gula merah dan juga cinnamon kemudian digoreng atau juga di panggang. Hidangan manis ini biasanya dimakan saat musim dingin atau juga bisa dimakan sebagai makanan penutup di musim panas. Untuk seporsi Hotteok dihargai 1000 Won.




7. Delimanjoo 
Delimanjoo berasal dari kata 'delicious' dan juga 'manjoo'  dalam bahasa Korea atau yang biasa dikenal dengan 'dumplings'. Tekstur kue ini renyah di luar tetapi lembut dan creamy di dalamnya. Yummieeeee!! Untuk 10 Delimanjoo dihargain 2000 Won.





8. Tornado Potato
Jajanan ini pertama dikenal oleh masyarakat Korea pada tahun 2007. Makanan ini adalah kentang yang dipotong secara memutar sehingga menyerupai bentuk tornado dan digoreng sampai renyah. Kalian bisa menambahkan bubuk perasa dengan rasa sesuai selera, yaitu cheese dan juga onion powder. Harga untuk setusuk Potato Tornado adalah 2500 Won.





9. French Fry Corn Dogs
Hidangan ini merupakan modifikasi dari hidangan hotdog. Yang membedakan antara corndog dan hotdog ialah penampilannya dan juga komposisinya. Corndog disajikan sama seperti hotdog, namun tambahannya diberikan adonan kentang yang dilumerkan di potongan sosis yang sebelumnya sudah ditusukkan lalu kemudian digoreng. Nom nom nom..... Harga Corndog ialah 2500 Won.





10. Boonguhbbang a.k.a Kue Ikan
Kue ini dibentuk menyerupai ikan, sehingga dinamai kue ikan. Boonguhbbang diisi oleh pasta kacang merah. Hampir sama seperti Delimanjoo, tekstur kue ini renyah diluar dan sangat lembut didalam. Harganya 1000 Won.





11. Longffle a.k.a Long Waffle
Salah satu jajanan yang paling unik dan paling enak yang ada di Korea. Longffle merupakan singkatan dari Long Waffle (Waffle panjang) #Eaaaaaaaa... Soal rasa engga perlu ditanya lagi. Waffle panjang yang di atasnya diberi ice cream dan juga sirup pilihan rasa, mulai dari rasa stroberi, coklat dan bluberi. Untuk seporsi Longffle dihargai 2500 Won.





12. Jipangi Ice Cream
Engga bisa dipungkiri kemasyuran Jipangi Ice Cream ini sampai mewabah juga di Indonesia. Ice Cream Cone berbentuk huruf "J" ini sayang banget kalau kalian lewatkan. Hidangan ini terdiri dari dua rasa, yakni vanila dan coklat. Harganya sekitar 2000 Won.





Bisa dibilang jajanan street food di Korea sangat kreatif. Selain banyak jenisnya, penampakan dan rasanya juga lucu dan enak bingit! Kalau ditanya jajanan favorit selama di sana, saya udah pasti engga bisa jawab hehe. Karena semuanya enak-enaaaaaaaaak xD  Semoga engga pada ngiler ya setelah baca postingan ini :p





Cheers,
Annisa A.

The Main Palace: Gyeongbokgung Palace


Gwanghwamun gate tepat berada di depan pelataran Gwanghwamun Square. Banyak orang terlihat sudah memadati lapangan di depan gerbang Gwanghwamun. Ternyata saat itu pukul 11 siang, ada pertunjukan dari penjaga Istana Gyeongbokgung. Beruntungnya saya bisa melihat upacara pergantian penjaga istana. Pas banget waktunya :))


Di depan Gwanghwamun gate


 Pertunjukan Pergantian Penjaga Gyeongbokgung Palace


Gate pertama menuju Gyeongbokgung Palace


Gate kedua menuju Gyeongbokgung Palace


Gyeongbokgung Palace termasuk dari 4 istana besar dan merupakan istana terbesar yang dibangun pada masa Dinasti Joseon. Istana ini aslinya didirikan pada tahun 1394 oleh seorang arsitek Korea pada masa itu, Jeong Do Jun. Namun, istana ini hancur saat invasi Jepang pada tahun 1592-1598 sehingga istana ini mengalami pemugaran pada tahun 1860 dengan jumlah 330 bangunan yang terdiri dari sekitar 5.800 kamar. Bayangin aja, besar sekali istana ini ya! Istana ini terletak di bagian utara kota Seoul dan orang-orang sering menyebut istana ini dengan nama Bugwol.


Geunjeongjeon


Gyeongbokgung Palace ini berdiri di atas lahan seluas 180.000m persegi. Istana ini dikelilingi oleh 4 gerbang utama. Di sebelah utara ada gerbang Gwanghwamun, di sebelah selatan gerbang Sinmumun, di sebelah timur gerbang Yeongchumun dan di barat gerbang Geonchunmun. Di dalam komplek istana, ada beberapa bangunan utama seperti Geunjeongjeon, Jagyeongjeon, Gyotaejeon,  Gyeonghoeru dan Hyangwonjeong. Geunjeongjeon merupakan ruangan tahta raja yang terdapat singgasana raja, yang letak bagunannya berada di tengah-tengah Gyeongbokgung Palace. 


bagian dalam Geunjeongjeon "Singgasana Raja"


Jagyeongjeon merupakan tempat ibunda dari raja (Ibu Suri) beristirahat. Sementara Gyotaejeon merupakan tempat peristirahatan permaisuri. Tempat ini sangat bagus karena langsung berhadapan dengan Gunung Amisan. Tidak jauh dari Geubjeongjeon, terdapat kolam teratai yang sangat indah, yaitu Gyeonghoeru dan Hwangwonjeong. Hyeonghoeru sendiri merupakan tempat dimana orang-orang penting dari negara lain bertemu, dan juga tempat festival-festival khusus diselenggarakan. Hwangwonjeong terletak di belakang tempat peristirahatan, dan ada di halaman belakang Jagyeongjeon dan Gyotaejeon. Gaya arsitektur dari Hwangwonjeong memanfaatkan pemandangan Gunung Amisan yang terletak di belakangnya, sehingga menghasilkan pemandangan yang sangat menakjubkan. Di sana juga terdapat perpustakaan (Sujeongjeon) dan ruang kerja (Sajeongjeon) untuk raja.


Jagyeongjeon tempat tinggal Ibu Suri


Gyotaejeon tempat tinggal Permaisuri


Gyeonghoeru


Hwangwonjeong


Jaseondang Hall tempat tinggal putra mahkota 


Tidak terbayang bagaimana kehidupan raja dan permaisurinya pada jaman waktu itu. Istananya saja sampai sekarang masih terlihat begitu megah dan sangat terawat. Berarti, dahulunya pasti lebih bagus dari pada sekarang ini ya.. Betapa majunya peradaban mereka sejak dahulu. Itulah mengapa saya sangat suka mengunjungi situs-situs bersejarah. Serasa membaca buku sambil menonton tv. Seru banget!!



di depan Geunjeongjeon


Si Oppa kaku amat kaya kanebo kering :))))


Untuk masuk ke Gyeongbokgung Palace bisa menggunakan Integrated Ticket seharga 10.000 Won, yang dapat di beli di depan pintu masuk istana. Tiket itu bisa digunakan ke 4 Palace lainnya + Jongmyo Shrine.





Cheers,
Annisa A.




Informasi tambahan:

Ditutup setiap hari Selasa


Jam Operasi:
Januari - Februari             09.00 - 17.00
Maret - Mai                      09.00 - 18.00
Juni - Agustus                  09.00 - 18.30
September - Oktober        09.00 - 18.00
November - Desember     09.00 - 17.00


Jadwal Tour:
Tour dimulai di depan Information Center di Heungnyemun Gate
Durasi 1 - 1,5 jam
Bahasa Inggris      11.00, 13.30, 15.30
Bahasa Jepang      10.00, 12.30, 14.30
Bahasa China        10.30, 13.00, 15.00


Biaya Masuk:
Dewasa (19-64 tahun)       3.000 Won
Anak-anak (7-18 tahun)    1.500 Won


Cara ke sana:
1. Gyeongbokgung Palace Station (Subway Line 3), Exit 5
2. Gwanghwamun Station (Subway Line 5), Exit 2



Senin, 17 Agustus 2015

Itinerary Seoul Trip



Jauh-jauh hari, dari setelah nge-booking tiket pergi ke Seoul, saya langsung googling dengan keyword "sightseeing in South Korea", "must visit place in Seoul" sampai langsung "Seoul trip itinerary". Setelah udah cekidot-cekidot tempat yang kece-kece, barulah disesuaikan dengan anggaran jalan-jalan kami bertiga selama di sana. Awalnya kami mau banget sekalian pergi ke Pulau Jeju, tapi pas liat tiket pesawat yang muahal dan juga pas dipikir-pikir ternyata lagi musim dingin, maka kami putuskan untuk mencoret Pulau Jeju dari itinerary kami huhuhu (But promise, I'll come back to South Korea and go to Jeju Island!). Lalu kami juga memasukkan Busan, tapi karena missed informasi booking Korail ke Busan, akhirnya dengan lapang hati dan lapang dompet waktu 10 hari kami habiskan hanya di Seoul dan sekitarnya huehehehehe... 


Buat itinerary bisa dibilang gampang-gampang susah-susah-susah-susah. Saya harus menyesuaikan budget, tenaga dan keinginan kami bertiga selama di Korea. Saat trip ini saya pengen banget (kalo bisa) ke semua tempat shooting drama-drama Korea dan ke kantor-kantor agensi artis-artis sana fufufufu #FanGirlingModeON! Sementara Cyn (sohib saya) yang juga suka drama Korea manggut-manggut aja, cuma doi pengen nyobain semua makanan khas Korea serta juga belanja kosmetik tentunyah :)))) Kalau Pyo mah ngikutin gimana kita berdua aja huehehehe.. Kami memutuskan untuk mencari penginapan di pusat kota yang dekat dengan banyak objek wisata dan tempat belanja. Pilihan kami jatuh di daerah Myeongdong. Selain dekat dengan subway (2 menit jalan kaki), penginapan kami dekat dengan pusat perbelanjaan; Myeongdong Shopping Center dan Namdaemun market hohohoho..


So, tanpa panjang lebar lagi, berikut adalah itinerary kami bertiga selama berada di Seoul dan sekitarnya. Let's Cekidot!



Day 1

- Namdaemun Market
- Hongdae (Hongik University, Street Performance, Hello Kitty Cafe, dll)



NOTE:
Berhubung di hari pertama, kami masih kaget dengan perubahan suhu yang drastis (sempat 0 derajat loh) maka kami sampai sore hari berada di kamar hotel untuk istirahat dan juga males keluar karena udara dingin banget! Setelah itu sekitar jam 3 kami keluar mengunjungi Namdaemun Market dan Hongdae. Di Hongdae, kami sampai tengah malam sekalian malam minggu cihuy!




Day 2

- Gwanghwamun Plaza
- Cheonggyecheon Stream
- Gyeongbokgung Palace 
- EWHA Womans University
- Sinchon Shopping Area


NOTE:

Pelajaran yang bisa dibagikan kepada teman-teman pembaca blog ini adalah jangan masukkan tempat belanja di itinerary kalian di hari awal, karena dapat mengakibatkan pembludakan pengeluaran T.T  (to be honest barang-barang di dekat EWHA University semuanya lucu-lucu dan murah-murah bangeeeetttt!)


Day 3

- Myeongdong Cathedral
- Myeongdong Shopping Area
- Dongdaemun Design Plaza (DDP)
- DOOTA Mall



NOTE:
Pelajaran masih berlaku, jangan masukkan tempat belanja di itinerary kalian di hari awal!!! T.T


Day 4

- Bukchon Hanook Village
- Changdeokgung Palace
- Changgyeonggung Palace
- Secret Garden
- Seoul Namsan Tower at night


Day 5

- Deoksogung Palace
- City Hall
- Insadong
- Ssamziegil
- Miss Lee Cafe
- Han River



Day 6

- Nami Island
- Petite France



Day 7

- Gangnam (SM Ent, FnC Ent, CUBE, JYP, dll)
- Itaewon
- Itaewon Land (Jjimjilbang)



Day 8

- Seoul Namsan Tower 
- Dongdaemun
- Myeongdong (Again! hoho)



Day 9

- Sinchon
- Hongdae
- Namdaemun Market
- Myeongdong


NOTE:
Hari terakhir kami habiskan untuk pergi kembali ke pusat-pusat perbelanjaan demi titipan-titipan teman *ALASAN!* dan ''menghabiskan uang receh" :))))



Bisa dilihat dari itinerary (cadangan) di atas, pada akhirnya kami semua salah fokus pada trip kali ini. Hampir setiap hari kami mengunjungi pusat perbelanjaan yang mengakibatkan kami lupa diri, kantong menipis dan juga menambah bagasi pesawat hahahahaha! Sebenarnya di itinerary awal kami juga memasukkan Lotte World yang ada di Jamsil dan juga Everland, apa boleh buat karena kami sudah terlalu "foya-foya" di hari-hari awal, kami merelakan kedua objek tersebut huhu. Tapi banyak cerita dan juga hal-hal lucu serta unpredictable yang kami alami selama disana yang justru menambah kegembiraan kami bertiga :D





Cheers,
Annisa A.




Kamis, 14 Mei 2015

Jjimjilbang di Itaewon Land



"Belum ke Korea kalau belum pernah mencoba Jjimjimbang!"


Itulah tulisan yang saya baca di beberapa blog saat menyiapkan itinerary ke Korea Selatan. Apa sih Jjimjilbang itu pikir saya awalnya? Jjimjilbang (찜질방) merupakan tempat pemandian umum khas Korea yang berukuran besar dan untuk masuk ke dalam para pengunjung harus menanggalkan baju alias berbugil ria. WHAAATTT???!!!! Tenang, walaupun para pengunjung diwajibkan untuk menanggalkan pakaian namun Jjimjilbang dipisahkan antara tempat mandi wanita dan pria, dan umumnya dilengkapi dengan bak mandi (hot tub), pancuran, sauna dan meja pijit. Hanya di tempat inilah para pengunjung diwajibkan untuk menanggalkan pakaian.


Di lantai lain bangunan, ada juga area yang dikhususkan untuk gabungan wanita dan pria yang biasanya dilengkapi dengan fasilitas kafetaria, ondol untuk duduk-duduk dan tiduran, TV, warnet (PC bang), tempat karaoke (noraebang), tempat Gym dan juga ruang tidur. Sebagian besar Jjimjilbang buka selama 24 jam penuh dan sangat ramai dikunjungi oleh keluarga Korea pada akhir pekan untuk relaksasi dan berendam.





Kami pergi menuju tempat Jjimjilbang di kawasan Itaewon yang bernama Itaewon Land. Kenapa kami memilih Jjimjilbang di Itaewon Land? Alasannya engga jauh-jauh karena setelah mengumpulkan informasi, diketahui kalau di sini pernah dipakai untuk syuting variety show We Got Married "Yongseo Couple" dan juga serial drama Secret Garden yang dibintangi oleh Hyun Bin oppa hohoho *fan girling Mode ON* Setelah membayar tiket masuk 8.000 Won per orang kami diberikan baju ganti berupa kaos, celana pendek dan handuk kecil serta kunci loker yang dapat dipakai seperti gelang. Pertama-tama kami masuk terlebih dahulu ke ruangan yang penuh dengan loker-loker kecil. Ruangan tersebut adalah tempat penyimpanan sepatu. Untuk informasi mengenai Itaewon Land bisa kalian cek disini.





Rak penitipan sepatu


Setelah menaruh sepatu di ruangan sepatu, saatnya pergi ke ruang baju ganti. Kami mengganti pakaian dengan baju kaos serta celana pendek yang telah dipinjamkan. Nah ada yang unik jika kita mengunjungi Jjimjilbang. Semua pengunjung akan diberikan handuk kecil, nah handuk kecil itu biasanya akan dibentuk seperti topi. Kami pun mencoba seperti yang sering ada di drama-drama Korea hahaha.


Kira-kira beginilah bentuk handuknya :D


Memasuki ruangan dalam, rombongan wanita dan pria dipisah. Begitu membuka pintu ke bagian pemandian, mata kami terbelalak dan kaget melihat pemandangan di depan kami, dimana orang-orang (wanita) yang bertelanjang bulat. Di ruangan yang luas itu ada banyak wanita yang tidak mengenakan pakaian sedang menonton TV dan mengobrol sambil berendam. Jujur, ini pertama kalinya saya melihat pemandangan 'horor' seperti itu zzz. Karena malu melihat wanita-wanita yang dengan santainya tidak mengenakan baju, maka kami bergegas pergi ke lantai atas untuk mencoba ruangan sauna.


Di lantai atas terdapat ruangan besar yang biasanya digunakan pengunjung untuk beristirahat duduk-duduk atau tidur-tiduran. Nah di ruangan ini sudah tidak dipisahkan antara wanita dan pria. Untuk duduk dan tiduran kami harus menggelar semacam karpet kecil dan juga bantal keras yang sudah di sediakan.


 '찜질방' atau Communal Room


Kafetaria



Di samping ruang berkumpul, ada juga kafetaria yang menyediakan berbagai makanan dan juga minuman untuk para pengunjung. Biasanya sambil duduk-duduk di ruang berkumpul, para pengunjung sambil memakan telur rebus yang dibeli di kafetaria. Puas meluruskan badan di ruang berkumpul, kami masuk ke kamar sauna yang suhunya mencapai 50°C. Kamar sauna tersebut berisi batu batu alam yang hangat dan juga tembok-tembok yang terbuat dari batu.


Cyn dan Pyo


Ternyata ada beberapa macam jenis sauna. Mulai dari yang bersuhu rendah (sauna es) hingga yang panas (sauna uap dari batu panas yang disiram dengan air) dan juga sauna tradisional Korea (dari batu-batu mineral yang dipanaskan atau lantai yang panas). Kami mencoba sauna tradisional Korea yang ruangannya terdiri dari baruan mineral yang panas suhunya bisa mencapai 50°C. Pas banget dengan kami para perantau yang sudah kelelahan dan kedinginan dengan udara Seoul selama seminggu dan butuh penyegaran serta istirahat. Kami pun menyempatkan untuk main ke PC bang atau kalau orang Indo lebih familiar dengan nama warnet. Dan engga lupa juga untuk pergi ke ruang Gym mencoba kursi pijat yang pernah dipakai sama Yongseo Couple hahaha.... Untuk menggunakan kursi pijat, kami membayar 500 Won untuk setiap 10 menit pemakaian.



PC bang


Kursi pijat yang buat ketagihan


Hampir seharian penuh kami berada di Jjimjilbang. Berada di sini sangat membuat kami ketagihan karena suhu udaranya yang bersahabat dibandingkan jika kami harus kembali keluar mengarungi kota Seoul yang sedang mengalami peralihan musim dingin ke musim semi. Ohya, Jjimjilbang ini juga bisa menjadi alternatif untuk para backpacker sejati karena hampir semua Jjimjimbang buka 24 jam dan kalian tentu saja bisa menginap di sini. So, bisa banget untuk menekan budget hotel ataupun penginapan hehe.. Pengalaman ber-jjimjilbang ria pastinya engga akan pernah terlupakan hihihi.



Cheers,
Annisa



Senin, 11 Mei 2015

Korean Food: Never Get Enough!


Saat traveling, selain wisata ke landmark tiap-tiap destinasi pasti engga terlepas dari yang namanya wisata kuliner. Selama di Korea tentu saya engga menyia-nyiakan untuk mencoba segala jenis makanan khas di sana. Sebelum berangkat, saya sudah membuat list makanan apa aja yang bisa dicoba. Berbekal referensi dari drama-drama Korea, akhirnya list makanan pun selesai dan hampir semua daftar yang dibuat bisa dicoba selama di sana hihihi.


Di Indonesia sudah mulai menjamur resto-resto Korea dengan cita rasa yang katanya sih udah rada mirip aslinya. Saya yang dasarnya doyan makan, beberapa kali mencoba resto-resto Korea di Jakarta dengan mencoba menu yang berbeda-beda, mulai dari Tteobokki, Bibimbap, Ramyeon, Kimchi, Kimbap, Korean Fried Chicken, dll. Rencananya sih mau membandingkan rasa, penampakan dan juga porsinya hoho.. Untuk ukuran rasa, semua makanan Korea yang dicoba di sana mempunyai cita rasa asam, segar dan sedikit pedas. Perbedaan rasa makanan korea versi resto made in Korea dengan resto korea made in Indonesia adalah kalo versi indonya makanannya lebih gurih dan berani bumbu, sedangkan makanan asli di korea lebih orisinil dan segar :D Dan untuk ukuran porsi, versi Korea jangan diadu, porsinya banyak banget! Harusnya untuk setiap porsi makanan bisa untuk sharing, tapi karena kami bertiga suka makan, toh akhirnya pesan sendiri-sendiri dengan menu yang berbeda hohoho... So daripada kelamaan, saya mau menunjukan (baca: pamer) makanan apa aja yang udah dicoba selama berada di Seoul fufu. Let's check this out!



1. Kimchi 
Di setiap menu masakan Korea, pasti Kimchi selalu menjadi temannya. Hidangan dikenal sebagai makanan sampingan wajib bagi orang-orang Korea. Apapun menunya, Kimchi selalu ada. Kimchi merupakan makanan yang difermentasikan dan terbuat dari  irisan sawi putih atau lobak yang diberi bumbu bawang putih, bawang bombay, jahe, garam dan bubuk cabai. Menurut eon-eon resto tidak ada satu makanan pun di Korea yang dihidangkan tanpa menyajikan makanan ini. Hampir di semua resto, makanan disajikan secara gratis hihihi. Ohya, sekarang Kimchi sudah banyak dimodifikasi menjadi makanan enak lainnya, seperti Pancake Kimchi, Kimchi Bread, Kimchi Soup ataupun Friedrice Kimchi.




2. Tteobokki
Makanan ini termasuk salah satu jajanan street food yang paling heits di Korea. Bahan dasar makanan ini terbuat dari kue beras (tteok) yang dibentuk pipih panjang. Tteobokki disajikan bersama saus berwarna merah (gochujang), yaitu saus pasta yang sudah difermentasi beserta irisan eomuk (bakwan ikan). Hidangan dimasak dengan saus gochujang sampai sausnya mengental. Untuk rasa, dari beberapa Tteobokki yang ada di berbagai resto, ada yang pedas dan ada juga yang tidak. Tteobokki terpedes yang sudah dicoba adalah saat menyambangi Miss Lee Cafe. Gilaaaaaaaa Tteobokki disana pedeus banget untuk saya yang engga doyan pedes hehe. Tapi emang pedes banget sih. Saya sampai harus minum setiap menyuap Tteobokki itu bzzz. Kisaran harga makanan ini beragam, kalau beli di pinggir jalan harganya sekitar 3000 Won per porsinya. Kalau di resto, harganya berada dikisaran 3000-6000 Won.



Tteobokki di Miss Lee Cafe


Tteobokki di resto dekat guesthouse



3. Bibimbap
Bibimbap merupakan jenis masakan nasi dicampur dengan berbagai jenis sayuran matang di atasnya dan dihidangkan di mangkuk besar berbahan logam yang bisa membuat makanan tetap hangat. Jenis sayuran yang ada di dalam makanan ini sangat beragam. Ada irisan wortel, jamur, mentimun, tauge, sayuran hijau, sedikit campuran daging dan diberi telur mata sapi setengah matang serta diberi taburan seaweed. Jangan lupa untuk mencampurkan saus gochujang ke dalam Bibimbap. Cara makannya adalah dengan mengaduk nasi beserta isinya. Untuk semangkuk Bibimbap dikenakan harga sekitar 6000-8000 Won. Menurut saya makanan ini ialah makanan yang paling masuk ke lidah orang Indonesia hehe.







4. Samgyetang
Samgyetang merupakan sup ayam ginseng yang dihidangkan bersama nasi serta berbagai side dish (kimchi dkk). Hidangan ini dikatakan mempunyai khasiat yang bagus untuk orang yang sedang sakit karena kaldu dari sup ini mengandung ginseng yang baik untuk metabolisme tubuh. Rasa dari Samgyetang ini sama seperti sup ayam versi Indonesia, gurih namun ditambah dengan rasa segar dari ginseng serta jahenya. Seporsi Samgyetang ialah 7000 - 8000 Won. Makanan ini cocok banget untuk kami yang kecapean muter-muter dan butuh asupan energi ekstra.





5. Gogigui a.k.a Korean BBQ 
Buat kalian yang mau banget ke Korea, wajib banget memasukkan hidangan sebagai makanan yang harus dicoba, yakni Gogigui. Namun, bagi orang muslim, lumayan sulit untuk menemukan restoran Korean BBQ berlabel halal, karena biasanya mereka menyajikan daging babi (Samgyupsal). Akhirnya setelah di daerah Itaewon barulah saya berani mencoba Beef Korean BBQ karena di daerah ini banyak terdapat warga asing yang menetap dan juga terdapat satu-satunya masjid besar yang ada di Seoul. Hidangan ini disajikan dengan sayur selada serta nasi. Biasanya potongan daging akan dilipat ke dalam sayur selada beserta nasinya. Untuk seporsi hidangan ini harga yang dipatok lumayan buat kantong tepos. Satu porsi dengan berat bersih 100gr dihargai sebesar 19.000 Won. UWOOOHHH MAHAL BINGIT!! Memang segala jenis daging di Korea dihargai dengan sangat mahal. But, experience is priceless right? hehe...


Porsi buat bertiga. Hiks


6. Kimbap
Kimbap ini merupakan makanan sejenis sushi ala Korea yang digulung dan berisi macam-macam sayuran dan juga daging. Jujur saya tidak sempat membeli makanan ini di resto ataupun di pinggir jalan karena ragu apakah berisi daging sapi atau bukan. Tapi, akhirnya begitu mampir ke GS 25 ataupun 7 Eleven ternyata dijual juga Kimbap dalam bentuk kemasan dan ada yang berisi daging tuna hihi. harga untuk satu kemasan Kimbap di GS 25 ataupun di 7 Eleven dijual dengan harga 2000 - 3000 Won. Jangan salah, porsinya banyak banget loh. Bisa untuk dua orang. Biasanya nih, kami beli Kimbap sebagai emergency food kalau jatah uang harian kami sudah habis dan ingin merakyat (Baca: engga mampu makan di resto) hahaha... 



Kimbap kemasan ala GS 25


7. Korean Fried Chicken
Menurut orang Korea, Korean Fried Chicken ini ada karena kecintaan masyarakat Korea terhadap salah satu resto 'fried chicken' cepat saji yang berasal dari Amerika. Namun, karena harganya yang mahal akhirnya mereka mencoba untuk membuat fried chicken ala mereka sendiri. Sampai terciptanya Korean Fried Chicken ini. Berbeda dari western fried chicken, korean fried chicken memiliki berbagai rasa, seperti rasa pedas, gurih dan juga manis. Saya coba makan langsung di salah satu resto korean fried chicken di daerah Hongdae, Noona Hooldak. Yang lucu dari setiap resto korean fried chicken di sini, selalu disajikan kimchi dkk sebagai side dish. ENAK BANGET! Walaupun ayamnya tidak sebesar ayam yang dijual di KFC ataupun McD tapi soal rasa mereka engga kalah loh, justru menurut saya lebih enak dan harganya jauh lebih murah. Sebagai perbandingan saat kami makan di Noona Hooldak, pengeluaran kami bertiga untuk 1,5 ekor ayam (+/- 15 potong), kentang goreng, sebotol Soju dan sekaleng Cola hanya sebesar 24.000 Won. Harganya sangat jauh saat kami mencoba makan di rest KFC di City Hall. Untuk satu bucket ayam isi 9 potong dan 3 minuman cola kami harus mengeluarkan 37.000 Won. Lumayan jauh banget kan huhuhu.  



Korean Fried Chicken at Noona Hooldak


8. Ramyeon
Ramyeon adalah masakan dari korea yang berbahan dasar mie. Ramyun yang saya coba saat di Seoul adalah ramyun cepat saji yang dibeli di 7 Eleven, yaitu Shin Ramyun (di Indonesia juga udah ada ya haha). Tapi rasanya sedikit berbeda karena ternyata yang saya coba sedikit lebih asam dan pedas jika dibandingkan dengan shin ramyun yang udah pernah dicoba di Indonesia. Harganya membuat saya sedikit shock karena jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan harga shin ramyun yang ada di Indonesia. Per kemasan dijual seharga 3000 Won atau sekitar 30 ribu rupiah.




9. Kimchi Bokkeumbap (Nasi Goreng Kimchi)
Nasi Goreng Kimchi atau yang disebut Kimchi Bokkeumbap merupakan salah satu makanan favorit saya selama di Seoul. Rasanya yang asam, segar dan gurih membuat saya selalu lahap untuk memakannya. Apalagi kalau sudah cape seharian berjalan kaki ditambah saat itu udara Seoul yang sedang dingin-dinginnya. Kami selalu menyempatkan untuk mampir ke resto di dekat guesthouse yang ada di Namdaemun Market. Cara makan yang paling nikmat saat menyantap nasi goreng kimchi ini adalah mengaduk telur mata sapi setengah matang ke dalam nasi gorengnya. Yummmiiiii! Enak bangeettt! Untuk seporsi Kimchi Bokkeumbap ini dihargai 6000 Won.





10. Haemul Pajeon a.k.a Seafood Pancake
Saya mencoba Haemul Pajeon atau seafood pancake ini saat berada di Nami Island. Hidangan ini terdiri dari macam-macam seafood seperti udang dan cumi-cumi serta ditambah dengan sauran dan juga potongan cabai. Rasa dan penampilan makanan ini sedikit banyak seperti Fu Yung Hai. Tapi yang berbeda adalah saus nya. Jika Fu Yung Hai sausnya berasa manis, namun pada Seafood Pancake ini rasanya asin karena adonan masakan ini sedikit manis. Porsinya pun cukup besar, ada sekitar 8-10 potongan. Untuk seporsi Haemul Pajeon yang kami makan di Nami Island dihargai sebesar 7000 Won.





11. Mandu
Mandu atau yang biasanya dikenal dengan nama dumplings adalah sejenis makanan dengan bahan dasar olahan daging ikan dicampur dengan sayuran dan dibungkus oleh kulit pangsit. Kalau diliat rupanya hampir mirip seperti siomay. Hidangan ini bisa disajikan dengan cara dikukus ataupun digoreng dan bisa juga dicampur dengan olahan lainnya seperti Mandu Guk (Mandu Soup) ataupun Noodles Mandu. Seporsi Mandu goreng dihargai 5000 Won. 




Steam Mandu


Mandu Guk a.k.a Dumping Soup 


12. Dubu Kimchi

Dubu kimchi adalah aneka makanan kimchi yang mencampurkan tahu sebagai pasangannya. Sebetulnya engga ada yang istimewa sama makanan ini, tapi berhubung saya kepo buat mencobanya akhirnya kami memesan Dubu Kimchi di Myeongdong dengan harga 5000 Won.







Cheers,
Annisa A.


Senin, 13 April 2015

The Beautiful Changdeokgung Palace and Secret Garden


Kunjungan museum ataupun tempat-tempat bersejarah selalu membuat saya excited dan happy. Apalagi saat di Korea Selatan kali ini saya berkesempatan mengunjungi Istana-istana yang dahulunya merupakan tempat tinggal para raja dan juga pusat pemerintahan kerajaan Dinasti Joseon.



Dari semua istana yang dikunjungi selama di Seoul, salah satu yang paling saya sukai dan paling bagus adalah Istana Changdeokgung. Istana ini dulunya merupakan istana tempat tinggal kedua raja setelah Istana Gyeongbokgung. Istana Changdeokgung digunakan oleh raja  saat Istana Gyeongbukgung dalam masa pemugaran. Menurut banyak situs-situs, Istana Changdeokgung dinobatkan sebagai istana yang paling indah diantara istana-istana lainnya dan merupakan istana yang paling terpelihara di masa Dinasti Joseon. Istana yang merupakan tempat istirahat raja ini mempunyai taman dengan pohon raksasa yang berusia lebih dari 300 tahun, sebuah kolam, dan sebuah pelataran besar. Untuk masuk ke dalam Istana Changdeokgung bisa menggunakan integrated ticket seharga 10,000 won untuk mengunjungi 5 istana yang berada di Seoul.




Gerbang Masuk Istana Changdeokgung


Istana Changdeokgung semakin memegang peranan penting terutama di masa kepemimpinan Raja Seongjong. Raja ke-9 dari Dinasti Joseon ini mengunakan Istana Changdeokgung sebagai tempat peristirahatannya. Pembangunan istana ini dimulai pada tahun 1405 dan merupakan satu dari lima istana besar yang dibangun pada masa Dinasti Joseon. Seperti banyak bangunan bersejarah lainnya di Korea, Istana Changdeokgung beberapa kali melakukan rekonstruksi dan pemugaran, seperti pada tahun 1529, saat istana ini dibakar pada masa inflasi Jepang. Ohya, istana ini juga merupakan tempat lokasi syuting drama Korea yang terkenal Jewel In The Palace. Tau dong, drama yang mengisahkan Jang Geum, satu-satunya tabib wanita dalam masa Dinasti Joseon.





 Tongmyeongjeon dan Yanghwadang



Dibangun ulang pada tahun 1833, Tongmyeongjeon dan Yanghwadang ialah tempat tinggal dan beristirahat untuk raja dan ratu. Karena merupakan tempat yang sangat penting dari komplek istana Changgyeokgung, maka di sekitar Tongmyeongjeon dan Yanghwadang di batasi oleh teras yang terbuat dari batu, yang dinamakan 'Woldae'. Lantai dari tempat tinggal raja dan ratu tersebut terbuat dari kayu yang di bawahnya diberikan sistem pemanas 'ondol'. Istana Changgyeokgung masih berada di dalam satu area Istana Changdeokgung. Istana Changgyeokgung merupakan komplek tempat tinggal raja, ratu dan beserta para selirnya.




Jipbokheon


Jipbokheon merupakan bangunan yang juga ada di dalam komplek Istana Changgyeokgung. Letaknya persis di sebelah Tongmyeongjeon dan Yanghwadang. Di sini Pangeran Sado dan Raja Sunjo dari Dinasti Joseon dilahirkan.















Area publik istana









Sebagai tempat tinggal dan beristirahat raja, tentu saja disini terdapat taman yang sangat besar yang ditumbuhi oleh pohon-pohon dan tanaman yang indah, beberapa tempat peristirahatan raja, perpustakaan dan juga tempat raja bermeditasi. Nama taman yang terdapat di Istana Changdeokgung ialah 'Huwon' atau yang lebih dikenal dengan nama Secret Garden.




Pintu masuk Secret garden



Jalan setapak menuju Perpustakaan Raja



Komplek Perpustakaan Raja




Gerbang khusus untuk raja lewati menuju perpustakaan


Engga bisa dipungkiri, pemandangan di Secret Garden sangat mengagumkan. Banyak sekali ditemukan pohon sakura dan lotus, pavilion-pavilion yang cantik dan juga pemandangan antara pepohonan dan bunga-bunga yang bermekaran. Seperti tipikal taman-taman Inggris, taman-taman Korea bernuansa natural dan juga indah. Hampir sekitar 26.000 jenis tanaman dan ratusan jenis pohon tumbuh di Secret Garden yang menambah keindahan taman ini. Kece banget kan! Ohya, untuk masuk ke dalam Secret Garden dikenakan biaya sebesar 5,000 won. Tapi, itu sudah termasuk dengan biaya tour dalam bahasa Inggris. Untuk masuk ke Secret garden disediakan tur dalam bahasa Korea, Inggris, China dan juga Jepang. Tiket masuk ke Secret Garden tidak tergabung di dalam Integrated Ticket. Perkiraan Secret Garden tour sekitar 1,5 jam. Menurut saya harga masuk sebesar 5,000 won sangat worth it dengan keindahan dan sejarah yang dipunyai oleh Secret Garden ini. Saking besarnya taman ini, pavilion-pavilion yang dibuat untuk raja beristirahat ataupun menggunakan waktu luangnya di sesuaikan dengan musim yang ada di Korea. di Secret Garden ada pavilion khusus untuk musim semi, musim panas, musim dingin, dan musim gugur. Ya Allah sumpah kece bangeeettt!






Salah satu tempat raja bermeditasi dan berfikir







Pohon yang berusia lebih dari 300 tahun





Seiring berjalannya waktu, Secret Garden mempunyai beberapa nama panggilan. Karena dahulunya Secret Garden merupakan tempat privasi bagi raja, taman ini dinamai 'Geumwon' (금원) atau Taman Terlarang karena sampai-sampai penjaga istana pun tidak bisa masuk ke dalam tanpa izin dari raja. Selain itu, nama lain dari taman ini adalah 'Naewon' (내원) atau Taman Dalam. Sekarang ini, orang Korea memanggil taman ini dengan nama 'Biwon' (비원) atau Taman Rahasia (Secret Garden) yang namanya telah digunakan dari akhir abad ke-19. Meskipun taman ini memiliki banyak nama panggilan, tetapi nama yang paling sering digunakan untuk memangil nama taman ini selama periode Dinasti Joseon ialah 'Huwon'. 


Jika punya kesempatan berlibur ke Korea, Changdeokgung dan Secret Garden harus masuk ke dalam itinerary kalian. Karena di segala musim, pemandangan yang disajikan di sana sungguh sangat memanjakan mata. Saya pun sampai berjanji di dalam hati, suatu saat nanti harus kembali ke sini. Hihihi..





Cheers,

Annisa A




Informasi tambahan:


Ditutup setiap hari Senin.


Jam Operasi:  

April - September        09.00 - 18.30
Oktober                        09.00 - 18.00
November - Maret       09.00 - 17.30
Desember - Februari    09.00 - 17.00


Jadwal tour secret garden:

Bahasa Korea: 09.30, 11.30, 13.30, 15.30
Bahasa Inggris: 10.30, 14.30
Bahasa Jepang: 12.30
Bahasa China: 16.00


Biaya masuk:

Dewasa 5,000 won
Anak-anak 2,500 won


Cara ke sana :

1. Anguk Station (Subway Line 3), Exit 3. jalan lurus sekitar 5min.
2. Jongno 3(sam)-ga Station (Subway Line 1, 3 or 5), Exit 7. Jalan lurus mengikuti jalan Donhwamun-ro sekitar 10min.
3. Naik Bus nomer: 109, 151, 162, 171, 172, 272, 7025