Rabu, 12 April 2017

Persiapan pelesiran ke ....... Turki!!


Bad Homburg, 29 Maret 2017




Ola! Di liburan musim semi tahun 2017 ini, akhirnya saya kesampaian untuk mengunjungi negara yang kaya akan peradaban, sejarah, dan juga mas-mas ganteng nya hihi. Ayo tebak apa ayo? Yak! bener, Turki! Untung tak dapat di buang, malang alhamdulillah engga datang, saya saat iseng-iseng cari tiket penerbangan untuk liburan musim semi pun berbuat manis dengan mendapatkan tiket PP Frankfurt-Istanbul dengan harga 115 Euro ajah #RejekiAnakSholehah. Kebetulan saat itu, Air France sedang mengadakan promo ke beberapa destinasi penerbangan, emang jodohnya saya ya. Tanpa mikir dua kali saya langsung booking tiket dengan keberangkatan tanggal 6 April dan kembali tanggal 10 April. Pasti ada pertanyaan kenapa sebentar banget? Yah, sebenarnya karena kali ini saya jalan-jalan hanya seorang diri, jadi hanya Istanbul saja yang akan saya datangi. But promise Inshaallah saya akan kembali lagi ke Turki bersama calon imam saya eaaaahhhhh... (Ada amin?? AMIIINNN!!)


Sebagai warga negara Indonesia, untuk berwisata ke Turki kita bisa langsung masuk Turki dengan visa on arrival dan membayar 35$ saat di imigrasi bandara Turki. Atau kalau engga mau repot dan antri saat tiba di imigrasi, akan lebih mudah jika kalian menggunakan E-Visa. Cara buatnya gampang banget, cukup buka website pembuatan e-visa, mengisi data diri dan yang terakhir membayar 25$ dengan kartu kredit (jangan lupa diprint ya E-Visa nya). Viola, jadilah visa turki mu! Gampang banget kan?


Tiket pesawat sudah, visa pun sudah. Saatnya saya membuat itinerary selama 5 hari di Istanbul.
Seperti biasa, saya yang gila sejarah engga menyianyiakan buat menjelajahi semua peninggalan yang ada di Istanbul. Rencananya saya akan mengunjungi daerah Sultanahmet, Oldtown, Kadikoy, Otakoy dan juga Taksim. Ohya, tak lupa saya juga mau mencoba makanan khas selama disana. Pokoknya dipuas-puasin sampe puas! So, (mamas) Istanbul wait for meeeeee!!!




Cheers,
Annisa A.

Rabu, 29 Maret 2017

Piknik di Zurich, Switzerland


Konstanz, 6 April 2016


Kami berangkat dari Konstanz menuju Zurich sekitar pukul 10 pagi. Jarak dari Konstanz-Zurich sekitar 70 km dan dapat ditempuh dengan bus yang membutuhkan waktu sekitar 40 menit. Rencananya kami ingin menghabiskan waktu seharian berada di kota cantik itu sambil sekalian piknik dengan perbekalan indomie yang sudah kami persiapkan.




Zurich merupakan kota yang terdapat di negara Swiss. Swiss sendiri, merupakan salah satu negara maju di Eropa dengan tingkat taraf hidup yang bagus. Zurich dianggap sebagai salah satu kota yang paling bahagia di dunia. Banyak orang-orang dengan pekerjaan dan bakat mereka tinggal di sini, dan 1 dari 9 pekerjaan di seluruh Swiss berada di Zurich. Sebagian besar bank-bank besar di dunia memiliki kantor pusat di sini, seperti yang dilakukan banyak perusahaan asuransi. Kota Zurich sendiri pernah dinobatkan sebagai kota yang memiliki kualitas hidup paling baik di dunia pada tahun 2006 dan 2007.


Waktu yang kami butuhkan sebenarnya hanya sekitar kurang dari 1 jam untuk sampai Zurich, tapi apa daya bus kami tertahan di perbatasan negara Jerman dan Swiss hampir selama 2,5 jam. Usut punya usut, kenapa bus kami lama tertahan di perbatasan, karena ada penumpang berkulit hitam yang sempat diintrogasi oleh kepolisian perbatasan disana. Sebabnya saya kurang tahu, mungkin ada beberapa dokumennya yang tidak lengkap dan akhirnya dia harus berurusan dengan polisi dan apesnya engga boleh melanjutkan perjalanan. Kasian ya :(


So, singkatkan kami sampai di Zurich sekitar pukul 2 siang dan perut kami sudah sangat keroncongan. Tadinya kami mau mencari taman dan berencana makan sambil piknik-piknik cantik disitu, tapi karena udah laper banget akhirnya kami makan di bangku depan museum hehe.



korban-korban kelaparan


Perut sudah kenyang, kamipun melanjutkan untuk menyusuri kota Zurich. Cantik memang, tapi sayangnya mahal banget! Sebagai perbandingan, saya ngeliat di Backerei (toko roti), untuk sebuah croissant harganya sekitar 9-10CHF (Swiss Franc), which means sekitar 10 Euro! Luar biasah! Sampailah kami kemudian di Lindenhof. Lindenhof merupakan taman yang terletak di daerah oldtown, tepatnya di Lindenhof Hill. Dari sini, kami bisa melihat sebagian dari kota Zurich.


Diambil dari Lindenhof


Dari Lindenhof, kami jalan kaki menuju Bahnhofstrasse, St. Peter, Wasserkirche, dan juga Lake Zurich. Zurich terkenal dengan kota seribu air mancur minum. Disini, dapat dengan mudah ditemukan air mauncur-air mancur yang siap minum dan menurut informasi yang saya baca, di Zurich setidaknya terdapat 1200 air mancur siap minum dan jumlahnya paling banyak di Eropa. Jadi cuma modal bawa botol minum aja.


 Santai uduk-duduk di pinggir danau








So, begitulah kurang lebih seharian di kota Zurich. Overall, kotanya cantik dan memang bener, orang yang tinggal disini terlihat sangat bahagia :)))





Cheers.
Annisa A.



Selasa, 10 Januari 2017

The Magnificent Budapest (Part 1)



Saya speechless begitu sampai di Budapest. Ternyata kota ini bener-bener megah dan cantik bak cerita yang ada di dongeng-dongeng. Saat itu di awal musim semi 2016, saya dan teman-teman sampai di Budapest sekitar pukul 6 pagi di Bushaltestelle. Kami harus menunggu sampai jam 8 pagi karena money changer yang baru buka dan saat itu udara masih sangat dingin dan engga memungkinkan buat kami jalan keluar sambil gerek-gerek koper. Dari Bushaltestelle kami jalan sekitar 45 menit ke pusat kota menuju tempat kami menginap. Di postingan sebelumnya saya udah pernah cantumin harga hostel tempat kami menginap di Budapest yang super duper murah, which is per orangnya cuma bayar engga sampai 13 Euro untuk dua malam. 


So, setelah check in sama mas-mas ganteng, ramah nan baik hati kami istirahat sejenak sambil meluruskan kaki dan badan, lalu segera cus untuk jalan-jalan. Kota Budapest merupakan ibukota dari negara Hungaria dan ternyata terdiri dari dua kota, yaitu kota Buda yang berada di bagian barat dan kota Pest yang berada di bagian timur dan hanya dipisahkan oleh sungai Danube. Sungai Danube merupakan sungai kedua terpanjang di Eropa yang melintasi 10 negara di Eropa Tengah dan Eropa Timur. Kota Budapest sendiri masuk ke dalam daftar one of the most beautiful cities in Europe dan juga masuk ke dalam most liveable Central and Eastern European city serta Europe's 7th most idyllic place to live di majalah Forbes. Jadi engga perlu diragukan lagi gimana cantiknya dan megahnya kota ini.


Budapest Parliamant at day


Budapest Parliamant at night


Mengapa Budapest sangat woth it untuk dikunjungi? Karena disana terdapat gereja St. Stephen Basilica, yakni gereja kedua terbesar di Eropa setelah St. Peters di Roma. Budapest sangat bagus, maka kami akhirnya memutuskan untuk naik Bus Hop On & Off seharga 20 Euro yang berlaku selama 2 hari untuk mempersingkat waktu menuju semua objek wisata yang ada di Budapest. Bukannya kami malas berjalan kaki, tapi cuaca yang engga bersahabat dan angin yang bikin jiper membuat kami memutuskan lebih baik pergi dengan naik Bus dibandingkan dengan berjalan kaki. Believe me, kebanyakan objek wisata di Budapest ada di dataran tinggi dan mau engga mau kita harus jalan kaki mendaki gunung lewati lembah. So, pilihan naik bus Hop On & Off adalah pilihan yang tepat. Azek!


Pelataran gereja St. Stephen Basilica


Destinasi pertama kami setelah check in di hotel adalah gereja St. Stephen Basilica. Seperti yang udah saya bilang diatas, bangunan ini merupakan gereja terbesar kedua di Eropa dan mampu memuat setidaknya 8.500 orang dan dibangun pada tahun 1905. Gereja ini didedikasikan untuk Raja pertama Hungaria, yakni Raja Stephen I. Sebenernya kami ingin masuk ke dalam gereja, tapi karena pada hari itu ada Misa di dalam gereja, jadi kami memutuskan engga jadi masuk kedalamnya. (P.S: kata banyak orang bangunan didalamnya bagus banget loh!)


Chain Bridge yang menyambungkan kota Buda dan Pest


Puas foto-foto diluar gereja St. Stephen Basilica, kami lanjut pergi menuju Fisherman Bastion yang ada di Castle Hill. Sekilas info, bus Hop On & Off kami melewati Chain Bridge. Chain Bridge merupakan jembatan pertama yang dibangun pada tahun 1839 untuk menyatukan kota Buda dan Pest, sehingga sekarang menjadi Budapest. Balik ke Fisherman Bastion, bagunan ini berbentuk seperti gedung logo Walt Disney dengan gaya neo gothic yang mempunyai 7 menara. Cukup membutuhkan waktu selama 7 tahun untuk membangun bangunan cantik ini. Sejak tahun 1895-1902. Di depannya dibangun patung Raja Stephen I dari Hungaria yang sedang menunggang kuda. Persis di seberang Fisherman Bastion, jelas terlihat gedung Parlemen Hungaria dan gereja St. Stephen Basilica yang sangat indah. Ahya, kenapa bagunan ini dinamakan Fisherman Bastion? Konon katanya dahulu bangunan ini berfungsi sebagai pasar ikan pada masa pertengahan. Engga ngebayang pasar ikannya cakep banget! 


Fisherman Bastion at the front


Fisherman bastion


Fisherman Bastion


Di dalam pelataran Fisherman Bestion terdapat Matthias Church atau dikenal juga dengan nama The Church of Our Lady, merupakan sebuah gereja kecil. Dahulu, pada saat kekhalifahan Ottoman Turki berkuasa di Hungaria pada tahun 1526, Mattias Church ini sempet menjadi mesjid loh selama kurang lebih 150 tahun.


Matthias Church


Selanjutnya kami menuju Buda Castle atau dalam bahasa Hungaria adalah Budavári Palota yang juga berada di Castle Hill. Bagunan ini bergaya neo romantik dan selesai dibagun pada tahun 1356 oleh Raja Lajos. Walaupun Kastil ini sudah lama dibangun, namun bekas keanggunan bangunan masih sangat terlihat walau sudah banyak yang rusak. Bangunan ini menjadi saksi bisu bagaimana peradaban dari masa pemerintahan Hungaria, Turki dan juga Uni Soviet. Bangunan Buda Castle ini menghadap ke arah sungai Danube yang menambah kecantikkan kastil.



Buda Castle at night (sumber: google)




Taken at Chain Bridge and Buda Castle as the background


Puas sudah kami memutari Budapest pada hari pertama. So far di hari pertama Budapest is beyond beauty that we've expected. Saatnya kami balik ke Hostel, buat masak makan malam sekalian pengiritan hihihihi.







Cheers,
Annisa A.

Selasa, 16 Agustus 2016

Osternferien: Prag-Budapest-Wien


Juhuuuuuuuuuuu.. Saat Osternferien (libur paskah/libur musim semi) saya menyambangi tiga kota bagian Timur Eropa yang ternyata engga kalah cantik dan jauh lebih murah dibanding Eropa Barat hehehe.. Kali itu rute liburan saya adalah Frankfurt-Praha-Budapest-Wien-Frankfurt dalam waktu 8 hari. Nah liburan ke Eropa timur itu harusnya dilaksanakan saat Winterferien, tapi apa daya akhirnya baru kesampaian begitu Osternferien dan engga membuat saya menyesal karena udaranya udah engga gitu dingin... Tapi tetep sih kudu pake jaket tebel hehe. 


Perjalanan kali itu saya lakoni seperti biasa dengan naik Bus! Tentu saja murah tidak membuat kantong jebol tapi lumayan membuat pantat tepos. Kali ini partner liburan  berbeda dari partner Winterferien. Personil liburannya lebih banyakan dikit hoho. Saya jalan bareng Shara, Ratih, Cynthia, Okti dan Icha. Walaupun banyak personil, kami tetep aja jalan-masing-masing secara domisili kami berjauhan. Ada yang dari Munchen, Ravensburg juga Nurnberg. Okeeeh, perjalanan dengan Bus dari Frankfurt-Prag makan waktu kurang dari 8 jam. Dari Prag-Budapest, sama sekitar 8 jam juga dan Budapest-Wien sekitar 3 jam. Wien-Munchen 5 jam dan yang terakhir Munchen-Frankfurt 5,5 jam. Bayangin betapa sabarnya pantat saya duduk manis di dalem Bus. Tapi engga apa-apa, berbi rela dan ikhlas karena semua terbayar dengan cantiknya kota Prag, Budapest dan juga Wien :))))


Oke di postingan kali ini saya mau kasih tau biaya yang udah dikeluarkan selama Osternferien ini. Murah banget, engga bohong! Saya sendiripun engga percaya hehe.. Oke lansung aja dicek pengeluaran saya di bawah ini. Silahkeun!


AKOMODASI

BUS                                                                                                                   57,50 Euro
Frankfurt – Prag (Eurolines)                                                         9,00 Euro
Prag – Budapest (Student Agency)                                             20,00 Euro
Budapest Wien (Student Agency)                                               10,00 Euro
Wien – Munchen (Eurolines)                                                      17,00 Euro
Munchen – Fra (Megabus)                                                           1,50 Euro


HOSTEL                                                                                                            46,60 Euro
Prag (2 malam)                                                                             21,60 Euro
Budapest (2 malam)                                                                      13,00 Euro
Wien (1 malam)                                                                            12,00 Euro


OBJEK WISATA                                                                                              61,50 Euro
PRAG                                                                                          
Castle                                                                                            350 Krona  (13 Euro)
Astronomical Clock                                                                     180 Krona  (6,50 Euro)

BUDAPEST
Hop Off and On Bus                                                                    20,00 Euro

WIEN
Prater                                                                                             8,50 Euro
Schonbrunn Palace                                                                       13,50 Euro


TRANSPORTASI                                                                                              16,60 Euro
One Day Ticket Prag                   110 Krona (4,50 Euro) x 2       9,00 Euro
One Day Ticket Wien                                                                   7,60 Euro


MAKAN & JAJAN                                                                                              100 Euro


CINDERAMATA                                                                                                   20 Euro


                                                                                                     TOTAL          302,20 Euro



Engga bisa dipungkiri, saya menang banyak di pengeluaran transportasi. Contohnya, dapet tiket promo ke Prag yang cuma 9 Euro aja, aslinya bisa di atas 30 Euro. Begitu pula waktu balik dari Munchen ke Frankfurt yang cuma bayar 1,50 Euro. Kalau objek wisata, saya engga mau sayang-sayang ngeluarin uang which is harus beli tiket masuk objek wisata yang udah masuk must visit list dan memang worth it. Dan untuk transortasi selama di Budapest, saya dan yang lainnya engga menggunakan transportasi umum. Cukup ngandelin Bus Hop Off & On yang muterin seluruh objek wisata. Pertimbangan lainnya, karena Objek wisata di Budapest lumayan berjauhan dari satu dan lainnya serta mesti jalan kaki nanjak pula. Duh, engga deh engga kuat berbi jalan jauh-jauh *renta*. Nah ada tapinya nih, pengeluaran membengkak di makan dan jajan yang memang sudah saya budgetkan paling besar dibanding pengeluaran lainnya. Karena saya berasumsi kalau perut kenyang, perjalanan pun akan selalu menyenangkan, damai serta tanpa adanya drama hihi. 





Cheers,
Annisa A.



Rabu, 01 Juni 2016

Heidelberg, the small yet beautiful city


Untuk kedua kalinya saya pergi ke kota cantik ini, Heidelberg. Pertama-tama saya pergi cuma sendirian (karena saya jomlo mandiri!! hahaha... Silahkan kalian ketawa sampe puas!) dan akhirnya untuk yang kedua kali ini pergi bersama sahabat-sahabat jaman kuliah dulu, Uthe dan Risa. Finally kita reunian dan dipertemukan juga di Jerman :D


geh los!


Karena saya yang udah dua kali ke kota ini, maka saya ditunjuk (uhuk) menjadi tour guide selama di sana. Kami berangkat dari Frankfurt sekitar pukul 09.00 dan sampai di Heidelberg sekitar pukul 10.10 dengan harga tiket PP sekitar 16€. Mau cerita ah sedikit tentang Heidelberg kek mbak-mbak tour guide. Jadi, Heidelberg adalah sebuah kota otonom (Kreisfreie Stadt) di negara bagian Baden-Württemberg yang terletak di tepi sungai Neckar. Kota Heidelberg terkenal dengan kastil, kota tua, dan universitas tua yang sangat terkenal di dunia, yakni Heidelberg University. Sampai tahun 2008, lebih dari 145.000 penduduk tinggal di kota seluas 109 km² (42 mil²) ini.


Kota Heidelberg itu engga gitu besar, menurut saya bisa lah diexplore dalam waktu sehari aja. Objek wisatanya cuma ada di sekitaran old town, kastil dan juga universitas nya aja, dan itu semua masih ada di dalam satu wilayah. Pertama-tama yang kami kunjungin adalah wilayah Altstadt atau kota tua. Kami makan ice cream karena belum terlalu laper tapi apa mau dikata mulut iseng banget mau ngunyah. 


Altstadt
 

Udah puas di Altstadt, kamipun jalan kaki menuju Kastil atau Schloss Heidelberg. Letaknya ini ada di atas bukit pemirsah. Yah kayanya hampir setipe ya semua kastil di Eropa letaknya di atas bukit. Karena saya udah belajar dari kedatangan pertama kali yang ke kastilnya saya jalan kaki nanjak berkilo-kilo, pegel, sendirian terus jomlo pula (lah kok tsurhat?!), akhirnya kali ini kami memutuskan untuk naik Heidelberger Bergbahnen, semacam kereta gitu buat ke atas menuju Schloss. Engga dipungut biaya sama sekali, harganya udah termasuk sama tiket masuk tiket Schloss sebesar 7€.


inilah penampakan dari Bergbahnen Heidelberg





Kalo jalan kaki ke Schloss nya bisa sekitar 1 jam lebih, tapi naik Bergbahnen engga sampe lah 5 menit. Huh kzl berbih! Okelah daripada kesel, lebih baik muterin Schloss nya ya sambil foto-foto. Sampe diatas, pemandangannya emang bener-bener kece badai! Hampir semua bagian kota Heidelberg keliatan dari atas dan juga sungai Neckar di sebelahnya. Bagus deh pokoknya!!


Pemandangan kota Heidelberg diliat dari atas (di depan Schloss)



 Di dalam pelataran Schloss







 Puing-puing Schloss Heidelberg









Sungai Neckar


Puing-puing bangunan menara Schloss


By the way, karena Schloss Heidelberg ini bener-bener udah tua, maka yang tersisa hanya puing-puing bangunan nya ajah. Di dalam komplek Schloss Heidelberg juga terdapat Deutsches Apotheken Museum (Museum Apotik Jerman) dan juga semacam tong besar yang dulunya berisi Wein. Di dalam Museum Apotik Jerman sendiri ada berbagai macam obat-obatan dan bagaimana caranya orang Jerman dulu dalam membuat obat, dari masih menggunakan alat tradisional sampai modern. Ya gitu lah pokoknya, saya ga terlalu tertarik di Museum ini hehehe :P










Kami pergi ke Schlossgarten setelah puas ada di dalam Museum. Garten nya lumayan luas, banyak patung-patung, air mancur dan engga ketinggalan tentunya patung mbah Goethe juga ada :D







Daaaannn, kami kembali lagi ke Altstadt untuk makan sore (makan siangnya kelewatan hehe) Kebetulan ada Resto Kebap yang penuh banget! Kami pun kepo dan akhirnya ikutan ngantri buat makan di situ. Nama resto nya Yufka's. Ternyata Kebap nya emang juara! Porsinya besar banget pula. 


Tuh liat gede bener kan Kebap nya


Puas makan kebap, kami kembali jalan menuju Alte Bruecke (Jembatan Tua). Ini jembatan bener-bener iconic banget. Kalian belum ke Heidelberg kalo belum ke jembatan ini. Jadilah kami kebanyakan foto ala-ala gituh di jembatan........................ 


























Cheers,


Annisa A.