Minggu, 18 November 2018
Ketinggalan Kereta ICE ke Munchen
Hamburg, 22 Februari 2018
Hola hola! udah lama banget saya engga ngeblog yah. Maklumlah segala urusan pindahan dari Frankfurt ke Hamburg dan perkuliahan yang sekarang menyita perhatian hehe. Jadi gini, tepatnya 2 minggu yang lalu, saya dan Nia secara impulsif pengen liburan bareng ke Munchen, tepatnya mengunjungi Schloss Neuschwanstein di daerah Bayern, Jerman. Berbekal tiket kereta ICE murah yang kami dapat seharga 40 Euro untuk PP maka berangkatlah kami ke sana. Cihuy!
H-1 saya dan Nia masih punya acara masing-masing. Nia harus bekerja dan saya ngumpul-ngumpul sampe malem bersama teman-teman. Padahal jadwal kereta kami besok paginya adalah pukul 04.55 pagi, tapi biasalah kami yang berpikir semua sudah biasa untuk bangun pagi dan juga sudah biasa traveling pasti engga akan miss kereta di subuh buta itu.
Malang engga bisa ditolak, paginya ternyata benar kami ketinggalan kereta menuju Munchen. OH MY GOD! Jadilah kami sama-sama bengong begitu bangun. Nia yang biasanya selalu saya bangunin setiap mau trip, sekarang dia yang telefon saya, "Tannnnn, bangun jam setengah 5 nih. Ya Allahhh kita ketinggalan kereta!" begitu katanya di telefon. Saya yang baru denger kata-kata itu langsung loncat dari tempat tidur, dan bolak balik kaya orang linglung. Begitu liat jam, jarum ja sudah menunjukan pukul 04.30, dan sudah engga akan sempat mengejar kereta menuju Hamburg Hauptbahnhof hiks. Hangus sudah tiket murah ICE kami....
Tadinya kami sempat kepikiran untuk membatalkan trip dadakan ke Munchen itu, tapi karena sayang tiket pulang ICE yang engga bisa diuangkan lagi (karena beli promo) dan belum tau kapan lagi akan punya waktu luang buat liburan, akhirnya kami memutuskan untuk tetap pergi ke Munchen naik Flixbus selama 13 jam seharga 25 Euro..... *KuatkanDanTeguhkanHatiKamiTuhan*
Moral of the story, jangan pernah punya agenda atau kegiatan sampai larut malam kalau besok paginya kudu harus berangkat pagi!!
Cheers,
Annisa A.
A Day To Remember: COLDPLAY A Head Full Of Dreams Tour Concert
Frankfurt, 30 Juni 2017
Salah satu mimpi terbesar saya, akhirnya tercapai!! Nonton konser Coldplay secara live!!! AAAAKKKKKK *langsung histeris* Siapa yang engga suka Coldplay? Engga suka Chris Martin?? Engga suka lagu-lagunya mereka??? Yang jelas bukan saya hehehe...
Jadi awal cerita, begitu tau Coldplay bakalan tour concert, saya udah pasang reminder dan langganan milis di website jualan tiket, jadi kalau tiket coldplay udah mau dijual saya tau dan bisa beli. Kebetulan, waktu itu bulan Februari 2017, saya dapat email kalau Coldplay akan mengadakan konser di beberapa kota di Jerman. Pilihan saya jatuh untuk nonton di Munchen bareng temen saya Indra, karena kami sekalian mau jalan-jalan.
Begitu tiket mulai dijual, saya dan Indra langsung beli tiket itu seharga 120 Euro/orang untuk kelas yang berdiri dan ada di depan panggung. Maret, April, Mei, bulan demi bulan berlalu, dan konser Coldplay semakin dekat. Pada suatu hari, Indra whatsapp saya dan ngabarin kalau pada hari Coldplay konser dia ada minggu ujian dan mustahil buat dia untuk pergi ke Munchen dan nonton konser. JEDEEERRRR!! Saya pun sedih, rencana yang udah diatur sedemikian rupa, serta khayalan-khayalan saya buat nonton konser Coldplay pun sirna. Saya juga males dan sedikit takut buat nonton konser sendirian dan akhirnya berujung dengan rasa pasrah untuk menjual tiket kami ke orang lain.
Tiket sudah terjual, dan mimpi buat liat babang Chris Martin secara langsungpun udah saya buang jauh-jauh, sampai temen saya Clara pun mengabari saya lewat whatsapp begini.
Clara: "Teh Nisa, mau nonton Coldplay engga di Frankfurt? Buruan bales!!"
Saya: Langsung fast respond, "Mau lahhhhh. Sama siapa?? Harga tiketnya berapa???"
Clara: "Sama orang Indo, Ibu Muda. Engga usah bayar, GRATIS. Teteh bisa ga?"
Eh tunggu, itu engga salah Clara nulis gratis. SERIUSAAAANNN?!
Saya: "Seriusan gratis? Ih kok bisa?? Gimana caranya??? Mauuuuuu!!!"
Clara: "Seriusan nih ya mau??? Aku kasih kontak kamu ke Ibu itu ok. Asik-asik ada yang nonton konser gratis hihi."
Ternyata, usut punya usut, Clara baca di forum Backpacker International di Facebook, kalau ada seorang ibu muda yang awalnya mau nonton konser Coldplay di Frankfurt bareng sama anak perempuannya. Tapi karena anak perempuannya ternyata udah masuk kuliah, batal lah si anak ikut dan terpaksa si ibu pergi sendiri nonton konser. Mungkin karena iseng, akhirnya si Ibu nulis di forum itu, dan ngajak nonton bareng buat siapa aja yang tinggal di Frankfurt, secara cuma-cuma temenin doi nonton dan gratis. Iya GRATIS. Engga bayar apa-apa. Gokil kan. Nah, untungnya temen saya, Clara orang pertama yang liat postingan ibu itu, dan dia ingat kisah naas nan tragis saya yang batal nonton konser dan amat sangat kebetulan juga kalau saya juga berdomisili di Frankfurt, jadi Clara merekomendasikan saya ke ibu itu. Emang yah, kalo namanya rejeki ya engga akan kemana, akhirnya saya lah yang beruntung nemenin Ibu itu (saya panggil beliau Mba Nisa), namanya sama pula, Annisa juga hehehe..
Saat nonton konser, kami ketemu juga dengan beberapa orang Indo, dan juga ada yang jauh-jauh cuma datang ke Frankfurt demi nonton konser Coldplay. Sungguh sangat berdedikasi! Konser Coldplay sudah di mulai dari pukul 7 malam dengan penyanyi pembuka Tove Lo. Deg-degan sudah mulai nih.. Detik-detik ngeliat secara langsung babang Chris Martin sebentar lagi kesampaian.
Sampai akhirnya pukul setengah 9 malam, babang Chris Martin cs naik panggung dan semua pun mulai histeris. Lagu A Head Full Of Dreams pun menjadi lagu pembuka, disusul lagu Yellow, Every Teardrop Is a Waterfall, The Scientist dll... Engga bisa dipungkiri, konser Coldplay adalah konser termegah, terkeren dan teremosional yang pernah saya tonton. Tata panggung, tata lampu dan sounds nya itu lohhhhhh semua-muanya kereeeeen bangeeeeeet!!! Bener-bener cocok sama judul konser kali ini, A Head Full of Dreams. SUPER MEGA GEIL!!!! Babang Chris martin pun bener-bener energic di panggung, loncat sana loncat sini....
Konser selama nyaris 2,5 jam engga berasa sama sekali dan kami sepanjang konser selalu nyanyi dan amat sangat enjoy. Total 23 lagu yang dibawain sama babang Chris Martin, dengan lagu penutup Up&Up. Saya paling emosional saat denger lagu The Scientist, Everglow dan Fix You dibawain. tersayat-sayat hati eneng bang......
Pokoknya big big thanks buat Mba Nisa dan Clara yang sudah berbaik hati membuat saya bahagia. Hal yang tadinya udah dipikir mustahil, ternyata kejadian! Huhuhu ku terharu. THANKS A LOT :*
Cheers,
Annisa A.
Pergi Hiking ke Preikestolen, Norwegia
Stavanger, 19 Agustus 2018
Akhirnya saya sampai Norwegia!! Yes, salah satu negara di Skandinavia ini lumayan telat untuk saya kunjungi. Pertama karena rasa malas saya untuk pergi ke Scandinavian coutries yang amat sangat mahal, cuaca yang hampir selalu buruk dan (menurut saya loh ya) historical story nya kurang menarik gitu ehehehehe... Tapi yah, toh saya ke sini juga dan akhirnya menyesal kenapa baru memutuskan pergi ke scandinavia coutries, karena masalah pemandangan alamnya engga ada yang ngalahin!!! Penerbangan dari Hamburg menuju Stavanger kurang lebih memakan waktu 4 jam, karena saya harus transit dulu selama 1 jam di Amsterdam untuk ganti pesawat. Saya naik KLM yang harganya paling reasonable (sekitar 200 Euro PP) dibanding dengan maskapai punya scandinavian coutries yang harganya bikin sesek napas...
Pertama sampai di Sola airport dan cuaca saat itu hujan. Btw, Stavanger ini merupakan kota kedua terbesar di Norwegia setelah ibukota Oslo. Mau tau engga jumlah penduduk Stavanger ada berapa? Jangan ketawa ya tapi. Jumlahnya kurang lebih
Preikestolen, atau yang orang kenal dengan Pulpit Rock merupakan salah satu atraksi turis yang berada di kawasan Rogaland. Dari Stavanger, kami harus naik kapal Ferry dengan harga 40 Euro/orang. Saat itu cuaca cukup bagus, berawan dan tidak hujan. Perfect timing untuk melakukan hiking. Perjalanan kurang lebih memakan waktu sekitar 1,5 jam sampai garis start trek hiking. Preikestolen merupakan tebing yang mempunyai tinggi sekitar 600 meter. Untuk mencapai puncak, kami harus hiking selama kurang lebih 2-2,5 jam dengan rute yang sudah ada dan rutenya sangat bersahabat untuk anak-anak walau sedikit curam dan licin. Saat kami naik, banyak juga keluarga bersama anak-anak yang pergi hiking.
Setiap tahun, sekitar 200ribu turis datang untuk mencapai puncak Preikestolen. Begitu sampai di atas, pemandangannya cantik sekaliiii!! Rasa capek 2 jam kami terbayar dengan pemandangan yang sulit digambarkan dengan kata-kata.
Winterferien Ende des Jahres 2016
Frankfurt, Desember 2016.
Endlich kommt den Winterferien! Nah, untuk Winterferien kali ini rute jalan-jalan saya bener-bener gila! Hahahaha.. Rute perjalan saya terbagi kedalam tiga bagian yakti Part 1 adalah Frankfurt-Hamburg-Berlin-Krakaw-Bratislava-Vienna-Frankfurt. Part 2 adalah Frankfurt-Wiesbaden-Kassel-Marburg-Frankfurt, serta part 3 adalah Frankfurt-Heidelberg-Amsterdam-Frankfurt. FYI, semua acara jalan-jalan ini saya lakoni dengan menggunakan transportasi bus sodara-sodara *prok prok prok*. Luar biasa bukan???? Semua saya lakukan dalam kurun waktu kurang lebih 2 minggu, dimulai dari tanggal 21 Desember 2016 s/d 6 Januari 2017.
Pasti ada pertanyaan, "Gila banyak banget!! Kuat itu badannya???" "Behhh abis berapa itu buat trip???" dll.. Oke-oke akan saya jawab semua pertanyaan tersebut satu-satu ya.....
Jadi gini, kalo ditanya badan akan kuat atau engga? saya akan jawab, dikuat-kuatin hehehe. Ya balik lagi itu semua adalah konsekuensi saya yang sudah membuat jadwal trip sepadet itu. Rahasianya adalah tidur yang cukup, makan yang banyak, tolak angin engga boleh lupa setiap hari daaaannn tukang pijit yang siap siaga dimana pun dan kapan pun (baca: temen sendiri) fufufufu... Untuk masalah budget, saya tipikal orang yang well prepare, dari awal pokoknya sudah menyiapkan segala macam buat trip, seperti booking ticket akomodasi ataupun booking hotel serta objek wisata. Jadi bisanya harganya pun akan jauh lebih murah dibanding kalau booking didekat dekat hari keberangkatan. Contohnya aja, temen saya yang nyusul ikutan trip, doi harus mengeluarkan hampir dua kali budget yang saya keluarkan. Jadi perlu diinget, persiapan itu penting sodara-sodara! Satu lagi, jangan lupa buat spend uang kalian buat liburan! Penting tuh! Kalo saya 5 Euro/hari kudu masuk celengan sampe hari keberangkatan. Lumayan banget hasil nabung selama 3 bulan hohoho...
Pada Trip Part 1 saya memulai dari Hamburg. Saya menginap dua malam di tempat sahabat, Nia yang sekarang pindah kuliah di Hamburg dan ikutan juga dalam trip part 1. Kami lanjut berangkat ke Berlin tapi engga pake nginep, cuma transit aja di Berlin untuk menuju Krakaw. Kebetulan saat di Berlin, baru aja terjadi peristiwa penyerangan teroris yang dicurigai pelakunya adalah IS yang menyerang Weihnachtsmarkt (Pasar Natal) yang menewaskan seengganya 12 orang dan 49 orang luka-luka. *mari kita berdoa buat para korban dan keluarga yang ditinggalkan*. Personel jalan-jalan part 1 ini lumayan banyak, ada Nia, Wiwit, Sari, Aini dan saya sendiri. Di Krakaw kami cukup selama 2 hari full, seharian di Bratislava dan 2 hari full di Vienna lalu kembali ke Frankfurt bersama gerombolan yang rencananya mau tahun baruan di tempat saya. Total 7 hari buat kami untuk melakukan trip part 1 ini.
Trip Part 2 singkat saya cuma lakukan seharian penuh, karena semua kota ini berada di dalam negara bagian Hessen. Frankfurt-Wiesbaden-Kassel-Marburg. Kali ini gerombolannya hanya Nazli, Adit dan saya. Trip ini pun dilakukan karena kebetulan kami dapet undangan ke Wiesbaden, dan setelah dipikir-pikir kenapa engga sekalian aja muterin negara bagian Hessen hehe. Sempet under estimate Hessen, ternyata Kassel dan Marburg cakep banget!
Untuk Trip Part 3, saya sempet istirahat sejenak dipotong tahun baruan di tempat saya. Saya dan teman-teman merayakan tahun baru bareng-bareng dan kamipun masak-masak makanan Indonesia hihihi.. Lumayan ngilangin kangen sama ayam bumbu bali, pempek, bakso, pangsit dan juga mie ayam. Nah trip part 3 ini personelnya adalah Sari, Kak Mala dan saya. Sari cuma ikut jalan ke Heidelberg dan balik pulang ke Frankfurt, sementara saya dan Kak Mala ngelanjutin ke Amsterdam.
So, begitulah kira-kira ringkatan liburan selama Winterferien kali ini. Buat detailnya, nanti akan saya (sudah dan belum) tulis per kota ya di blog ini biar sedep bacanya :)))))
Cheers,
Annisa A.
Visit Heidelberg (Again) In Winter
Heidelberg, 3 Januari 2017
Untuk ketiga kalinya saya menyambangi kota romantis yang ada di negara bagian Baden Wuttenberg, yakni Heidelberg. Entah kenapa saya engga pernah bosen setiap ada yang ngajakin ke kota ini, atau setiap temen ada yang dateng ke Frankfurt, pasti dengan senang hati saya setanin dan anterin buat main ke Heidelberg. Menurut saya kota ini punya pesona sendiri. Hawanya adem aja gitu kalo ke sini. Mungkin karena Heidelberg dibilang kota romantis oleh banyak orang hehe. Padahal mah objek wisatanya engga banyak, cuma ada Altstadt (kota tua), Alte Bruecke (jembatan tua) dan juga Schloss (kastil) nya. So, untuk ketiga kalinya saya ke Heidelberg untuk menemani Kak Mala, kakak kelas yang dateng buat seminar dan juga Sari, adik kelas waktu jaman kuliah S1.
Seperti biasa kami berangkat dari Frankfurt Hauptbahnhof pukul 10.00 dan sampai di Heidelberg Hauptbahnhof sekitar pukul 11.00. Karena engga sempet sarapan, maka kami langsung melipir cantik buat sarapan sekaligus makan siang di Mcd Hbf. Setelah amunisi penuh, kami langsung berangkat menuju objek wisata pertama yaitu Schloss Heidelberg. Kami turun di kota tua Heidelberg untuk naik Bergbahnen yang udah pernah saya ulas di sini. Suhu di Heidelberg menunjuk diangka -6 derajat yang cukup buat kami nafas engap-engapan karena disertai dengan angin yang lumayan kencang.
Cheers,
Annisa Asanti
Rabu, 01 Juni 2016
Heidelberg, the small yet beautiful city
Karena saya yang udah dua kali ke kota ini, maka saya ditunjuk (uhuk) menjadi tour guide selama di sana. Kami berangkat dari Frankfurt sekitar pukul 09.00 dan sampai di Heidelberg sekitar pukul 10.10 dengan harga tiket PP sekitar 16€. Mau cerita ah sedikit tentang Heidelberg kek mbak-mbak tour guide. Jadi, Heidelberg adalah sebuah kota otonom (Kreisfreie Stadt) di negara bagian Baden-Württemberg yang terletak di tepi sungai Neckar. Kota Heidelberg terkenal dengan kastil, kota tua, dan universitas tua yang sangat terkenal di dunia, yakni Heidelberg University. Sampai tahun 2008, lebih dari 145.000 penduduk tinggal di kota seluas 109 km² (42 mil²) ini.
Kota Heidelberg itu engga gitu besar, menurut saya bisa lah diexplore dalam waktu sehari aja. Objek wisatanya cuma ada di sekitaran old town, kastil dan juga universitas nya aja, dan itu semua masih ada di dalam satu wilayah. Pertama-tama yang kami kunjungin adalah wilayah Altstadt atau kota tua. Kami makan ice cream karena belum terlalu laper tapi apa mau dikata mulut iseng banget mau ngunyah.
Kalo jalan kaki ke Schloss nya bisa sekitar 1 jam lebih, tapi naik Bergbahnen engga sampe lah 5 menit. Huh kzl berbih! Okelah daripada kesel, lebih baik muterin Schloss nya ya sambil foto-foto. Sampe diatas, pemandangannya emang bener-bener kece badai! Hampir semua bagian kota Heidelberg keliatan dari atas dan juga sungai Neckar di sebelahnya. Bagus deh pokoknya!!
By the way, karena Schloss Heidelberg ini bener-bener udah tua, maka yang tersisa hanya puing-puing bangunan nya ajah. Di dalam komplek Schloss Heidelberg juga terdapat Deutsches Apotheken Museum (Museum Apotik Jerman) dan juga semacam tong besar yang dulunya berisi Wein. Di dalam Museum Apotik Jerman sendiri ada berbagai macam obat-obatan dan bagaimana caranya orang Jerman dulu dalam membuat obat, dari masih menggunakan alat tradisional sampai modern. Ya gitu lah pokoknya, saya ga terlalu tertarik di Museum ini hehehe :P
Kami pergi ke Schlossgarten setelah puas ada di dalam Museum. Garten nya lumayan luas, banyak patung-patung, air mancur dan engga ketinggalan tentunya patung mbah Goethe juga ada :D
Daaaannn, kami kembali lagi ke Altstadt untuk makan sore (makan siangnya kelewatan hehe) Kebetulan ada Resto Kebap yang penuh banget! Kami pun kepo dan akhirnya ikutan ngantri buat makan di situ. Nama resto nya Yufka's. Ternyata Kebap nya emang juara! Porsinya besar banget pula.
Cheers,
Annisa A.
Senin, 29 Februari 2016
Nyaris Kena Denda 60 Euro Di Berlin
Saya sampai di Berlin pukul 12.30 dan langsung beli Tageskarte Berlin ABC seharga 7,60 Euro. Sebenernya kalau cuma mau muterin sekitaran dalam kota Berlin cukup beli Berlin AB aja yang harganya 7 Euro, Tapi karena parno daripada kena denda karena salah beli tiket, akhirnya saya beli tiket Berlin ABC yang bisa sampe Potsdam.
Tiket Berlin ABC udah di tangan. Sip! Saatnya saya eksplor Berlin sambil nunggu jam 2 siang buat check-in Hostel. Berbekal aplikasi VBB Bus & Bahn (aplikasi untuk transportasi di Berlin), saya sampai di Alexander Platz ga pake nyasar-nyasar. Langsung cari tempat makan, karena bingung akhirnya liat anak-anak muda yang jalan bergerombol ke Burger King, karena masih merasa muda, akhirnya saya juga ikutan makan di sana. Selesai makan dan kenyang, saya muterin Alexanderplatz yang emang terkenal sebagai Einkauftzentrum (Pusat Perbelanjaan) di Berlin. Di sana Ada Primark juga loh! Niat saya dari awal udah jelas terpatri di jiwa, raga dan sanubari, kalau saya engga boleh belanja! Niat pun terlaksana, saya engga belanja. Ihiy!
Setelah puas muterin Alexanderplatz, saya naik U-Bahn (metro) buat sampai di Hostel yang akan diinepin. Cuma satu stasiun dari Alexanderplatz. Sebenernya saya bisa jalan, tapi karena udah beli Tageskarte sayang aja gitu udah beli mahal tapi ga dipake semaksimal mungkin. Udah Check-in di Hostel, saya pun mulai mengeksplor Berlin.
Singkat cerita, setelah nyaris udah 4 jam-an saya muterin Berlin pake S-Bahn maupun U-Bahn, belum ketemu tuh sama Kontroller yang suka dateng macam syaiton. Ghoib pemirsa. Akhirnya, begitu mau menuju Brandenburger Tor, yang saya tunggu-tunggu dateng juga, si Kontroller (dua orang) tiba-tiba dateng periksain tiket para penumpang. Saya sih selow aja ya karena punya tiket, Berlin ABC pula yang which is engga mungkin lah saya didenda gegara salah beli tiket. Secara udah beli tiket yang untuk perjalanan paling jauh gitu loh. *sotoy mode on*
Eh tapi ternyata, pas si mas kontroller itu liat tiket saya,
"Haben Sie Ihr Ticket noch nicht entwertet?", doi bilang.
Lalu seketika saya langsung "Heeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee????"
"Sie mussen Ihr Ticket erstmal entwerten.."
MATIK LAH GUEEEHHHH!! Jadi intinya, ternyata sebelum naik transportasi di Berlin saya kudu, wajib, harus mengaktifkan tiket supaya berlaku untuk hari itu. Singkatnya saya salah dan saya bisa kena denda 60 Euro karena engga taat peraturan. Mamah gimana inih! Akhirnya, di stasiun berikutnya saya turun sama si mas-mas Kontroller itu. Malu banget cuy diliatin orang-orang disangka Schwarzfahrer (penumpang gelap). Hiks. Si mas Kontroller menyangka kalo saya adalah Turis di Jerman dan intinya dia bilang saya engga taat peraturan dan KUDU bayar 60 Euro ke dia. Bisa boncos kan kalo giini caranya. Sayapun bilang kalau saya engga bawa uang cash ke mas Kontroller dan kalo saya bukan Turis di Jerman, saya tinggal di Frankfurt (pinggiran) dan jelasin juga kalo di Frankfurt engga perlu aktifin tiket sebelum naik kendaraan umum. Saya kasih Personalausweis (KTP sini) ke doi supaya doi tambah yakin kalau saya ga bohong. Sampai begitu dia liat Personalausweis, barulah dia sedikit baik. Mukanya udah engga garang lagi kaya pas nangkep saya yang tiketnya belum diaktifin. Asyem emang. Doi pun menjelaskan, karena banyak turis yang model kasusnya kaya saya, "pura-pura" ga aktifin tiket supaya tiketnya bisa dipakai sampa besok-besok. Akhirnya saya "dibebasin" sama si mas Kontroller (baik) itu di Stasiun Brandenburger Tor. Sayapun bilang terima kasih karena engga harus membayar Strafe 60 Euro. Fiuh! Si mas Kontroller sampe ngajarin saya segala buat aktifin tiketnya.
Setelah mas Kontroller itu pergi dan saya liat tiket nya, memang terpampang jelas disitu, bahwa kita harus mengaktifkan tiketnya sebelum naik kendaraan umum di Berlin. HAHAHAHAH! Pinter kan saya, engga baca tiketnya, ngerasa udah bener karena berasa udah beli tiket. *toyor*
Terima kasih mas Kontroller baik hati...
Aku engga jadi kena denda 60 Euro..
Berkatmu, aku bisa masuk keluar Museum dan makan enak...
Ai Lop Yu Fullllllllllll.....
So, Moral of the story adalah telitilah sebelum membeli tiket dan janganlah menjadi orang sotoy seperti saya.........
Cheers,
Annisa A.
Rabu, 18 November 2015
Salut de Paris!
Cheers,
Annisa A















































