Tampilkan postingan dengan label FUN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FUN. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 November 2018

Ketinggalan Kereta ICE ke Munchen



Hamburg, 22 Februari 2018


Hola hola! udah lama banget saya engga ngeblog yah. Maklumlah segala urusan pindahan dari Frankfurt ke Hamburg dan perkuliahan yang sekarang menyita perhatian hehe. Jadi gini, tepatnya 2 minggu yang lalu, saya dan Nia secara impulsif pengen liburan bareng ke Munchen, tepatnya mengunjungi Schloss Neuschwanstein di daerah Bayern, Jerman. Berbekal tiket kereta ICE murah yang kami dapat seharga 40 Euro untuk PP maka berangkatlah kami ke sana. Cihuy!


H-1 saya dan Nia masih punya acara masing-masing. Nia harus bekerja dan saya ngumpul-ngumpul sampe malem bersama teman-teman. Padahal jadwal kereta kami besok paginya adalah pukul 04.55 pagi, tapi biasalah kami yang berpikir semua sudah biasa untuk bangun pagi dan juga sudah biasa traveling pasti engga akan miss kereta di subuh buta itu.


Malang engga bisa ditolak, paginya ternyata benar kami ketinggalan kereta menuju Munchen. OH MY GOD! Jadilah kami sama-sama bengong begitu bangun. Nia yang biasanya selalu saya bangunin setiap mau trip, sekarang dia yang telefon saya, "Tannnnn, bangun jam setengah 5 nih. Ya Allahhh kita ketinggalan kereta!" begitu katanya di telefon. Saya yang baru denger kata-kata itu langsung loncat dari tempat tidur, dan bolak balik kaya orang linglung. Begitu liat jam, jarum ja sudah menunjukan pukul 04.30, dan sudah engga akan sempat mengejar kereta menuju Hamburg Hauptbahnhof hiks. Hangus sudah tiket murah ICE kami....


Tadinya kami sempat kepikiran untuk membatalkan trip dadakan ke Munchen itu, tapi karena sayang tiket pulang ICE yang engga bisa diuangkan lagi (karena beli promo) dan belum tau kapan lagi akan punya waktu luang buat liburan, akhirnya kami memutuskan untuk tetap pergi ke Munchen naik Flixbus selama 13 jam seharga 25 Euro..... *KuatkanDanTeguhkanHatiKamiTuhan*


Moral of the story, jangan pernah punya agenda atau kegiatan sampai larut malam kalau besok paginya kudu harus berangkat pagi!!





Cheers,
Annisa A.



Senin, 29 Februari 2016

Nyaris Kena Denda 60 Euro Di Berlin


Saya sampai di Berlin pukul 12.30 dan langsung beli Tageskarte Berlin ABC seharga 7,60 Euro. Sebenernya kalau cuma mau muterin sekitaran dalam kota Berlin cukup beli Berlin AB aja yang harganya 7 Euro, Tapi karena parno daripada kena denda karena salah beli tiket, akhirnya saya beli tiket Berlin ABC yang bisa sampe Potsdam.

Tiket Berlin ABC udah di tangan. Sip! Saatnya saya eksplor Berlin sambil nunggu jam 2 siang buat check-in Hostel. Berbekal aplikasi VBB Bus & Bahn (aplikasi untuk transportasi di Berlin), saya sampai di Alexander Platz ga pake nyasar-nyasar. Langsung cari tempat makan, karena bingung akhirnya liat anak-anak muda yang jalan bergerombol ke Burger King, karena masih merasa muda,  akhirnya saya juga ikutan makan di sana. Selesai makan dan kenyang, saya muterin Alexanderplatz yang emang terkenal sebagai Einkauftzentrum (Pusat Perbelanjaan) di Berlin. Di sana Ada Primark juga loh! Niat saya dari awal udah jelas terpatri di jiwa, raga dan sanubari, kalau saya engga boleh belanja! Niat pun terlaksana, saya engga belanja.  Ihiy!

Setelah puas muterin Alexanderplatz, saya naik U-Bahn (metro) buat sampai di Hostel yang akan diinepin. Cuma satu stasiun dari Alexanderplatz. Sebenernya saya bisa jalan, tapi karena udah beli Tageskarte sayang aja gitu udah beli mahal tapi ga dipake semaksimal mungkin. Udah Check-in di Hostel, saya pun mulai mengeksplor Berlin.

Singkat cerita, setelah nyaris udah 4 jam-an saya muterin Berlin pake S-Bahn maupun U-Bahn, belum ketemu tuh sama Kontroller yang suka dateng macam syaiton. Ghoib pemirsa. Akhirnya, begitu mau menuju Brandenburger Tor, yang saya tunggu-tunggu dateng juga, si Kontroller (dua orang) tiba-tiba dateng periksain tiket para penumpang. Saya sih selow aja ya karena punya tiket, Berlin ABC pula yang which is engga mungkin lah saya didenda gegara salah beli tiket. Secara udah beli tiket yang untuk perjalanan paling jauh gitu loh. *sotoy mode on*

Eh tapi ternyata, pas si mas kontroller itu liat tiket saya,

"Haben Sie Ihr Ticket noch nicht entwertet?", doi bilang.

 Lalu seketika saya langsung "Heeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee????"

"Sie mussen Ihr Ticket erstmal entwerten.."

MATIK LAH GUEEEHHHH!! Jadi intinya, ternyata sebelum naik transportasi di Berlin saya kudu, wajib, harus mengaktifkan tiket supaya berlaku untuk hari itu. Singkatnya saya salah dan saya bisa kena denda 60 Euro karena engga taat peraturan. Mamah gimana inih!  Akhirnya, di stasiun berikutnya saya turun sama si mas-mas Kontroller itu. Malu banget cuy diliatin orang-orang disangka Schwarzfahrer (penumpang gelap). Hiks. Si mas Kontroller menyangka kalo saya adalah Turis di Jerman dan intinya dia bilang saya engga taat peraturan dan KUDU bayar 60 Euro ke dia. Bisa boncos kan kalo giini caranya. Sayapun bilang kalau saya engga bawa uang cash ke mas Kontroller dan kalo saya bukan Turis di Jerman, saya tinggal di Frankfurt (pinggiran) dan jelasin juga kalo di Frankfurt engga perlu aktifin tiket sebelum naik kendaraan umum. Saya kasih Personalausweis (KTP sini) ke doi supaya doi tambah yakin kalau saya ga bohong. Sampai begitu dia liat Personalausweis, barulah dia sedikit baik. Mukanya udah engga garang lagi kaya pas nangkep saya yang tiketnya belum diaktifin. Asyem emang. Doi pun menjelaskan, karena banyak turis yang model kasusnya kaya saya, "pura-pura" ga aktifin tiket supaya tiketnya bisa dipakai sampa besok-besok. Akhirnya saya "dibebasin" sama si mas Kontroller (baik) itu di Stasiun Brandenburger Tor. Sayapun bilang terima kasih karena engga harus membayar Strafe 60 Euro. Fiuh! Si mas Kontroller sampe ngajarin saya segala buat aktifin tiketnya.

Setelah mas Kontroller itu pergi dan saya liat tiket nya, memang terpampang jelas disitu, bahwa kita harus mengaktifkan tiketnya sebelum naik kendaraan umum di Berlin. HAHAHAHAH! Pinter kan saya, engga baca tiketnya, ngerasa udah bener karena berasa udah beli tiket. *toyor*

Terima kasih mas Kontroller baik hati... 

Aku engga jadi kena denda 60 Euro.. 

Berkatmu, aku bisa masuk keluar Museum dan makan enak... 

Ai Lop Yu Fullllllllllll.....

So, Moral of the story adalah telitilah sebelum membeli tiket dan janganlah menjadi orang sotoy seperti saya.........




Cheers,
Annisa A.

Kamis, 18 Februari 2016

Serasa Mimpi Berada di Stadion San Siro


Jantung saya serasa mau copot saking deg-degannya karena akhirnya kesampaian juga merealisasikan impian dari jaman SMP, cinta pertama saya kepada klub sepakbola, AC Milan yaitu ke Stadion San Siro. OH MY GOD!!! Stadion ini tentu aja bukan sembarang Stadion, karena merupakan 'kandang' dari dua klub besar, yakni AC Milan dan Inter Milan. Saya sebagai Milanisti (sebutan buat fans AC Milan) tentu aja punya mimpi untuk menyambangi markas klub ini.


Stadion San Siro ini terletak di daerah San Siro, tepatnya di Via Piccolomini 5. Jadi, pada awalnya stadion San Siro adalah markas dari AC Milan, sampai akhirnya Milan harus berbagi "rumah" dengan tim bebuyutan yang juga sekota yakni, Inter Milan. Nah, untuk masalah penggunaan nama, masing-masing suporter punya sebutan yang berbeda buat stadion ini. Untuk para Milanisti (termasuk saya), lebih senang menyebut stadion ini dengan nama San Siro Stadion, sementara untuk Interisti, lebih senang menyebut dengan nama Giuseppe Meazza Stadion. FYI, Giuseppe Meazza sendiri adalah nama pemain yang pernah membela kedua klub ini, Milan dan juga Inter.


THIS IS IT, STADION SAN SIROOOOO!!


Kali ini saya menyambangi San Siro bersama sohib lainnya, Haqqo karena kami sama-sama penggila bola. Nia lebih milih buat ngerjain presentasinya sambil nyeruput kopi di daerah Duomo. Rencananya kami mau mengunjungi San Siro Museum, karena rasanya ga cukup cuma liat Stadion dari luarnya aja. Museum buka dari pukul 10 pagi dan tepat pukul 10 kami udah sampe disana. Tiket masuknya seharga 17 Euro untuk masuk san siro museum dan juga stadion san siro. Lumayan mahal sih, tapi sekali lagi, "uang dapat dicari, tapi kenangan tidak dapat dibeli". Tsadap!



Begitu sampai di dalam San Siro Museum, semua benda-benda bersejarah antara dua klub bebuyutan itu berjejeran sangat rapi. Di mulai dari patung dua kapten keseblasan AC Milan dan juga Inter, yaitu Paolo Maldini dan juga Javier Zanetti. Yang paling membuat saya amazing tentu aja trophy-trophy yang dipajang disana. AAAKKK!! Piala Liga Champions, Super Copa, Liga Italia, Intercontinental, UEFA Cup, dll semua dipajang disana. Banyak juga benda-benda historikal lainnya seperti seragam sepak bola dan juga bola yang dipakai di pertandingan-pertandingan penting, seperti derby milano, final liga champions atau UEFA cup. Ohya, di sini kami ketemu banyak turis dari Indonesia loh :D



di dalam san siro museum



Trophy Champions League!





Salah satu spot yang paling saya cari adalah barang peninggalan pemain bintang dari ke dua klub tersebut. Saya cari-cari jodoh masa depan (maunya sih gitu), sampe akhirnya saya dipertemukan Tuhan sama (barang peninggalannya) Kaka!! Dari mulai baju, tanda-tangan sampai foto Kaka lengkap semua ada disitu. Aaaaakkkkkkk! Saya seperti dipertemukan sama jodoh. *nangis terharu*. Saya pandangi lekat-lekat benda-benda yang pernah dipake Kaka. Ya Allah, ini engga mimpi kan?? Ini semua nyata bukaan?? #lebeh


Foto bersama (barang-barang) Kaka


Puas muterin San siro museum dan mandangin barang-barang Kaka *teteup*, saya dan Haqqo bergerak menuju Stadion. Sebelum masuk ke Stadion kami masuk ke bagian ruang ganti pemain AC Milan dan Inter. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAKKKKKKKKK Trio Belanda, Paolo Maldini, Kaka, Shevchenko, Gatusso, Pirlo, Nesta, Crespo, Ronaldinho, Beckham, dkk pernah duduk-duduk sambil bertelanjang dada disini. *tampar* *kemudian histeris lagi* 


kursi-kursi di ruang ganti AC Milan





 Ruang ganti Inter Milan 


Lanjut, kami jalan ke Stadion Utama San Siro. Beh rasanya beda banget euy sama GBK! Stadion yang dulunya cuma bisa saya liat di tv ajah, tiap minggu saat nonton pertandingan AC Milan, akhirnya bisa nginjek rumput San Siro! #CitacitaAimKesampaianJugaYaOloh. Stadion ini seenggaknya bisa menampung 89.000 penonton. Gede banget kan macem GBK!













Ga kerasa, saya dan Haqqo udah 5 jam muterin Stadion San Siro. Kami bergegas cus balik ke Duomo buat janjian balik sama Nia yang udah nungguin daritadi ( kami ngarep sejam ;p) Pokoknya, pengalaman Ke Stadion San Siro magnificooooooooo!! Serasa mimpi!!!!!! :D








Cheers,
Annisa A.

Senin, 30 Maret 2015

Koper Yang Tertinggal Di Incheon Airport


YUHUUUUUU FINALLY I'M IN SOUTH KOREAAAAAA......



Senyuman engga pernah lepas dari muka gue semenjak ban pesawat menapak di tanah Incheon *lebay*. Sahabat gue, Cyn sampai bilang gini, " Nis, jangan senyam-senyum terus, belum afdol kita ke Korea kalo belum dapet cap di imigrasi nanti. Hahahaha..." Bangcat kan sohib gue satu ituh :))) Pramugari memberitahukan kalau suhu di luar saat ini adalah 0 derajat. Hahahaha mamam deh nis! Ah tapi engga apa-apa, harus kuat karena yang penting udah satu udara sama urri oppa muehehehehehe xD



Setelah turun dari pesawat, kami bertiga pergi menuju tempat imigrasi. Ternyata untuk sampai ke tempat imigrasi, kami terlebih dahulu harus naik kereta. Kece banget ya ini bandara! *nisa mulai norak* Sesampainya di imigrasi, akhirnya gue berkesempatan mempraktekkan bahasa Korea alakadarnya langsung dengan orang Korea. "Anyeonghaseyo..." Itu adalah bahasa Korea yang pertama gue bisa huahaha ;P Eonnie bandara Incheon senyum ramah sambil mengamati. Setelah difoto dan passport dicap resmilah sudah gue ada di Korea. YIHAAAAAAAA :))))))




Imigrasi Bandara Incheon


Kami turun ke bawah untuk mengambil koper. Koper Pyo udah.. Koper gue udah... Tinggal koper Cyn. 10 menit... 20 menit... 30 menit.... Koper Cyn tak kunjung muncul. Wah gawat nih! Kami udah mulai parno. Hal-hal aneh udah mulai menghantui kami. Takut kopernya diambil orang lah, takut kopernya ketukerlah, takut kopernya engga kebawa lah. Akhirnya setelah hopeless kami pergi ke bagian pengaduan di bandara. Cyn menceritakan kronologis dan ciri-ciri kopernya. Kebetulan petugas yang berada di tempat pengaduan adalah oppa-oppa. Eeaaaaaa sekalian dimodusin dikit bisa kali nih ya ;p Nama oppa itu Lee Soo Kyu. Setelah dengerin penjelasan Cyn, oppa Soo Kyu bilang, kemungkinan besar koper Cyn engga terbawa dan masih ada di KL Airport. WHAATT?! *pukpuk Cyn* 



Soo Kyu oppa meminta maaf atas kejadian yang telah menimpa Cyn. Cyn yang tadinya udah kesel begitu liat si oppa senyum manis langsung kalem. Yedaahhhh :)) Oppa bilang besok kopernya akan dikirimkan ke guesthouse tempat kami menginap. Jadi, kami cukup menulis alamat hotel saja.









Arrival Hall Incheon Airport



Jam menunjukkan pukul 09.30 dan naga yang ada di perut kami meraung-raung minta untuk diisi. Setelah berputar-putar sambil melihat betapa besar dan megahnya Incheon Airport itu, kami end up untuk sarapan di McD *ujung-ujungnya Mekdi* Kami memesan paket menu sarapan Chicken Egg Muffin seharga 3,800 won.





Campuran muka kelaperan, kecapean dan belum mandi :(



Mimi susu :D



Perut sudah kenyang, saatnya kami pergi menuju guesthouse tempat kami menginap. Kami pergi ke GS25 untuk membeli T-Money seharga 3,000 won. Apa sih T-Money itu? T-Money adalah semacam kartu pembayaran untuk semua jenis transportasi di kota Seoul. Mulai dari Subway, Bus dan juga Taksi bisa menggunakan kartu T-Money ini. Sangat praktis! Engga lupa kami top-up sebesar 30,000 won untuk akomodasi kami selama 10 hari di Seoul. 


Tempat kami membeli T-Money



Gueshouse tempat kami menginap ada di daerah Myeongdong. Untuk sampai ke sana sebenarnya ada dua alternatif. Kami bisa naik subway dari airport atau naik Limousine Bus. Gue akan menjabarkan plus minus kedua transportasi massa tersebut. Kalau kami naik subway, memang harganya akan jauh lebih murah dibandingkan naik Limousine Bus, bisa sekitar 4,000 won. Tapi, (FYI) kami harus transit di seoul station terlebih dahulu dan itu sangat menguras tenaga karena stasiun-stasiun di Seoul sangaattt besar. Kita harus transit dengan menggerek koper dan naik turun tangga. Iya, tangga loh bukan eskalator atau lift. Walaupun ada juga sih beberapa stasiun yang sudah menggunakan eskalator. Belum lagi kalau pake nyasar-nyasar. Alamak ngebayanginnya aja udah engga sanggup barbie.. Huhuhu. Sesuai dengan rencana awal, kami memilih untuk naik Limousine Bus dengan membayar sebesar 10,000 won. Tujuan kami ialah Namdaemun Market. Jadi kami naik bus nomer 6015. Perjalanan dari airport menuju Namdaemun Market Bus Stop sekitar 1 jam. 


Engga paham sama tulisannya T.T



Salah satu yang gue acungkan jempol buat Korea adalah mereka memberikan fasilitas wifi dimana-mana. Tanpa di lock-lock. Gratisan bok! Cepet banget lagi! Di limousine bus pun saya bisa dengan lancar cek-cek whatsapp sambil update path ;p





We are ready to go!




Jadwal limousine Bus nomer 6015



So, it is just a beginning, not an end! Enjoy South Korea, enjoy the journey.... :D







Cheers,

Annisa A.





  

Rabu, 14 Januari 2015

South Sulawesi Trip: Day 2


Berikut adalah lanjutan cerita gue bersama teman-teman saat kami melakukan South Sulawesi Trip. Mudah-mudahan engga basi yaaa :)))




Pagi hari, kami yang udah ditunggu oleh Pak Bilqi untuk bersnorkle ria. Pukul 7 teng, setelah sarapan pisang goreng di Riswan Guesthouse tanpa mandi kami pergi ke pantai, tempat janjian kami dengan doi. Ciyee ciyee janjian sama Pak Bilqi...





Langsung ajah, engga lama setelah ketemu Pak Bilqi kami bertujuh naik speed boat menuju pulau pertama tujuan kami kali ini, yaitu Pulau Kambing. Ternyata usut punya usut Pulau Kambing itu engga berpenghuni (versi Pak Bilqi). Makanya dinamai Pulau Kambing karena penghuninya hanya binatang hehe. Yang belum tau tentang Pulau Kambing, banyak yang bilang kalau Pulau Kambing adalah must visitnya Tanjung Bira. Kenapa? Karena karakter taman laut di sini mirip-mirip dengan taman laut Bunaken. Disini, spot buat snorklenya super duper kece! Lautnya keliatan gradasi warna biru tua, biru muda sampai tosca. Subhanallah....... Di perjalanan ke Pulau Kambing, kami disambut oleh kerumunan lumba-lumba yang berenang di samping speed boat kami. Tapi sayang kami ga sempat mengabadikan moment itu karena keasikan liat lumba-lumba dari deket. Huhu 



Tepi Pulau Kambing




 Saatnya mulai Snorkle :D


Terumbu Karang di Pulau Kambing


Tim snorkle kami dibagi dua. Tim pertama terdiri dari Risa, Unni, Cyn, dan gue. Tim kedua Haqqo, Buja dan Tika. Setiap tim punya waktu sekitar satu jam buat snorkle keliling Pulau Kambing ditemenin sama Pak Bilqi. Begitu melihat dasar lautnya, Speechleeeeeess! Juranng-jurang curam yang ada di dasar laut ditumbuhi berbagai terumbu karang cantik dan banyak ikan-ikan hias warna warni bisa kalian liat disini. Even words can't describe... *lebeh*




Turun dari Speedboat *abaikan muka gue* 

Setelah puas snorkle berkeliling Pulau Kambing, Pak Bilqi mengajak kami ke destinasi kedua, yaitu Pulau Liukang Loe. Nah pulau ini baru dihuni oleh warga. Tapi katanya engga sampai dari 100 orang. Ada beberapa penginapan juga di Pulau Liukang Loe ini. Jam menunjukan pukul 10, karena matahari udah mulai ga santai, cuma Unni, Buja dan Cyn yang berenang disini, sementara sisanya yang kecapean dan takut item cuma nunggu di speed boat :p

Cyn si ga takut matahari :p




Di perjalanan balik, kami melihat ada semacam bangunan apung di tengah lautan. Kata Pak Bilqi itu adalah tempat penangkaran penyu. Langsung aja kami minta diantar kesana. Untuk masuk, dipungut biaya 5.000 Rupiah per orang, bisa foto-foto sama penyu plus dapet welcome drink. Kalau kalian mau berenang langsung bareng Penyu, bisa juga loh! Tapi harus bayar lagi sebesar 10.000. Setelah puas foto-foto bareng penyu, kami bergegas kembali ke guesthouse karena harus berangkat kembali ke Makassar.


Setelah mandi dan pastinya sudah kembali cantik, kami berangkat kembali menuju Makassar. Di mobil, kami bertanya ke Pak Basri dimana tempat pembuatan kapan Phinisi. Kata Pak Basri tempat pembuatannya ga jauh dari sana. Ya sekalian sudahlah kami pergi kesana.


Total perjalanan kami kembali sampai Makassar sekitar 7 jam karena kami berhenti untuk makan siang. Sampai Makassar, jam menunjukan pukul setengah 8 malam dan perut kami sudah mulai bernyanyi merdu minta diisi makan. Pak Basri mengajak kami untuk makan Palubasa, yang lagi lagi murah pemirsah! Kami yang kelaperan sampai nambah dua kali dan budget awal yang sekali makan 50ribu masih ada kembaliannyah hihihi. Memang Makassar benar-benar surga makanan. Semua serba murah dan enaaakk!  


Selesai makan, kami diantar Pak Basri ke rumah saudara dari Haqqo. Sesampainya di rumah saudara Haqqo, kami disambut oleh welcome drink dan welcome food. *elus elus perut*. Saatnya istirahat, karena besoknya kami mau keliling kota Makassar. Yuhuuuuuuuuu




Cheers,
Annisa A.    

Selasa, 30 September 2014

Buah Tangan Kota Malang


Masih dalam rangka Bromo Trip, berhubung kedatangan kami (temen-temen dan gue) ke Bromo via kota Malang, jadilah free satu hari sebelum naik ke Bromo  dimanfaatkan buat keliling kota. Kami tiba di Stasiun Malang pukul 08.24 pagi. Total perjalanan dari Jakarta sampai Malang memakan waktu 16,5 jam yang udah termasuk 1 jam ngaret pemirsah hahahazzzz *pijit-pijit pantat*



Pukul setengah sembilan pagi, begitu keluar dari Stasiun Malang teman-teman dan gue udah ditunggu oleh Haqqo dan Wiwit yang sehari berangkat lebih awal dan juga driver yang akan menemani kami selama Bromo Trip ini. Rencana kami pada hari pertama akan mengunjungi Museum Angkut yang ada di Kawasan Wisata Batu, Malang. Gue yang belum sarapan, akhirnya sarapan pecel plus ayam goreng dan bakwan jagung seharga Rp. 10.000,-. Enak, kenyang dan murah :)))



Ini pertama kalinya buat gue dan temen-temen ke kota Malang. Jadi kami sangat excited! Hoooooo jadi ini toh Malang, mirip-mirip dikit sama Jogja ya.... Kata gue dalem hati. Kami melewati kawasan sekolah dan juga kampus. Rata-rata kampus di sana besar dan punya lapangan luas. Berbanding terbalik kalo dibandingin sama kampus-kampus di Jakarta yang punya lahan kecil, lapangan juga kecil. Sekalinya ada lapangan gede, eh dipake buat parkiran bzzz.



Karena kepagian, kami sempatkan untuk mampir sebentar ke Alun-alun kota Batu. Kota Batu sendiri terletak hanya 15 km dari kota Malang. Wilayah kota ini ada di ketinggian 700-1200 m dari permukaan laut, jadi wajar aja kalo kota ini dingin-dingin enak buat orang Jakarta hehe. Di Alun-alun, ada yang menarik perhatian gue, yaitu Bianglala besar dan warna-warni. Kalau mau naik, cuma dipungut biaya Rp. 3.000,-. Murah beneerr. Ohya, kami juga sempet minum air jeruk murni di depan Alun-Alun Batu. Harganya Rp. 5.000,- dan seger banget! Manis ga perlu pake gula.





Alun-Alun Batu

Bianglala Alun-alun 'cuma' 3ribu


selfie pertama kami :)))


Air jeruk murni


Setelah itu, kami bergegas ke Jatim Park 2 atau yang lebih dikenal dengan nama Batu Secret Zoo. Disana kami hanya berfoto-foto ria, engga masuk karena waktu yang mepet. Foto-foto di depannya aja bagus, apalagi di dalemnya yah. Huaaaaaaa nyesel kenapa di Malang cuma sebentar huhuhu.



single menahun meluk buaya :)))))


 Kegirangan di depan Museum Satwa

Secret Zoo


Pukul setengah dua belas, kami berangkat menuju Museum Angkut. Ternyata, parkiran yang tadinya masih sepi sudah padat dengan mobil-mobil. Tarif masuk Museum Angkut sebesar Rp. 85.000,- sudah termasuk entry masuk ke Museum Apung. FYI, kalau kalian bawa kamera dikenakan biaya Rp. 30.000,-. Kok gitu? Kata mbak-mbaknya, "Karena kami jual view, mbak..". Okeh!




 Spoiler Museum Angkut ;p

Spoiler Museum Angkut ;p


Setelah puas foto-foto di Museum Angkut, jam udah menunjukan pukul 3 sore, kami yang udah kelaparan memutuskan untuk makan di Pasar Apung, persis di samping Museum Angkut dan masih di dalam satu kawasan wisata. Setelah muter-muter cari makanan, gue memutuskan untuk memesan Cui Mie Ayam Crispy. Harganya cuma Rp. 12.000,- ajah. Perut kenyang, hati senang! Sekilas Cui Mie dan Mie Ayam keliatan sama, cuma yang membedakan sayurannya saja. Kalau Mie Ayam biasa pakai sawi, Cui Mie pakai daun selada. Setelah selesai, kamipun melanjutkan perjalanan menuju penginapan yang berada di kawasan Bromo yang menghabiskan waktu perjalanan kurang lebih 3 jam.




Pasar Apung, semacam Floating Market Lembang 


Penampakan Cui Mie. Enak! :3




Cheers,

Annisa A.

Minggu, 21 September 2014

#20factsaboutme




Karena ngepost #20factsaboutme lagi ngehits abis, plus ternyata gue juga ditag oleh beberapa temen-temen.... Maka gue, Annisa Asanti akan ngepost #20factsaboutme di sinih. (Karena ngepost di instagram is too mainstream :p) 



So here I go, #20factsaboutme :


1. Geminian. Selayaknya orang yang berbintang gemini, termasuk golongan moody, plin-plan, bosenan (in someways), tapi juga ga enakkan.


2. Family girl type. My family always come first. Second is my (crazy) friends :))).


3. Pelor. Nempel Molor. Gue bisa tidur dengan keadaan abnormal dan waktu tidurpun sangaaaaaat panjang.


4. Phobia sama Cicak. Sering ga tidur karena ada cicak di atap tempat tidur dan langsung ngebayanin kalo itu cicak jatuh. &!*(^%&%!Q^$^$%#$$(!! AAAAKKKKKKKKKK


5. Pemimpi tingkat tinggi dan over thinker.  Suka ngayal ga jelas dan kemana-mana. Kalau gue begini.... Kalau gue begitu.... Andai gue begini... Andai gue begitu.... 


6. Percaya dengan love at the first sight, but (I guess) no for a second chance...


7. Had a BIG crush at Ricardo 'Kaka' Izecson dos Santos Leite sejak jaman smp. Menurut gue cuma dia cowok yang mendekati sempurna hihihi. 


8. Cegibol. Cewe Gila Bola. Pertama suka klub dan negara sepakbola adalah Juventus dan Italia. Semenjak jaman SMP suka sama AC Milan. Saking sukanya pernah seminggu nangis gegara AC Milan kalah di UCL lawan Liverpool. For now, AC Milan, Arsenal, Brasil and Germany.


9. Gigi gue yang sekarang adalah hasil dari 6 tahun pake behel. Dan pernah nyaris 1 tahun engga kontrol ke dokter gigi. Hahahaha jorok beneerrrr :)))


10. Punya kebiasaan buruk gigit kuku sampai saat ini.


11. Ga suka pedes. Yes, I CAN live without cabe.


12. Memakai hijab sejak umur 22 tahun. 


13. Suka denger musik bukan berdasarkan genre-nya, tapi lebih kepada lirik lagunya. But most of all I like Maroon 5 and CN Blue.


14. Berpotensi jadi detektif yang hebat dan cenayang yang sukses karena bisa 'membaca' orang dan juga kalo kepo baru bisa selesai kalo udah ketemu jawabannyah :)))


15. Orang yang mauan, dan gampang disetanin (on the right way yaaa).


16. Italia, Jerman, Korea Selatan, Jepang, Selandia Baru, Mesir, Inggris dan Yunani masuk wish list negara yang kudu banget dikunjungin.


17. Laki-laki curly hair, tartan shirt, wangi serta jembrosan are cute.


18. Lebih suka untuk life in peace, cenderung menghindari drama and sometimes like of being alone.


19. A Bookworm. Pelahap semua jenis buku. 


20. A German Teacher. Senang saat murid ngomong, "Fraaaauuuuuuu...." It makes me really happy ;D  



Tadaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.. That's #20factsaboutme. Tuntas sudah gue menjalankan tantangan mainstream ini (tapi tetep lo lakuin juga nisssssssss. *Toyor*). So, what's about yours? 





Cheers,

Annisa A.

Selasa, 13 Mei 2014

South Sulawesi Trip: Day 1


06.25 WIB               Take Off dari Soetta



Berhubung penerbangan kami pagi, maka kami putuskan untuk menginap di rumah Unni yang jarak ke bandara lebih dekat. Besoknya kami berangkat setelah solat subuh dengan mata yang masih sepet dan nyawa yang belum terkumpul. Pukul 5 pagi kami sudah sampai di Terminal 3 Soetta dengan perut keroncongan. Kami menyempatkan sarapan supaya perjalanan kami nanti menyenangkan. Ohya, jangan lupa bayar Airport Tax ke Makassar sebesar 40 ribu. Penerbangan Jakarta - Makassar kurang lebih 2,5 jam





GB goes to Makassar :D


Personil Trip Makassareba kali ini
Ki-ka: Tika, Buja, Cyn, gue, Haqqo, Unni, dan Risa



09.45 WITA               Landing di Bandara Sultan Hasanuddin           


MAKASSAREBAAAAAA. Akhirnya sampailah kami di Bandara Sultan Hasanuddin, Ujung Padang. Sampai disana, kami disambut oleh terik matahari dan udara yang cukup bersahabat. Ini pertama kalinya gue dan temen-temen ke Sulawesi. And we were really exciteeedddddd!!! Tapi ternyata cuaca yang oke berbanding terbalik sama nasib kami disana. Pak Basri, bapak dari rental mobil yang menjemput kami di bandara belum juga nongol. Setelah kami kontak dan bertemu, beliau kaget banget ngeliat kami yang cantik-cantik ini. Ternyata mobil yang harusnya kami pakai selama di Makassar sudah diambil oleh rombongan yang datang dari Jakarta juga. Pak Basri sangka mereka (rombongan Jakarta tadi) adalah kami. Preeettttt, disangka kaget liat kami yang pada cantik, ternyata gegara salah kasih mobil. Bzzzzzzz. 


'Loh loh loh gimana niiihhhhh????' Pikir kami rada bete dan kesel. Bayangan liburan menyenangkan langsung buyar diawal menghadapi kenyataan mobil Avanza yang kami sewa diambil oleh rombongan lain. 'Tenang, saya masih ada satu unit mobil lagi di rumah. Tapi buka mobil Avanza, ada Innova', kata Pak Basri. JEGEERR pikiran lain mulai menghantui kami 'Wah overbudget nih. Udah pasti mobilnya lebih mahal, boros bensin pula. Mahaaaaaaal'. Huhuhuhu nasib apes baru juga hari pertama di Makassar. Akhirnya kami semua manyun, engga rela kalau bakal overbudget buat mobil. Sampai akhirnya Pak Basri bilang, 'Yaudah karena kesalahan saya, adik-adik engga usah tambah biaya buat sewa nya. Harga tetep sama seperti kesepakatan awal, 1,3 juta untuk 4 hari'. Horeeeeeeee akhirnya kami engga jadi ngambek dan bibir manyun berubah jadi cengar-cengir hehehe. Kami dibawa ke Rumah Pak Basri sang empunya rental mobil. Setelah tukar mobil, kami langsung bergegas berangkat menuju Tanjung Bira.


Tagline Kota Makassar.
Hari pertama udah dapet harapan. Harapan Palsu Pak Basri :p



11.00 WITA               Perjalanan ke Tanjung Bira


Di perjalanan kami mampir ke warung makan yang ada di pinggir jalan untuk makan siang. Mumpung di Makassar yang terkenal dengan kulinernya, gue cobain sop kepala ikan yang maknyus banget. Harganya engga sampe 50 ribu dari budget awal kami buat sekali makan. Seporsi cuma 25 ribu udah sama minum. Alhamdulillah masih dapet kembalian hihi. Temen gue ada yang nyobain makan Mie Titi, semacam mie di goreng kering kaya I Fu Mie. 





Penampakan Mie Titi



Setelah perut kenyang, kami melanjutkan perjalanan menuju Tanjung Bira. Karena peserta trip makassareba ini beragam, maka demi kenyamanan bersama dipilihlah si Buja yang paling "imut-imut" untuk duduk didepan sekaligus nemenin Pak Basri. Ciyeeeeee. Selama perjalanan kami buat perjanjian untuk pantang tidur, buat jaga-jaga aja. Akhirnya di mobil kami karokean lagu dangdut koplo buat lucu-lucuan hahaha. Tapi apalah arti sebuah perjanjian, setelah cape karokean di mobil sejam, kamipun tumbang ketiduran. Ngantuk sist.
                  

Waktu sudah menunjukan pukul 5 sore dan kami berenti sebentar untuk solat Ashar. Kami berenti di rest area di Pantai Marina Beach, daerah Bantaeng. Kalau kata Pak Basri ga lama lagi kami akan sampai Tanjung Bira. Ga lupa foto-foto di Marina Beach sambil tunggu yang solat. Setelah solat langsung cus melanjutkan perjalanan.




Ga sempet sunset di Tanjung Bira, di Marina Beach pun jadi


18.40 WITA

Akhirnya sampai juga di Tanjung Bira. Untuk masuk ke objek wisata Tanjung Bira, kami dikenakan biaya 10 ribu per orang. Sudah mulai terlihat jejeran Guesthouse ataupun penginapan untuk para turis. Sampailah kami di Riswan Guesthouse. Guesthouse punya Pak Riswan ini kamarnya bersih, ada AC dan kipas angin, bisa juga minta extra bed (tapi tambah 100ribu) dan kamar mandi dalem, walaupun kecil. Gue kebagian kamar ber 4 bareng Cyn, Risa dan Tika sementara Buja, Unni dan Haqqo ber 3 karena badan mereka yang luas :)))) Ohya,  Riswan Guesthouse ini letaknya engga begitu jauh dari pantai tanjung Bira. Jalan kaki sekitar 5 menit udah sampe pantai. Hore!







 Riswan Guesthouse


Saat melepas lelah sesaat di kamar, eh ada tamu engga diundang dateng. Tak lain dan tak bukan adalah Pak Bi*** yang duduk di depan teras kamar kami. Pak Bi*** adalah orang yang besok membawa kami untuk bersnorkeling ria. Kenapa kami merasa terganggung sama doi? Karena doi orangnya gengges bangeett. Seminggu sebelum keberangkatan, kami seperti di "teror" sama doi. Dalam sehari doi bisa misscall Si Unni dan Buja yang notabene kebagian tugas buat ngurus Snorkeling. Yang lucu doi kalo panggil nama orang pasti selalu salah, Si Buja aja dipanggil "Amba Bursa" hahahahahahaha..


Setelah urusan dengan Pak Bi*** selesai, kami bergegas buat makan malam di Warung Bambu yang engga jauh dari penginapan kami. Warung Bambu ini adalah rekomendasi dari Pak Riswan yang engga recommended (harganya mahal, makananya standar huhu). Ragam makanan disana lumayan beragam sih, mulai mie goreng sampai bakar-bakaran juga ada. Harga mahal mungkin karena banyak turis asing yang juga makan disana. Range harga makanannya mulai dari 15ribuan - 80ribuan. Karena udah sebel liat harganya, gue end up makan mie goreng seafood dengan harga 25 ribu. Untungnya enak sih. Btw, kemana-mana Pak Basri selalu nemenin kami loh. Jadi tenang deh ada bodyguard hoho.


Makan malam di Warung Bambu


Sekitar pukul 20.30 kami kembali lagi ke Riswan Guesthouse untuk bobo istirahat. Pak Basri dapet kamar gratis dari Pak Riswan. Enak bener yaaaa. Rencana besok kami akan snorkeling ke Pulau Kambing dan Pulau Liukang Loe. Yuhuuuuuuuuuuuuu :))))))



Cheers,
Annisa A.