Minggu, 18 November 2018
Ketinggalan Kereta ICE ke Munchen
Hamburg, 22 Februari 2018
Hola hola! udah lama banget saya engga ngeblog yah. Maklumlah segala urusan pindahan dari Frankfurt ke Hamburg dan perkuliahan yang sekarang menyita perhatian hehe. Jadi gini, tepatnya 2 minggu yang lalu, saya dan Nia secara impulsif pengen liburan bareng ke Munchen, tepatnya mengunjungi Schloss Neuschwanstein di daerah Bayern, Jerman. Berbekal tiket kereta ICE murah yang kami dapat seharga 40 Euro untuk PP maka berangkatlah kami ke sana. Cihuy!
H-1 saya dan Nia masih punya acara masing-masing. Nia harus bekerja dan saya ngumpul-ngumpul sampe malem bersama teman-teman. Padahal jadwal kereta kami besok paginya adalah pukul 04.55 pagi, tapi biasalah kami yang berpikir semua sudah biasa untuk bangun pagi dan juga sudah biasa traveling pasti engga akan miss kereta di subuh buta itu.
Malang engga bisa ditolak, paginya ternyata benar kami ketinggalan kereta menuju Munchen. OH MY GOD! Jadilah kami sama-sama bengong begitu bangun. Nia yang biasanya selalu saya bangunin setiap mau trip, sekarang dia yang telefon saya, "Tannnnn, bangun jam setengah 5 nih. Ya Allahhh kita ketinggalan kereta!" begitu katanya di telefon. Saya yang baru denger kata-kata itu langsung loncat dari tempat tidur, dan bolak balik kaya orang linglung. Begitu liat jam, jarum ja sudah menunjukan pukul 04.30, dan sudah engga akan sempat mengejar kereta menuju Hamburg Hauptbahnhof hiks. Hangus sudah tiket murah ICE kami....
Tadinya kami sempat kepikiran untuk membatalkan trip dadakan ke Munchen itu, tapi karena sayang tiket pulang ICE yang engga bisa diuangkan lagi (karena beli promo) dan belum tau kapan lagi akan punya waktu luang buat liburan, akhirnya kami memutuskan untuk tetap pergi ke Munchen naik Flixbus selama 13 jam seharga 25 Euro..... *KuatkanDanTeguhkanHatiKamiTuhan*
Moral of the story, jangan pernah punya agenda atau kegiatan sampai larut malam kalau besok paginya kudu harus berangkat pagi!!
Cheers,
Annisa A.
Senin, 29 Februari 2016
Nyaris Kena Denda 60 Euro Di Berlin
Saya sampai di Berlin pukul 12.30 dan langsung beli Tageskarte Berlin ABC seharga 7,60 Euro. Sebenernya kalau cuma mau muterin sekitaran dalam kota Berlin cukup beli Berlin AB aja yang harganya 7 Euro, Tapi karena parno daripada kena denda karena salah beli tiket, akhirnya saya beli tiket Berlin ABC yang bisa sampe Potsdam.
Tiket Berlin ABC udah di tangan. Sip! Saatnya saya eksplor Berlin sambil nunggu jam 2 siang buat check-in Hostel. Berbekal aplikasi VBB Bus & Bahn (aplikasi untuk transportasi di Berlin), saya sampai di Alexander Platz ga pake nyasar-nyasar. Langsung cari tempat makan, karena bingung akhirnya liat anak-anak muda yang jalan bergerombol ke Burger King, karena masih merasa muda, akhirnya saya juga ikutan makan di sana. Selesai makan dan kenyang, saya muterin Alexanderplatz yang emang terkenal sebagai Einkauftzentrum (Pusat Perbelanjaan) di Berlin. Di sana Ada Primark juga loh! Niat saya dari awal udah jelas terpatri di jiwa, raga dan sanubari, kalau saya engga boleh belanja! Niat pun terlaksana, saya engga belanja. Ihiy!
Setelah puas muterin Alexanderplatz, saya naik U-Bahn (metro) buat sampai di Hostel yang akan diinepin. Cuma satu stasiun dari Alexanderplatz. Sebenernya saya bisa jalan, tapi karena udah beli Tageskarte sayang aja gitu udah beli mahal tapi ga dipake semaksimal mungkin. Udah Check-in di Hostel, saya pun mulai mengeksplor Berlin.
Singkat cerita, setelah nyaris udah 4 jam-an saya muterin Berlin pake S-Bahn maupun U-Bahn, belum ketemu tuh sama Kontroller yang suka dateng macam syaiton. Ghoib pemirsa. Akhirnya, begitu mau menuju Brandenburger Tor, yang saya tunggu-tunggu dateng juga, si Kontroller (dua orang) tiba-tiba dateng periksain tiket para penumpang. Saya sih selow aja ya karena punya tiket, Berlin ABC pula yang which is engga mungkin lah saya didenda gegara salah beli tiket. Secara udah beli tiket yang untuk perjalanan paling jauh gitu loh. *sotoy mode on*
Eh tapi ternyata, pas si mas kontroller itu liat tiket saya,
"Haben Sie Ihr Ticket noch nicht entwertet?", doi bilang.
Lalu seketika saya langsung "Heeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee????"
"Sie mussen Ihr Ticket erstmal entwerten.."
MATIK LAH GUEEEHHHH!! Jadi intinya, ternyata sebelum naik transportasi di Berlin saya kudu, wajib, harus mengaktifkan tiket supaya berlaku untuk hari itu. Singkatnya saya salah dan saya bisa kena denda 60 Euro karena engga taat peraturan. Mamah gimana inih! Akhirnya, di stasiun berikutnya saya turun sama si mas-mas Kontroller itu. Malu banget cuy diliatin orang-orang disangka Schwarzfahrer (penumpang gelap). Hiks. Si mas Kontroller menyangka kalo saya adalah Turis di Jerman dan intinya dia bilang saya engga taat peraturan dan KUDU bayar 60 Euro ke dia. Bisa boncos kan kalo giini caranya. Sayapun bilang kalau saya engga bawa uang cash ke mas Kontroller dan kalo saya bukan Turis di Jerman, saya tinggal di Frankfurt (pinggiran) dan jelasin juga kalo di Frankfurt engga perlu aktifin tiket sebelum naik kendaraan umum. Saya kasih Personalausweis (KTP sini) ke doi supaya doi tambah yakin kalau saya ga bohong. Sampai begitu dia liat Personalausweis, barulah dia sedikit baik. Mukanya udah engga garang lagi kaya pas nangkep saya yang tiketnya belum diaktifin. Asyem emang. Doi pun menjelaskan, karena banyak turis yang model kasusnya kaya saya, "pura-pura" ga aktifin tiket supaya tiketnya bisa dipakai sampa besok-besok. Akhirnya saya "dibebasin" sama si mas Kontroller (baik) itu di Stasiun Brandenburger Tor. Sayapun bilang terima kasih karena engga harus membayar Strafe 60 Euro. Fiuh! Si mas Kontroller sampe ngajarin saya segala buat aktifin tiketnya.
Setelah mas Kontroller itu pergi dan saya liat tiket nya, memang terpampang jelas disitu, bahwa kita harus mengaktifkan tiketnya sebelum naik kendaraan umum di Berlin. HAHAHAHAH! Pinter kan saya, engga baca tiketnya, ngerasa udah bener karena berasa udah beli tiket. *toyor*
Terima kasih mas Kontroller baik hati...
Aku engga jadi kena denda 60 Euro..
Berkatmu, aku bisa masuk keluar Museum dan makan enak...
Ai Lop Yu Fullllllllllll.....
So, Moral of the story adalah telitilah sebelum membeli tiket dan janganlah menjadi orang sotoy seperti saya.........
Cheers,
Annisa A.
Kamis, 18 Februari 2016
Serasa Mimpi Berada di Stadion San Siro
Jantung saya serasa mau copot saking deg-degannya karena akhirnya kesampaian juga merealisasikan impian dari jaman SMP, cinta pertama saya kepada klub sepakbola, AC Milan yaitu ke Stadion San Siro. OH MY GOD!!! Stadion ini tentu aja bukan sembarang Stadion, karena merupakan 'kandang' dari dua klub besar, yakni AC Milan dan Inter Milan. Saya sebagai Milanisti (sebutan buat fans AC Milan) tentu aja punya mimpi untuk menyambangi markas klub ini.
Stadion San Siro ini terletak di daerah San Siro, tepatnya di Via Piccolomini 5. Jadi, pada awalnya stadion San Siro adalah markas dari AC Milan, sampai akhirnya Milan harus berbagi "rumah" dengan tim bebuyutan yang juga sekota yakni, Inter Milan. Nah, untuk masalah penggunaan nama, masing-masing suporter punya sebutan yang berbeda buat stadion ini. Untuk para Milanisti (termasuk saya), lebih senang menyebut stadion ini dengan nama San Siro Stadion, sementara untuk Interisti, lebih senang menyebut dengan nama Giuseppe Meazza Stadion. FYI, Giuseppe Meazza sendiri adalah nama pemain yang pernah membela kedua klub ini, Milan dan juga Inter.

Lanjut, kami jalan ke Stadion Utama San Siro. Beh rasanya beda banget euy sama GBK! Stadion yang dulunya cuma bisa saya liat di tv ajah, tiap minggu saat nonton pertandingan AC Milan, akhirnya bisa nginjek rumput San Siro! #CitacitaAimKesampaianJugaYaOloh. Stadion ini seenggaknya bisa menampung 89.000 penonton. Gede banget kan macem GBK!
Senin, 30 Maret 2015
Koper Yang Tertinggal Di Incheon Airport
YUHUUUUUU FINALLY I'M IN SOUTH KOREAAAAAA......
Senyuman engga pernah lepas dari muka gue semenjak ban pesawat menapak di tanah Incheon *lebay*. Sahabat gue, Cyn sampai bilang gini, " Nis, jangan senyam-senyum terus, belum afdol kita ke Korea kalo belum dapet cap di imigrasi nanti. Hahahaha..." Bangcat kan sohib gue satu ituh :))) Pramugari memberitahukan kalau suhu di luar saat ini adalah 0 derajat. Hahahaha mamam deh nis! Ah tapi engga apa-apa, harus kuat karena yang penting udah satu udara sama urri oppa muehehehehehe xD
Setelah turun dari pesawat, kami bertiga pergi menuju tempat imigrasi. Ternyata untuk sampai ke tempat imigrasi, kami terlebih dahulu harus naik kereta. Kece banget ya ini bandara! *nisa mulai norak* Sesampainya di imigrasi, akhirnya gue berkesempatan mempraktekkan bahasa Korea alakadarnya langsung dengan orang Korea. "Anyeonghaseyo..." Itu adalah bahasa Korea yang pertama gue bisa huahaha ;P Eonnie bandara Incheon senyum ramah sambil mengamati. Setelah difoto dan passport dicap resmilah sudah gue ada di Korea. YIHAAAAAAAA :))))))
Kami turun ke bawah untuk mengambil koper. Koper Pyo udah.. Koper gue udah... Tinggal koper Cyn. 10 menit... 20 menit... 30 menit.... Koper Cyn tak kunjung muncul. Wah gawat nih! Kami udah mulai parno. Hal-hal aneh udah mulai menghantui kami. Takut kopernya diambil orang lah, takut kopernya ketukerlah, takut kopernya engga kebawa lah. Akhirnya setelah hopeless kami pergi ke bagian pengaduan di bandara. Cyn menceritakan kronologis dan ciri-ciri kopernya. Kebetulan petugas yang berada di tempat pengaduan adalah oppa-oppa. Eeaaaaaa sekalian dimodusin dikit bisa kali nih ya ;p Nama oppa itu Lee Soo Kyu. Setelah dengerin penjelasan Cyn, oppa Soo Kyu bilang, kemungkinan besar koper Cyn engga terbawa dan masih ada di KL Airport. WHAATT?! *pukpuk Cyn*
Soo Kyu oppa meminta maaf atas kejadian yang telah menimpa Cyn. Cyn yang tadinya udah kesel begitu liat si oppa senyum manis langsung kalem. Yedaahhhh :)) Oppa bilang besok kopernya akan dikirimkan ke guesthouse tempat kami menginap. Jadi, kami cukup menulis alamat hotel saja.
Jam menunjukkan pukul 09.30 dan naga yang ada di perut kami meraung-raung minta untuk diisi. Setelah berputar-putar sambil melihat betapa besar dan megahnya Incheon Airport itu, kami end up untuk sarapan di McD *ujung-ujungnya Mekdi* Kami memesan paket menu sarapan Chicken Egg Muffin seharga 3,800 won.
Salah satu yang gue acungkan jempol buat Korea adalah mereka memberikan fasilitas wifi dimana-mana. Tanpa di lock-lock. Gratisan bok! Cepet banget lagi! Di limousine bus pun saya bisa dengan lancar cek-cek whatsapp sambil update path ;p
So, it is just a beginning, not an end! Enjoy South Korea, enjoy the journey.... :D
Cheers,
Annisa A.
Rabu, 14 Januari 2015
South Sulawesi Trip: Day 2
Langsung ajah, engga lama setelah ketemu Pak Bilqi kami bertujuh naik speed boat menuju pulau pertama tujuan kami kali ini, yaitu Pulau Kambing. Ternyata usut punya usut Pulau Kambing itu engga berpenghuni (versi Pak Bilqi). Makanya dinamai Pulau Kambing karena penghuninya hanya binatang hehe. Yang belum tau tentang Pulau Kambing, banyak yang bilang kalau Pulau Kambing adalah must visitnya Tanjung Bira. Kenapa? Karena karakter taman laut di sini mirip-mirip dengan taman laut Bunaken. Disini, spot buat snorklenya super duper kece! Lautnya keliatan gradasi warna biru tua, biru muda sampai tosca. Subhanallah....... Di perjalanan ke Pulau Kambing, kami disambut oleh kerumunan lumba-lumba yang berenang di samping speed boat kami. Tapi sayang kami ga sempat mengabadikan moment itu karena keasikan liat lumba-lumba dari deket. Huhu
Selasa, 30 September 2014
Buah Tangan Kota Malang
Masih dalam rangka Bromo Trip, berhubung kedatangan kami (temen-temen dan gue) ke Bromo via kota Malang, jadilah free satu hari sebelum naik ke Bromo dimanfaatkan buat keliling kota. Kami tiba di Stasiun Malang pukul 08.24 pagi. Total perjalanan dari Jakarta sampai Malang memakan waktu 16,5 jam yang udah termasuk 1 jam ngaret pemirsah hahahazzzz *pijit-pijit pantat*
Pukul setengah sembilan pagi, begitu keluar dari Stasiun Malang teman-teman dan gue udah ditunggu oleh Haqqo dan Wiwit yang sehari berangkat lebih awal dan juga driver yang akan menemani kami selama Bromo Trip ini. Rencana kami pada hari pertama akan mengunjungi Museum Angkut yang ada di Kawasan Wisata Batu, Malang. Gue yang belum sarapan, akhirnya sarapan pecel plus ayam goreng dan bakwan jagung seharga Rp. 10.000,-. Enak, kenyang dan murah :)))
Ini pertama kalinya buat gue dan temen-temen ke kota Malang. Jadi kami sangat excited! Hoooooo jadi ini toh Malang, mirip-mirip dikit sama Jogja ya.... Kata gue dalem hati. Kami melewati kawasan sekolah dan juga kampus. Rata-rata kampus di sana besar dan punya lapangan luas. Berbanding terbalik kalo dibandingin sama kampus-kampus di Jakarta yang punya lahan kecil, lapangan juga kecil. Sekalinya ada lapangan gede, eh dipake buat parkiran bzzz.
Karena kepagian, kami sempatkan untuk mampir sebentar ke Alun-alun kota Batu. Kota Batu sendiri terletak hanya 15 km dari kota Malang. Wilayah kota ini ada di ketinggian 700-1200 m dari permukaan laut, jadi wajar aja kalo kota ini dingin-dingin enak buat orang Jakarta hehe. Di Alun-alun, ada yang menarik perhatian gue, yaitu Bianglala besar dan warna-warni. Kalau mau naik, cuma dipungut biaya Rp. 3.000,-. Murah beneerr. Ohya, kami juga sempet minum air jeruk murni di depan Alun-Alun Batu. Harganya Rp. 5.000,- dan seger banget! Manis ga perlu pake gula.
Pukul setengah dua belas, kami berangkat menuju Museum Angkut. Ternyata, parkiran yang tadinya masih sepi sudah padat dengan mobil-mobil. Tarif masuk Museum Angkut sebesar Rp. 85.000,- sudah termasuk entry masuk ke Museum Apung. FYI, kalau kalian bawa kamera dikenakan biaya Rp. 30.000,-. Kok gitu? Kata mbak-mbaknya, "Karena kami jual view, mbak..". Okeh!
Setelah puas foto-foto di Museum Angkut, jam udah menunjukan pukul 3 sore, kami yang udah kelaparan memutuskan untuk makan di Pasar Apung, persis di samping Museum Angkut dan masih di dalam satu kawasan wisata. Setelah muter-muter cari makanan, gue memutuskan untuk memesan Cui Mie Ayam Crispy. Harganya cuma Rp. 12.000,- ajah. Perut kenyang, hati senang! Sekilas Cui Mie dan Mie Ayam keliatan sama, cuma yang membedakan sayurannya saja. Kalau Mie Ayam biasa pakai sawi, Cui Mie pakai daun selada. Setelah selesai, kamipun melanjutkan perjalanan menuju penginapan yang berada di kawasan Bromo yang menghabiskan waktu perjalanan kurang lebih 3 jam.
Cheers,
Annisa A.
Minggu, 21 September 2014
#20factsaboutme
Karena ngepost #20factsaboutme lagi ngehits abis, plus ternyata gue juga ditag oleh beberapa temen-temen.... Maka gue, Annisa Asanti akan ngepost #20factsaboutme di sinih. (Karena ngepost di instagram is too mainstream :p)
So here I go, #20factsaboutme :
1. Geminian. Selayaknya orang yang berbintang gemini, termasuk golongan moody, plin-plan, bosenan (in someways), tapi juga ga enakkan.
2. Family girl type. My family always come first. Second is my (crazy) friends :))).
3. Pelor. Nempel Molor. Gue bisa tidur dengan keadaan abnormal dan waktu tidurpun sangaaaaaat panjang.
4. Phobia sama Cicak. Sering ga tidur karena ada cicak di atap tempat tidur dan langsung ngebayanin kalo itu cicak jatuh. &!*(^%&%!Q^$^$%#$$(!! AAAAKKKKKKKKKK
5. Pemimpi tingkat tinggi dan over thinker. Suka ngayal ga jelas dan kemana-mana. Kalau gue begini.... Kalau gue begitu.... Andai gue begini... Andai gue begitu....
6. Percaya dengan love at the first sight, but (I guess) no for a second chance...
7. Had a BIG crush at Ricardo 'Kaka' Izecson dos Santos Leite sejak jaman smp. Menurut gue cuma dia cowok yang mendekati sempurna hihihi.
8. Cegibol. Cewe Gila Bola. Pertama suka klub dan negara sepakbola adalah Juventus dan Italia. Semenjak jaman SMP suka sama AC Milan. Saking sukanya pernah seminggu nangis gegara AC Milan kalah di UCL lawan Liverpool. For now, AC Milan, Arsenal, Brasil and Germany.
9. Gigi gue yang sekarang adalah hasil dari 6 tahun pake behel. Dan pernah nyaris 1 tahun engga kontrol ke dokter gigi. Hahahaha jorok beneerrrr :)))
10. Punya kebiasaan buruk gigit kuku sampai saat ini.
11. Ga suka pedes. Yes, I CAN live without cabe.
12. Memakai hijab sejak umur 22 tahun.
13. Suka denger musik bukan berdasarkan genre-nya, tapi lebih kepada lirik lagunya. But most of all I like Maroon 5 and CN Blue.
14. Berpotensi jadi detektif yang hebat dan cenayang yang sukses karena bisa 'membaca' orang dan juga kalo kepo baru bisa selesai kalo udah ketemu jawabannyah :)))
15. Orang yang mauan, dan gampang disetanin (on the right way yaaa).
16. Italia, Jerman, Korea Selatan, Jepang, Selandia Baru, Mesir, Inggris dan Yunani masuk wish list negara yang kudu banget dikunjungin.
17. Laki-laki curly hair, tartan shirt, wangi serta jembrosan are cute.
18. Lebih suka untuk life in peace, cenderung menghindari drama and sometimes like of being alone.
19. A Bookworm. Pelahap semua jenis buku.
20. A German Teacher. Senang saat murid ngomong, "Fraaaauuuuuuu...." It makes me really happy ;D
Tadaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.. That's #20factsaboutme. Tuntas sudah gue menjalankan tantangan mainstream ini (tapi tetep lo lakuin juga nisssssssss. *Toyor*). So, what's about yours?
Cheers,
Annisa A.
Selasa, 13 Mei 2014
South Sulawesi Trip: Day 1
06.25 WIB Take Off dari Soetta
Berhubung penerbangan kami pagi, maka kami putuskan untuk menginap di rumah Unni yang jarak ke bandara lebih dekat. Besoknya kami berangkat setelah solat subuh dengan mata yang masih sepet dan nyawa yang belum terkumpul. Pukul 5 pagi kami sudah sampai di Terminal 3 Soetta dengan perut keroncongan. Kami menyempatkan sarapan supaya perjalanan kami nanti menyenangkan. Ohya, jangan lupa bayar Airport Tax ke Makassar sebesar 40 ribu. Penerbangan Jakarta - Makassar kurang lebih 2,5 jam
Waktu sudah menunjukan pukul 5 sore dan kami berenti sebentar untuk solat Ashar. Kami berenti di rest area di Pantai Marina Beach, daerah Bantaeng. Kalau kata Pak Basri ga lama lagi kami akan sampai Tanjung Bira. Ga lupa foto-foto di Marina Beach sambil tunggu yang solat. Setelah solat langsung cus melanjutkan perjalanan.
Annisa A.





































