Tampilkan postingan dengan label PLACES. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PLACES. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Januari 2015

A Must Visit Place: Museum Angkut


Museum Angkut??? 

Apasih itu? 
Museum yang ada kendaraan-kendaraan banyak? 
Yah ga seru amat cuma liat begituan doang.. 


Begitulah pikiran gue pertama kali mendengar kata Museum Angkut. Tapi setelah gue sampe disana, perkiraan gue salah pemirsah!




Selamat datang di Museum Angkut!


Museum Angkut terletak di kawasan wisata Batu, yang jaraknya engga begitu jauh dari Jatim Park 2, kira-kira sekitar 10-15 menit perjalanan dengan mobil. Buat yang mau liburan ke Batu, bisa banget tuh Museum Angkut masuk list tempat yang harus dikunjungin. Letaknya yang ada di dataran tinggi cucok banget buat tempat liburan outdoor. Jadi jalan-jalan dan foto-foto bisa sambil ngerasain angin semilir-semilir makyusssss. Museum Angkut ini gede buanget! koleksi kendaraannya juga banyak. Tapi, kalo menurut gue tempat ini kurang cocok gitu dibilang sebagai museum. Soalnya menurut gue, museum kok kesannya formal banget yak. Padahal tempat ini jauh dari kesan formal hehe.. Ohya, konsep dari Museum Angkut ini mirip-mirip sama Universal Studio, cuma minus wahana-wahana aja :p



Biaya masuk Museum Angkut sebesar Rp. 75.000,- plus Rp.10.000,- untuk bisa masuk Pasar Apung (tempat makan). Kami yang hampir semua bawa kamera SLR buat narsis-narsisan dikejutkan oleh seorang mbak-mbak yang bilang, "Setiap kamera profesional dikenakan biaya tambahan 30 ribu Rupiah ya mbak..." WHAAATTTT??? Boncos juga ye kalo diitung-itung kok mahal amet masuk museum aja sampe 100 ribu lebih zzzzz. Akhirnya, kami memutuskan kamera Daniel yang dibawa masuk ke Museum karena dese bawa Tripod jadi lebih maksimal buat foto-foto hoho.


Masuk ke dalam Museum Angkut, kami disugukan dengan mobil-mobil dari jadul sampai mobil terbaru. Masih biasa aja menurut gue hehe.. Sampai akhirnya, kami tiba di Wahana Amerika dan Eropa. Beeehhhh itu keren banget! Sumpeeeehhh! Yang paling amazing menurut gue adalah kawasan Eropa, terutama Inggris. Ini museum niat banget loh buat Buckingham Palace versi mini plus ada patungnya Queen Elizabeth. Terus ada patung tentara Inggris juga dan ga ketinggalan the Beatles. KECE BERATS BRAY! Nggak mau rugi, mumpung ketemu sama 'nenek Eli', akhirnya kami foto bareng sama nenek Eli mumpung lagi reunian *teletubbiesberpelukan*. Pas keluar dari kawasan Inggris, ada taman kece banget! Serasa lagi ada di Vienna deh hahaha. Ohya, disana juga ada spot tempat foto dengan latar belakang view Gunung loh. Spot itu merupakan titik tertinggi dari Museum Angkut. Sayang banget kalo ga foto disitu. Anginnya gede cyin, enaknya sih foto disitu sambil gandengan sama pacar............. :)))







Foto bareng nenek Eli. Ahey!


Di titik tertinggi Museum Angkut, kurang gandengan hiks ;p


Jerman KW (?)






sebelas duabelas sama USS lah yaaaa :))))


Setelah berputar-putar di Museum Angkut, perut menjerit minta diisi. Jadi, kami bergegas ke Pasar Apung yang ada di sebelah Museum Angkut, masih satu kawasan wisata kok. Segala macam makanan khas Malang ada disana. Pas ngecek-ngecek makanan dan juga harganya, gue cukup kaget ngeliat harga makanan yang murah-murah dengan porsi yang cukup nampol buat makan siang. Kisaran harga makanan disana mulai dari Rp. 10.000,- s/d Rp. 20.000,- Akhirnya setelah pergolakan batin yang cukup lama, gue memilih buat makan Cui Mie Ayam Crispy, seharga Rp. 12.000,-. Duh, makanannya banyak banget, mau coba semuanya aaaaakkkkk  


Serasa di Vienna :)))


So, buat kalian yang ada waktu liburan ke Malang atau lebih tepatnya Batu, Museum Angkut is A MUST VISIT PLACE! Tempatnya bagus, viewnya kece, makanannya enak dan murah-murah! 





Cheers,

Annisa A.

Selasa, 30 September 2014

Buah Tangan Kota Malang


Masih dalam rangka Bromo Trip, berhubung kedatangan kami (temen-temen dan gue) ke Bromo via kota Malang, jadilah free satu hari sebelum naik ke Bromo  dimanfaatkan buat keliling kota. Kami tiba di Stasiun Malang pukul 08.24 pagi. Total perjalanan dari Jakarta sampai Malang memakan waktu 16,5 jam yang udah termasuk 1 jam ngaret pemirsah hahahazzzz *pijit-pijit pantat*



Pukul setengah sembilan pagi, begitu keluar dari Stasiun Malang teman-teman dan gue udah ditunggu oleh Haqqo dan Wiwit yang sehari berangkat lebih awal dan juga driver yang akan menemani kami selama Bromo Trip ini. Rencana kami pada hari pertama akan mengunjungi Museum Angkut yang ada di Kawasan Wisata Batu, Malang. Gue yang belum sarapan, akhirnya sarapan pecel plus ayam goreng dan bakwan jagung seharga Rp. 10.000,-. Enak, kenyang dan murah :)))



Ini pertama kalinya buat gue dan temen-temen ke kota Malang. Jadi kami sangat excited! Hoooooo jadi ini toh Malang, mirip-mirip dikit sama Jogja ya.... Kata gue dalem hati. Kami melewati kawasan sekolah dan juga kampus. Rata-rata kampus di sana besar dan punya lapangan luas. Berbanding terbalik kalo dibandingin sama kampus-kampus di Jakarta yang punya lahan kecil, lapangan juga kecil. Sekalinya ada lapangan gede, eh dipake buat parkiran bzzz.



Karena kepagian, kami sempatkan untuk mampir sebentar ke Alun-alun kota Batu. Kota Batu sendiri terletak hanya 15 km dari kota Malang. Wilayah kota ini ada di ketinggian 700-1200 m dari permukaan laut, jadi wajar aja kalo kota ini dingin-dingin enak buat orang Jakarta hehe. Di Alun-alun, ada yang menarik perhatian gue, yaitu Bianglala besar dan warna-warni. Kalau mau naik, cuma dipungut biaya Rp. 3.000,-. Murah beneerr. Ohya, kami juga sempet minum air jeruk murni di depan Alun-Alun Batu. Harganya Rp. 5.000,- dan seger banget! Manis ga perlu pake gula.





Alun-Alun Batu

Bianglala Alun-alun 'cuma' 3ribu


selfie pertama kami :)))


Air jeruk murni


Setelah itu, kami bergegas ke Jatim Park 2 atau yang lebih dikenal dengan nama Batu Secret Zoo. Disana kami hanya berfoto-foto ria, engga masuk karena waktu yang mepet. Foto-foto di depannya aja bagus, apalagi di dalemnya yah. Huaaaaaaa nyesel kenapa di Malang cuma sebentar huhuhu.



single menahun meluk buaya :)))))


 Kegirangan di depan Museum Satwa

Secret Zoo


Pukul setengah dua belas, kami berangkat menuju Museum Angkut. Ternyata, parkiran yang tadinya masih sepi sudah padat dengan mobil-mobil. Tarif masuk Museum Angkut sebesar Rp. 85.000,- sudah termasuk entry masuk ke Museum Apung. FYI, kalau kalian bawa kamera dikenakan biaya Rp. 30.000,-. Kok gitu? Kata mbak-mbaknya, "Karena kami jual view, mbak..". Okeh!




 Spoiler Museum Angkut ;p

Spoiler Museum Angkut ;p


Setelah puas foto-foto di Museum Angkut, jam udah menunjukan pukul 3 sore, kami yang udah kelaparan memutuskan untuk makan di Pasar Apung, persis di samping Museum Angkut dan masih di dalam satu kawasan wisata. Setelah muter-muter cari makanan, gue memutuskan untuk memesan Cui Mie Ayam Crispy. Harganya cuma Rp. 12.000,- ajah. Perut kenyang, hati senang! Sekilas Cui Mie dan Mie Ayam keliatan sama, cuma yang membedakan sayurannya saja. Kalau Mie Ayam biasa pakai sawi, Cui Mie pakai daun selada. Setelah selesai, kamipun melanjutkan perjalanan menuju penginapan yang berada di kawasan Bromo yang menghabiskan waktu perjalanan kurang lebih 3 jam.




Pasar Apung, semacam Floating Market Lembang 


Penampakan Cui Mie. Enak! :3




Cheers,

Annisa A.

Selasa, 23 September 2014

Local Fest 2.0 2014


Jumat 19 September kemarin gue secara engga sengaja dateng ke acara #AGJ (Anak Gaul Jakarta). Awalnya gue yang iseng abis nonton film, males untuk langsung balik pulang. Kok SNP (Setelah Nonton Pulang) banget abis nonton balik ya? hehe. Nah acara yang lagi happening dan heits di dunia persosmed-an tak lain dan tak bukan adalah Local Fest. 








Local Fest kali ini diadakan di Grand Indonesia. Sepengetahuan gue yang sebenernya ga tau dan cuma sotoy aja, acara ini (kayanya) dilakukan beberapa kali dalam setahun dan diadakan sebagai wadah bagi enterpreneur-enterpreneur muda Indonesia dan brand local indo untuk memperkenalkan produk mereka. Which is ada sepatu, baju, tas-tas, aksesoris cewe dan cowo sampai pajangan bantal, tulisan dan gambar kanvas dan juga pajangan kaca. Engga cuma barang-barang, ada juga kuliner yang engga kalah mengiurkan. Ada jamur crispy, burger, sushi, nachos, berbagai macam juice sampe jual rendang juga ada (bukan sembarang rendang karena yang jual adalah Asta RAN hoho). 



So, setelah bayar uang masuk sebesar Rp. 10.000, gue dan temen merangkap partner #jomblohore, Haqqo masuk ke acara Local Fest. Pertama masuk, banyak stand-stand yang menjual berbagai jenis makanan. Jujur, gue langsung skip sama bagian ini karena engga mau tergiur oleh makanan-makanan enak itu. Asyeeeeemmmm. Tujuan kami langsung ke bagian stand yang menjual tas, baju dan teman-temannya. "Inget Nis, liat-liat aja ya jangan beli. Tahan tahan....", janji gue dalem hati. Tapi, janji tinggallah janji... Banyak barang dan pernak pernik lucu yang ada di stand-stand Local Fest. Dari harga yang masih bersahabat dengan kantong sampai harga yang out of budget. Gue akhirnya tergiur untuk membeli celana dan juga outer. Eng Ing Eeeeenggggg




salah satu stand brand pakaian di Local fest


Stand pernah pernik lucuuuuu




Menurut gue, acara local fest ini juga sekalian sebagai ajang cuci mata bagi para #AGJ (buat gue juga sih :p), selain alasan belanja tentunya. Banyak juga anak-anak gaol Jakarta yang dateng buat sekedar biar diangep eksis ataupun 'beneran' belanja. *jangan Suudzon Nisaaaaaa* No, nooooo I'm just kidding! Whatever your reason is, itu hak kalian semua kok hehehe. Peace yooo ;)



Stand Buy Pick Me Up


Es "kelapa serut dan ketan item"


alat dapur yang cantik ;)


Seru juga ternyata dateng ke acara Local Fest ini. Banyak barang-barang lucu yang siap untuk dibeli pun dibawa pulang yang berakibat pundi-pundi rupiah beterbangan. Dan juga (yang paling penting nih) bisa sambil cuci-cuci mata, kan kali aja gitu ketemu jodoh. Eaaaaahh ;p





Cheers,

Annisa A.

Senin, 22 September 2014

New Experience at Sombrero


Pertama-tama apa yang terbesit dipikiran kalian kalau denger kata 'mexican'? Pasti langsung terngiang di otak kata-kata Telenovela macam Marimar, Carita de Angel, Amigos x Siempre, Dulce Maria, Cowo ganteng dan seksi kaya Enrique Iglesias, Diego Luna, Luis Fernando, Nadal, Pedro dan Santiago atau makanan enak macam Nachos, Taccos, dan juga Churros. Oke sip, di otak gue kebanyakan cuma telenovela dan cowo ganteng.... 



So, for the first time, gue dan temen gue yang merangkap partner #jomblohore, Haqqo mencicipi mexican food di sebuah resto di Grand Indonesia, namanya Sombrero. Usut punya usut, kata 'Sombrero' mempunyai arti nama topi khas dari Meksiko. Alesan kami untuk makan disini tidak lain dan tidak bukan adalah rasa kepo kami akan mexican food yang dari dulu pengen banget dicobain tapi engga tau resto mexican food adanya dimana (kan bisa gugel nis? bzzz).




Sombrero 'topi khas Meksiko'

Interior Sombrero

Kebetulan hari itu Sombrero sepi banget. Pengunjungnya cuma kami berdua, Haqqo dan gue. (Mungkin karena kami datang di jam-jam tanggung). Jadi lumayan lah kami bisa pilih spot tempat duduk bagus hehe. Begitu melihat buku menu, karena gue yang saat itu lagi kelaperan memilih menu nasi sebagai menu utama gue. Gue memilih menu Crunchy Mexican Chicken, dan Haqqo memilih menu Mexx-Izza. Untuk minum, pilihan kami standar banget, cuma hot tea dan ice lemon tea. Nothing special :p Sebagai tambahan, gue pesen nachos lagi buat iseng-iseng sambil tunggu pesanan kami dateng.




 penampakan crunchy mexican chicken 
(sumber google)



penampakan Mexx-Izza
(sumber google)


Diliat dari menunya keliatan sangat menggiurkan bukan? Yes, that's right. Makanannya enyaaakkkk! Tapi sayang buat ukuran perut orang Indonesia terlalu sedikit. Tapi it's okay buat gue yang emang ga bisa makan banyak hahahaha *dusta pemirsah*. Menu pesanan gue, Crunchy Mexican Chicken terdiri dari nasi goreng ala Meksiko, rasanya enak pedes-pedes gurih sedikit asam gitu, tapi enak! Terus ada chicken fillet di goreng kering pake tepung, rasanya gurih juga plus atasnya disiram oleh saus yang rasanya kaya saus blackpapper Steak, but more deliciouuussss. Dan juga sedikit nachos dan sayuran brokoli dan wortel diatas nasi sebagai pemanis. Ga sampe 15 menit, langsung ludes masuk ke perut gue. Sementara menu yang dipesen Haqqo, Mex-Izza adalah pizza ala Meksiko yang terbuat dari campuran saus Sombrero (saus alpukat dan saus tomat), keju, daging giling, ayam dan sayuran yang disajikan diatas kulit tortila. Rasanya ga usah ditanya, sama kaya gambarnya ENAK dan SEGAR! Nachos yang gue pesen buat iseng-iseng tunggu pesanan menu utama ternyata enak juga pemirsah! Mungkin efek laper ya.. Nachosnya ditaburi sama bubuk cabe, jadi sedikit spicy tapi masih bisa ditolerir sama mulut dan lidah gue :))


Harga menu makanan di Sombrero berkisar Rp. 45.000-Rp.75.000. Untuk menu minuman berkisar Rp.18.000-Rp.40.000. Harga yang sooo sooooo lah untuk rasa makanan, tapi engga buat ukuran porsi (perut orang Indonesia) hehehe. Tagihan bill kami engga sampai Rp. 200.000 untuk tiga jenis menu makanan dan 2 minuman. 


That was my new experience at mexican resto and tried some mexican foods. Yang terpenting perut (lumayan) kenyang, hatipun senang, dompetpun aman hehehe..




Cheers,
Annisa A.

Minggu, 21 September 2014

One Fine Day at Ecopark



Hari Sabtu kemarin, di mulai dari omongan awal temen gue, Haqqo di grup, "Suntuk nih.. Pergi kemana yuk!" Bener aja, ga lama disaut oleh Edwin dan gue serempak, "mau kemana Qoh????" Akhirnya diputuskan lah buat kami pergi JJCG (Jalan-Jalan Cantik dan Ganteng) ke Ecopark Ancol. Gue yang lagi giat-giatnya buat olahraga serasa gamau rugi kalo pergi tapi engga ngeluarin keringet. Apalagi berhubung kalo pergi sama GB udah bisa dipastikan, aktivitas kita seharian cuma makan-ketawa-makan-ketawa-makan. Begitu seterusnya. HAHAHAHAHA PANTES AJA GENDOT SEMUAAHHH...... Jadilah kami pergi ke Ecopark dengan judul "Olahraga dan Jalan-Jalan bersama GB di Ecopark". That sound's good......




Fantastique
salah satu wahana di Ecoapark


Nah bagi kalian yang belum tau Ecopark (kaya gue), nih gue ceritain sekilas tentang Ecopark Ancol. Jadi, Ecopark itu adalah sebuah lapangan yang gede banget. Luasnya menurut situs resminya sekitar 34 hektar. Disini kita bisa piknik, jogging, jalan-jalan bersama keluarga ataupun pasangan. Uhuk, inget tuh bagi yang punya pasangan :)))))) Nah, di Ecopark ini ternyata engga cuma lapangan kosong aja loh gais, tapi banyak wahana-wahana lainnya (meski sayang wahananya berbayar, tapi worth it sih buat anak-anak). Buat masuk Ecoparknya sendiri, ga dipungut biaya lagi alias GRATIS. Cuma bayar waktu masuk Ancol aja yang ternyata sekarang udah jadi 25ribu sodarah-sodaraahhhh. Mahal ye. Buat yang mau tau informasi lanjutan tentang Ecopark, bisa liat disini.




Jogging track


Teman-teman dan gue merencanakan pukul jam 8 teng udah sampai di Ecopark, yang ternyata pada kenyataannya baru pada sampe jam 9. Itupun baru Edwin dan gue, sisanya pada dateng jam 11 bzzzzz...... Akhirnya yang jadi olahraga cuma kita berdua. Lumayan lah dapet 4 puteran Ecopark. Setelah kami udah berkumpul, dimulailah piknik ala-ala di Ecopark. Ternyata banyak spot bagus buat foto-foto loh di sana. Pohon-pohonnya rindang, jadi masih bisa ngadem di bawah pepohonan. Ada juga kanal-kanal buatan dan juga kolam yang isinya burung Bangau. Setelah puas foto-foto di Ecopark, kami pergi untuk makan siang ke MAIS Ancol.. Emol di pinggir pantai Ancol situ tuh. Awalnya, kami juga berencana buat sewa sepeda di Ancol. Tapi, ternyata udah kesiangan dan panas bangeeettttt. Ujung-ujungnya pindah tempat makan sampe 3 kali. HAHAHAHAHA. Setelah puas makan dan haha hihi akhirnya kami pulang pukul 4 sore.




pemandangannya asri :3

Danau buatan yang kece



Nah, kesimpulannya kalo pergi sama GB adalah makan lebih dari sekali dan haha hihi it's a must! Lumayan sih kalori dari makanan keluar bersama ketawa kami yang suka gatau tempat dan waktu :))) GB, I wuff yaaaaaa :3





Cheers,

Annisa A.