Tampilkan postingan dengan label ACTIVITY. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ACTIVITY. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 September 2014

Local Fest 2.0 2014


Jumat 19 September kemarin gue secara engga sengaja dateng ke acara #AGJ (Anak Gaul Jakarta). Awalnya gue yang iseng abis nonton film, males untuk langsung balik pulang. Kok SNP (Setelah Nonton Pulang) banget abis nonton balik ya? hehe. Nah acara yang lagi happening dan heits di dunia persosmed-an tak lain dan tak bukan adalah Local Fest. 








Local Fest kali ini diadakan di Grand Indonesia. Sepengetahuan gue yang sebenernya ga tau dan cuma sotoy aja, acara ini (kayanya) dilakukan beberapa kali dalam setahun dan diadakan sebagai wadah bagi enterpreneur-enterpreneur muda Indonesia dan brand local indo untuk memperkenalkan produk mereka. Which is ada sepatu, baju, tas-tas, aksesoris cewe dan cowo sampai pajangan bantal, tulisan dan gambar kanvas dan juga pajangan kaca. Engga cuma barang-barang, ada juga kuliner yang engga kalah mengiurkan. Ada jamur crispy, burger, sushi, nachos, berbagai macam juice sampe jual rendang juga ada (bukan sembarang rendang karena yang jual adalah Asta RAN hoho). 



So, setelah bayar uang masuk sebesar Rp. 10.000, gue dan temen merangkap partner #jomblohore, Haqqo masuk ke acara Local Fest. Pertama masuk, banyak stand-stand yang menjual berbagai jenis makanan. Jujur, gue langsung skip sama bagian ini karena engga mau tergiur oleh makanan-makanan enak itu. Asyeeeeemmmm. Tujuan kami langsung ke bagian stand yang menjual tas, baju dan teman-temannya. "Inget Nis, liat-liat aja ya jangan beli. Tahan tahan....", janji gue dalem hati. Tapi, janji tinggallah janji... Banyak barang dan pernak pernik lucu yang ada di stand-stand Local Fest. Dari harga yang masih bersahabat dengan kantong sampai harga yang out of budget. Gue akhirnya tergiur untuk membeli celana dan juga outer. Eng Ing Eeeeenggggg




salah satu stand brand pakaian di Local fest


Stand pernah pernik lucuuuuu




Menurut gue, acara local fest ini juga sekalian sebagai ajang cuci mata bagi para #AGJ (buat gue juga sih :p), selain alasan belanja tentunya. Banyak juga anak-anak gaol Jakarta yang dateng buat sekedar biar diangep eksis ataupun 'beneran' belanja. *jangan Suudzon Nisaaaaaa* No, nooooo I'm just kidding! Whatever your reason is, itu hak kalian semua kok hehehe. Peace yooo ;)



Stand Buy Pick Me Up


Es "kelapa serut dan ketan item"


alat dapur yang cantik ;)


Seru juga ternyata dateng ke acara Local Fest ini. Banyak barang-barang lucu yang siap untuk dibeli pun dibawa pulang yang berakibat pundi-pundi rupiah beterbangan. Dan juga (yang paling penting nih) bisa sambil cuci-cuci mata, kan kali aja gitu ketemu jodoh. Eaaaaahh ;p





Cheers,

Annisa A.

Senin, 22 September 2014

New Experience at Sombrero


Pertama-tama apa yang terbesit dipikiran kalian kalau denger kata 'mexican'? Pasti langsung terngiang di otak kata-kata Telenovela macam Marimar, Carita de Angel, Amigos x Siempre, Dulce Maria, Cowo ganteng dan seksi kaya Enrique Iglesias, Diego Luna, Luis Fernando, Nadal, Pedro dan Santiago atau makanan enak macam Nachos, Taccos, dan juga Churros. Oke sip, di otak gue kebanyakan cuma telenovela dan cowo ganteng.... 



So, for the first time, gue dan temen gue yang merangkap partner #jomblohore, Haqqo mencicipi mexican food di sebuah resto di Grand Indonesia, namanya Sombrero. Usut punya usut, kata 'Sombrero' mempunyai arti nama topi khas dari Meksiko. Alesan kami untuk makan disini tidak lain dan tidak bukan adalah rasa kepo kami akan mexican food yang dari dulu pengen banget dicobain tapi engga tau resto mexican food adanya dimana (kan bisa gugel nis? bzzz).




Sombrero 'topi khas Meksiko'

Interior Sombrero

Kebetulan hari itu Sombrero sepi banget. Pengunjungnya cuma kami berdua, Haqqo dan gue. (Mungkin karena kami datang di jam-jam tanggung). Jadi lumayan lah kami bisa pilih spot tempat duduk bagus hehe. Begitu melihat buku menu, karena gue yang saat itu lagi kelaperan memilih menu nasi sebagai menu utama gue. Gue memilih menu Crunchy Mexican Chicken, dan Haqqo memilih menu Mexx-Izza. Untuk minum, pilihan kami standar banget, cuma hot tea dan ice lemon tea. Nothing special :p Sebagai tambahan, gue pesen nachos lagi buat iseng-iseng sambil tunggu pesanan kami dateng.




 penampakan crunchy mexican chicken 
(sumber google)



penampakan Mexx-Izza
(sumber google)


Diliat dari menunya keliatan sangat menggiurkan bukan? Yes, that's right. Makanannya enyaaakkkk! Tapi sayang buat ukuran perut orang Indonesia terlalu sedikit. Tapi it's okay buat gue yang emang ga bisa makan banyak hahahaha *dusta pemirsah*. Menu pesanan gue, Crunchy Mexican Chicken terdiri dari nasi goreng ala Meksiko, rasanya enak pedes-pedes gurih sedikit asam gitu, tapi enak! Terus ada chicken fillet di goreng kering pake tepung, rasanya gurih juga plus atasnya disiram oleh saus yang rasanya kaya saus blackpapper Steak, but more deliciouuussss. Dan juga sedikit nachos dan sayuran brokoli dan wortel diatas nasi sebagai pemanis. Ga sampe 15 menit, langsung ludes masuk ke perut gue. Sementara menu yang dipesen Haqqo, Mex-Izza adalah pizza ala Meksiko yang terbuat dari campuran saus Sombrero (saus alpukat dan saus tomat), keju, daging giling, ayam dan sayuran yang disajikan diatas kulit tortila. Rasanya ga usah ditanya, sama kaya gambarnya ENAK dan SEGAR! Nachos yang gue pesen buat iseng-iseng tunggu pesanan menu utama ternyata enak juga pemirsah! Mungkin efek laper ya.. Nachosnya ditaburi sama bubuk cabe, jadi sedikit spicy tapi masih bisa ditolerir sama mulut dan lidah gue :))


Harga menu makanan di Sombrero berkisar Rp. 45.000-Rp.75.000. Untuk menu minuman berkisar Rp.18.000-Rp.40.000. Harga yang sooo sooooo lah untuk rasa makanan, tapi engga buat ukuran porsi (perut orang Indonesia) hehehe. Tagihan bill kami engga sampai Rp. 200.000 untuk tiga jenis menu makanan dan 2 minuman. 


That was my new experience at mexican resto and tried some mexican foods. Yang terpenting perut (lumayan) kenyang, hatipun senang, dompetpun aman hehehe..




Cheers,
Annisa A.

Minggu, 21 September 2014

One Fine Day at Ecopark



Hari Sabtu kemarin, di mulai dari omongan awal temen gue, Haqqo di grup, "Suntuk nih.. Pergi kemana yuk!" Bener aja, ga lama disaut oleh Edwin dan gue serempak, "mau kemana Qoh????" Akhirnya diputuskan lah buat kami pergi JJCG (Jalan-Jalan Cantik dan Ganteng) ke Ecopark Ancol. Gue yang lagi giat-giatnya buat olahraga serasa gamau rugi kalo pergi tapi engga ngeluarin keringet. Apalagi berhubung kalo pergi sama GB udah bisa dipastikan, aktivitas kita seharian cuma makan-ketawa-makan-ketawa-makan. Begitu seterusnya. HAHAHAHAHA PANTES AJA GENDOT SEMUAAHHH...... Jadilah kami pergi ke Ecopark dengan judul "Olahraga dan Jalan-Jalan bersama GB di Ecopark". That sound's good......




Fantastique
salah satu wahana di Ecoapark


Nah bagi kalian yang belum tau Ecopark (kaya gue), nih gue ceritain sekilas tentang Ecopark Ancol. Jadi, Ecopark itu adalah sebuah lapangan yang gede banget. Luasnya menurut situs resminya sekitar 34 hektar. Disini kita bisa piknik, jogging, jalan-jalan bersama keluarga ataupun pasangan. Uhuk, inget tuh bagi yang punya pasangan :)))))) Nah, di Ecopark ini ternyata engga cuma lapangan kosong aja loh gais, tapi banyak wahana-wahana lainnya (meski sayang wahananya berbayar, tapi worth it sih buat anak-anak). Buat masuk Ecoparknya sendiri, ga dipungut biaya lagi alias GRATIS. Cuma bayar waktu masuk Ancol aja yang ternyata sekarang udah jadi 25ribu sodarah-sodaraahhhh. Mahal ye. Buat yang mau tau informasi lanjutan tentang Ecopark, bisa liat disini.




Jogging track


Teman-teman dan gue merencanakan pukul jam 8 teng udah sampai di Ecopark, yang ternyata pada kenyataannya baru pada sampe jam 9. Itupun baru Edwin dan gue, sisanya pada dateng jam 11 bzzzzz...... Akhirnya yang jadi olahraga cuma kita berdua. Lumayan lah dapet 4 puteran Ecopark. Setelah kami udah berkumpul, dimulailah piknik ala-ala di Ecopark. Ternyata banyak spot bagus buat foto-foto loh di sana. Pohon-pohonnya rindang, jadi masih bisa ngadem di bawah pepohonan. Ada juga kanal-kanal buatan dan juga kolam yang isinya burung Bangau. Setelah puas foto-foto di Ecopark, kami pergi untuk makan siang ke MAIS Ancol.. Emol di pinggir pantai Ancol situ tuh. Awalnya, kami juga berencana buat sewa sepeda di Ancol. Tapi, ternyata udah kesiangan dan panas bangeeettttt. Ujung-ujungnya pindah tempat makan sampe 3 kali. HAHAHAHAHA. Setelah puas makan dan haha hihi akhirnya kami pulang pukul 4 sore.




pemandangannya asri :3

Danau buatan yang kece



Nah, kesimpulannya kalo pergi sama GB adalah makan lebih dari sekali dan haha hihi it's a must! Lumayan sih kalori dari makanan keluar bersama ketawa kami yang suka gatau tempat dan waktu :))) GB, I wuff yaaaaaa :3





Cheers,

Annisa A.

Senin, 25 Agustus 2014

German Cinema


Hari Jumat, 22 Agustus 2014 kemarin, teman-teman dan gue baru aja menghadiri Opening Night German Cinema 2014 di XXI Epicentrum Walk.



Pasti pada belum familiar sama German Cinema ya? Apasih German Cinema? German Cinema merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh pihak Goethe Institut yang memutar film-film berbahasa Jerman yang berasal dari negara Jerman (menurut lo, Nis?), Austria, Swiss dan juga Turki. Film-film yang disajikan tentu aja film yang bagus dan sudah memenangkan banyak penghargaan di berbagai festival film internasional. Acara Geriman Cinema ini bertujuan untuk memanjakan pecinta film Jerman, dan juga untuk mengenalkan budaya dan kultur Jerman bagi masyarakat luas. German Cinema kali ini berlangsung dari tanggal 22-31 Agustus 2014 dan diselenggarakan ga hanya di Jakarta, tapi juga di kota-kota besar lainnya, seperti Surabaya, Bandung, Yogyakarta, Banda Aceh, Palu, Balikpapan, Denpasar dan juga Makassar. Kece kaaan :)) Kenapa acara ini amat sangat menarik dan sayang untuk dilewatkan? OKE, KARENA ACARA INI GRATIS! SAMA SEKALI ENGGA DIPUNGUT BAYARAN PEMIRSAH!! *mulai ga santai*


Hari pertama pembukaan German Cinema yang diadakan di XXI Epicentrum mendapat animo yang luar biasa dari tamu undangan. Acara dimulai pukul 19.00 WIB yang dibuka oleh sesi wawancara bersama salah dua pemain dari film yang pada hari itu diputar, judulnya "Fenster zum Sommer" atau dalam bahasa Inggrisnya "Summer Window". Aktris yang datang pada malam pembukaan adalah Nina Hoss dan Fritzi Haberlandt. Banyak yang bilang, kalau Nina Hoss adalah Nicole Kidmannya Jerman. Doi terkenal banget disana. Wah gue ketemu artis mancanegaraaahhhh!!!*norak* Sedangkan Fritzi Haberlandt adalah istri dari produser film tersebut, yaitu Hendrik Handloegten. Nah Fritzi Haberlandt ini juga terkenal loh di Jerman, dese itu yang main "Erbsen auf halb 6". 


Mengenai film "Fenster zum Sommer" ini, gue mau cerita sedikit. Film ini mempunyai alur maju mundur. Pertama-tama gue sempat ketiduran diawal film karena gue engga paham maksud alur ceritanya..... Lanjuuuuut! Film ini bercerita tentang Julianne (Nina Hoss) seorang pekerja kantoran yang sedang melakukan perjalanan dari Berlin menuju rumah orangtuanya di Finlandia bersama sang kekasih, August (Mark Waschke). Tiba-tiba, scene beralih dimana Julianne tertidur di lengan Mark saat musim panas dan keesokan harinya saat Julianne bangun, waktu seolah bergerak mundur, ia terbangun di kota Berlin yang saat itu sedang di guyur salju, sendirian. Hayo bingung kan? Sama gue juga......

Ternyata Julianne kembali ke setengah tahun yang sudah ia lewati, pada suatu masa dimana ia masih bersama mantan kekasihnya, Phillip (Lars Eidinger) dan sahabat karibnya Emily (Fritzi Haberlandt) masih hidup, yang kemudian meninggal karena kecelakaan mobil di musim semi. Apakah musim panas yang Julianne lewati hanya sebatas mimpi? Mengapa Emily bisa hidup kembali disekitarnya? Dimana Mark berada? Terombang-ambing diantara harapan dan kekhawatiran, Julianne menjalani kembali hari-hari yang telah ia lewati. Apakah takdir dapat berubah? Apakah sahabatnya Emily tidak akan meninggal? Apakah ia tidak akan bisa bersama kembali dengan Mark? Agar bisa bertemu dengan kekasih hatinya, Julianne menjalani hari-harinya sama seperti yang telah ia telah lalui. Tetapi disatu sisi ia tidak bisa menahan diri juga untuk mencegah kematian sahabatnya Emily... 
Singkatnya, Nina mencoba untuk menyelamatkan sahabatnya dari kecelakaan mobil, dan berhasil. Ia pun tetap bertemu dengan kekasih hatinya Mark. Tetapi pada akhir cerita, Nina kembali bersatu bersama Mark, meskipun sahabatnya Emily tetap meninggal karena kecelakaan mobil. 


Film selesai. Pesan yang bisa gue tarik dari film Fenster zum Sommer ini adalah jodoh, kematian, takdir tidak bisa dirubah meski manusia sudah berusaha untuk merubahnya, sekuat apapun itu..... *kemudian hening*



Sooooo, buat siapapun yang tertarik untuk nonton German Cinema, jadwal pemutaran film bisa kalian liat disini. Info pemutaran filmnya lengkap banget, lho! Happy watchiiiiiiing!!!!





Cheers,
Annisa A.