Kamis, 14 Mei 2015

Jjimjilbang di Itaewon Land



"Belum ke Korea kalau belum pernah mencoba Jjimjimbang!"


Itulah tulisan yang saya baca di beberapa blog saat menyiapkan itinerary ke Korea Selatan. Apa sih Jjimjilbang itu pikir saya awalnya? Jjimjilbang (찜질방) merupakan tempat pemandian umum khas Korea yang berukuran besar dan untuk masuk ke dalam para pengunjung harus menanggalkan baju alias berbugil ria. WHAAATTT???!!!! Tenang, walaupun para pengunjung diwajibkan untuk menanggalkan pakaian namun Jjimjilbang dipisahkan antara tempat mandi wanita dan pria, dan umumnya dilengkapi dengan bak mandi (hot tub), pancuran, sauna dan meja pijit. Hanya di tempat inilah para pengunjung diwajibkan untuk menanggalkan pakaian.


Di lantai lain bangunan, ada juga area yang dikhususkan untuk gabungan wanita dan pria yang biasanya dilengkapi dengan fasilitas kafetaria, ondol untuk duduk-duduk dan tiduran, TV, warnet (PC bang), tempat karaoke (noraebang), tempat Gym dan juga ruang tidur. Sebagian besar Jjimjilbang buka selama 24 jam penuh dan sangat ramai dikunjungi oleh keluarga Korea pada akhir pekan untuk relaksasi dan berendam.





Kami pergi menuju tempat Jjimjilbang di kawasan Itaewon yang bernama Itaewon Land. Kenapa kami memilih Jjimjilbang di Itaewon Land? Alasannya engga jauh-jauh karena setelah mengumpulkan informasi, diketahui kalau di sini pernah dipakai untuk syuting variety show We Got Married "Yongseo Couple" dan juga serial drama Secret Garden yang dibintangi oleh Hyun Bin oppa hohoho *fan girling Mode ON* Setelah membayar tiket masuk 8.000 Won per orang kami diberikan baju ganti berupa kaos, celana pendek dan handuk kecil serta kunci loker yang dapat dipakai seperti gelang. Pertama-tama kami masuk terlebih dahulu ke ruangan yang penuh dengan loker-loker kecil. Ruangan tersebut adalah tempat penyimpanan sepatu. Untuk informasi mengenai Itaewon Land bisa kalian cek disini.





Rak penitipan sepatu


Setelah menaruh sepatu di ruangan sepatu, saatnya pergi ke ruang baju ganti. Kami mengganti pakaian dengan baju kaos serta celana pendek yang telah dipinjamkan. Nah ada yang unik jika kita mengunjungi Jjimjilbang. Semua pengunjung akan diberikan handuk kecil, nah handuk kecil itu biasanya akan dibentuk seperti topi. Kami pun mencoba seperti yang sering ada di drama-drama Korea hahaha.


Kira-kira beginilah bentuk handuknya :D


Memasuki ruangan dalam, rombongan wanita dan pria dipisah. Begitu membuka pintu ke bagian pemandian, mata kami terbelalak dan kaget melihat pemandangan di depan kami, dimana orang-orang (wanita) yang bertelanjang bulat. Di ruangan yang luas itu ada banyak wanita yang tidak mengenakan pakaian sedang menonton TV dan mengobrol sambil berendam. Jujur, ini pertama kalinya saya melihat pemandangan 'horor' seperti itu zzz. Karena malu melihat wanita-wanita yang dengan santainya tidak mengenakan baju, maka kami bergegas pergi ke lantai atas untuk mencoba ruangan sauna.


Di lantai atas terdapat ruangan besar yang biasanya digunakan pengunjung untuk beristirahat duduk-duduk atau tidur-tiduran. Nah di ruangan ini sudah tidak dipisahkan antara wanita dan pria. Untuk duduk dan tiduran kami harus menggelar semacam karpet kecil dan juga bantal keras yang sudah di sediakan.


 '찜질방' atau Communal Room


Kafetaria



Di samping ruang berkumpul, ada juga kafetaria yang menyediakan berbagai makanan dan juga minuman untuk para pengunjung. Biasanya sambil duduk-duduk di ruang berkumpul, para pengunjung sambil memakan telur rebus yang dibeli di kafetaria. Puas meluruskan badan di ruang berkumpul, kami masuk ke kamar sauna yang suhunya mencapai 50°C. Kamar sauna tersebut berisi batu batu alam yang hangat dan juga tembok-tembok yang terbuat dari batu.


Cyn dan Pyo


Ternyata ada beberapa macam jenis sauna. Mulai dari yang bersuhu rendah (sauna es) hingga yang panas (sauna uap dari batu panas yang disiram dengan air) dan juga sauna tradisional Korea (dari batu-batu mineral yang dipanaskan atau lantai yang panas). Kami mencoba sauna tradisional Korea yang ruangannya terdiri dari baruan mineral yang panas suhunya bisa mencapai 50°C. Pas banget dengan kami para perantau yang sudah kelelahan dan kedinginan dengan udara Seoul selama seminggu dan butuh penyegaran serta istirahat. Kami pun menyempatkan untuk main ke PC bang atau kalau orang Indo lebih familiar dengan nama warnet. Dan engga lupa juga untuk pergi ke ruang Gym mencoba kursi pijat yang pernah dipakai sama Yongseo Couple hahaha.... Untuk menggunakan kursi pijat, kami membayar 500 Won untuk setiap 10 menit pemakaian.



PC bang


Kursi pijat yang buat ketagihan


Hampir seharian penuh kami berada di Jjimjilbang. Berada di sini sangat membuat kami ketagihan karena suhu udaranya yang bersahabat dibandingkan jika kami harus kembali keluar mengarungi kota Seoul yang sedang mengalami peralihan musim dingin ke musim semi. Ohya, Jjimjilbang ini juga bisa menjadi alternatif untuk para backpacker sejati karena hampir semua Jjimjimbang buka 24 jam dan kalian tentu saja bisa menginap di sini. So, bisa banget untuk menekan budget hotel ataupun penginapan hehe.. Pengalaman ber-jjimjilbang ria pastinya engga akan pernah terlupakan hihihi.



Cheers,
Annisa



Senin, 11 Mei 2015

Korean Food: Never Get Enough!


Saat traveling, selain wisata ke landmark tiap-tiap destinasi pasti engga terlepas dari yang namanya wisata kuliner. Selama di Korea tentu saya engga menyia-nyiakan untuk mencoba segala jenis makanan khas di sana. Sebelum berangkat, saya sudah membuat list makanan apa aja yang bisa dicoba. Berbekal referensi dari drama-drama Korea, akhirnya list makanan pun selesai dan hampir semua daftar yang dibuat bisa dicoba selama di sana hihihi.


Di Indonesia sudah mulai menjamur resto-resto Korea dengan cita rasa yang katanya sih udah rada mirip aslinya. Saya yang dasarnya doyan makan, beberapa kali mencoba resto-resto Korea di Jakarta dengan mencoba menu yang berbeda-beda, mulai dari Tteobokki, Bibimbap, Ramyeon, Kimchi, Kimbap, Korean Fried Chicken, dll. Rencananya sih mau membandingkan rasa, penampakan dan juga porsinya hoho.. Untuk ukuran rasa, semua makanan Korea yang dicoba di sana mempunyai cita rasa asam, segar dan sedikit pedas. Perbedaan rasa makanan korea versi resto made in Korea dengan resto korea made in Indonesia adalah kalo versi indonya makanannya lebih gurih dan berani bumbu, sedangkan makanan asli di korea lebih orisinil dan segar :D Dan untuk ukuran porsi, versi Korea jangan diadu, porsinya banyak banget! Harusnya untuk setiap porsi makanan bisa untuk sharing, tapi karena kami bertiga suka makan, toh akhirnya pesan sendiri-sendiri dengan menu yang berbeda hohoho... So daripada kelamaan, saya mau menunjukan (baca: pamer) makanan apa aja yang udah dicoba selama berada di Seoul fufu. Let's check this out!



1. Kimchi 
Di setiap menu masakan Korea, pasti Kimchi selalu menjadi temannya. Hidangan dikenal sebagai makanan sampingan wajib bagi orang-orang Korea. Apapun menunya, Kimchi selalu ada. Kimchi merupakan makanan yang difermentasikan dan terbuat dari  irisan sawi putih atau lobak yang diberi bumbu bawang putih, bawang bombay, jahe, garam dan bubuk cabai. Menurut eon-eon resto tidak ada satu makanan pun di Korea yang dihidangkan tanpa menyajikan makanan ini. Hampir di semua resto, makanan disajikan secara gratis hihihi. Ohya, sekarang Kimchi sudah banyak dimodifikasi menjadi makanan enak lainnya, seperti Pancake Kimchi, Kimchi Bread, Kimchi Soup ataupun Friedrice Kimchi.




2. Tteobokki
Makanan ini termasuk salah satu jajanan street food yang paling heits di Korea. Bahan dasar makanan ini terbuat dari kue beras (tteok) yang dibentuk pipih panjang. Tteobokki disajikan bersama saus berwarna merah (gochujang), yaitu saus pasta yang sudah difermentasi beserta irisan eomuk (bakwan ikan). Hidangan dimasak dengan saus gochujang sampai sausnya mengental. Untuk rasa, dari beberapa Tteobokki yang ada di berbagai resto, ada yang pedas dan ada juga yang tidak. Tteobokki terpedes yang sudah dicoba adalah saat menyambangi Miss Lee Cafe. Gilaaaaaaaa Tteobokki disana pedeus banget untuk saya yang engga doyan pedes hehe. Tapi emang pedes banget sih. Saya sampai harus minum setiap menyuap Tteobokki itu bzzz. Kisaran harga makanan ini beragam, kalau beli di pinggir jalan harganya sekitar 3000 Won per porsinya. Kalau di resto, harganya berada dikisaran 3000-6000 Won.



Tteobokki di Miss Lee Cafe


Tteobokki di resto dekat guesthouse



3. Bibimbap
Bibimbap merupakan jenis masakan nasi dicampur dengan berbagai jenis sayuran matang di atasnya dan dihidangkan di mangkuk besar berbahan logam yang bisa membuat makanan tetap hangat. Jenis sayuran yang ada di dalam makanan ini sangat beragam. Ada irisan wortel, jamur, mentimun, tauge, sayuran hijau, sedikit campuran daging dan diberi telur mata sapi setengah matang serta diberi taburan seaweed. Jangan lupa untuk mencampurkan saus gochujang ke dalam Bibimbap. Cara makannya adalah dengan mengaduk nasi beserta isinya. Untuk semangkuk Bibimbap dikenakan harga sekitar 6000-8000 Won. Menurut saya makanan ini ialah makanan yang paling masuk ke lidah orang Indonesia hehe.







4. Samgyetang
Samgyetang merupakan sup ayam ginseng yang dihidangkan bersama nasi serta berbagai side dish (kimchi dkk). Hidangan ini dikatakan mempunyai khasiat yang bagus untuk orang yang sedang sakit karena kaldu dari sup ini mengandung ginseng yang baik untuk metabolisme tubuh. Rasa dari Samgyetang ini sama seperti sup ayam versi Indonesia, gurih namun ditambah dengan rasa segar dari ginseng serta jahenya. Seporsi Samgyetang ialah 7000 - 8000 Won. Makanan ini cocok banget untuk kami yang kecapean muter-muter dan butuh asupan energi ekstra.





5. Gogigui a.k.a Korean BBQ 
Buat kalian yang mau banget ke Korea, wajib banget memasukkan hidangan sebagai makanan yang harus dicoba, yakni Gogigui. Namun, bagi orang muslim, lumayan sulit untuk menemukan restoran Korean BBQ berlabel halal, karena biasanya mereka menyajikan daging babi (Samgyupsal). Akhirnya setelah di daerah Itaewon barulah saya berani mencoba Beef Korean BBQ karena di daerah ini banyak terdapat warga asing yang menetap dan juga terdapat satu-satunya masjid besar yang ada di Seoul. Hidangan ini disajikan dengan sayur selada serta nasi. Biasanya potongan daging akan dilipat ke dalam sayur selada beserta nasinya. Untuk seporsi hidangan ini harga yang dipatok lumayan buat kantong tepos. Satu porsi dengan berat bersih 100gr dihargai sebesar 19.000 Won. UWOOOHHH MAHAL BINGIT!! Memang segala jenis daging di Korea dihargai dengan sangat mahal. But, experience is priceless right? hehe...


Porsi buat bertiga. Hiks


6. Kimbap
Kimbap ini merupakan makanan sejenis sushi ala Korea yang digulung dan berisi macam-macam sayuran dan juga daging. Jujur saya tidak sempat membeli makanan ini di resto ataupun di pinggir jalan karena ragu apakah berisi daging sapi atau bukan. Tapi, akhirnya begitu mampir ke GS 25 ataupun 7 Eleven ternyata dijual juga Kimbap dalam bentuk kemasan dan ada yang berisi daging tuna hihi. harga untuk satu kemasan Kimbap di GS 25 ataupun di 7 Eleven dijual dengan harga 2000 - 3000 Won. Jangan salah, porsinya banyak banget loh. Bisa untuk dua orang. Biasanya nih, kami beli Kimbap sebagai emergency food kalau jatah uang harian kami sudah habis dan ingin merakyat (Baca: engga mampu makan di resto) hahaha... 



Kimbap kemasan ala GS 25


7. Korean Fried Chicken
Menurut orang Korea, Korean Fried Chicken ini ada karena kecintaan masyarakat Korea terhadap salah satu resto 'fried chicken' cepat saji yang berasal dari Amerika. Namun, karena harganya yang mahal akhirnya mereka mencoba untuk membuat fried chicken ala mereka sendiri. Sampai terciptanya Korean Fried Chicken ini. Berbeda dari western fried chicken, korean fried chicken memiliki berbagai rasa, seperti rasa pedas, gurih dan juga manis. Saya coba makan langsung di salah satu resto korean fried chicken di daerah Hongdae, Noona Hooldak. Yang lucu dari setiap resto korean fried chicken di sini, selalu disajikan kimchi dkk sebagai side dish. ENAK BANGET! Walaupun ayamnya tidak sebesar ayam yang dijual di KFC ataupun McD tapi soal rasa mereka engga kalah loh, justru menurut saya lebih enak dan harganya jauh lebih murah. Sebagai perbandingan saat kami makan di Noona Hooldak, pengeluaran kami bertiga untuk 1,5 ekor ayam (+/- 15 potong), kentang goreng, sebotol Soju dan sekaleng Cola hanya sebesar 24.000 Won. Harganya sangat jauh saat kami mencoba makan di rest KFC di City Hall. Untuk satu bucket ayam isi 9 potong dan 3 minuman cola kami harus mengeluarkan 37.000 Won. Lumayan jauh banget kan huhuhu.  



Korean Fried Chicken at Noona Hooldak


8. Ramyeon
Ramyeon adalah masakan dari korea yang berbahan dasar mie. Ramyun yang saya coba saat di Seoul adalah ramyun cepat saji yang dibeli di 7 Eleven, yaitu Shin Ramyun (di Indonesia juga udah ada ya haha). Tapi rasanya sedikit berbeda karena ternyata yang saya coba sedikit lebih asam dan pedas jika dibandingkan dengan shin ramyun yang udah pernah dicoba di Indonesia. Harganya membuat saya sedikit shock karena jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan harga shin ramyun yang ada di Indonesia. Per kemasan dijual seharga 3000 Won atau sekitar 30 ribu rupiah.




9. Kimchi Bokkeumbap (Nasi Goreng Kimchi)
Nasi Goreng Kimchi atau yang disebut Kimchi Bokkeumbap merupakan salah satu makanan favorit saya selama di Seoul. Rasanya yang asam, segar dan gurih membuat saya selalu lahap untuk memakannya. Apalagi kalau sudah cape seharian berjalan kaki ditambah saat itu udara Seoul yang sedang dingin-dinginnya. Kami selalu menyempatkan untuk mampir ke resto di dekat guesthouse yang ada di Namdaemun Market. Cara makan yang paling nikmat saat menyantap nasi goreng kimchi ini adalah mengaduk telur mata sapi setengah matang ke dalam nasi gorengnya. Yummmiiiii! Enak bangeettt! Untuk seporsi Kimchi Bokkeumbap ini dihargai 6000 Won.





10. Haemul Pajeon a.k.a Seafood Pancake
Saya mencoba Haemul Pajeon atau seafood pancake ini saat berada di Nami Island. Hidangan ini terdiri dari macam-macam seafood seperti udang dan cumi-cumi serta ditambah dengan sauran dan juga potongan cabai. Rasa dan penampilan makanan ini sedikit banyak seperti Fu Yung Hai. Tapi yang berbeda adalah saus nya. Jika Fu Yung Hai sausnya berasa manis, namun pada Seafood Pancake ini rasanya asin karena adonan masakan ini sedikit manis. Porsinya pun cukup besar, ada sekitar 8-10 potongan. Untuk seporsi Haemul Pajeon yang kami makan di Nami Island dihargai sebesar 7000 Won.





11. Mandu
Mandu atau yang biasanya dikenal dengan nama dumplings adalah sejenis makanan dengan bahan dasar olahan daging ikan dicampur dengan sayuran dan dibungkus oleh kulit pangsit. Kalau diliat rupanya hampir mirip seperti siomay. Hidangan ini bisa disajikan dengan cara dikukus ataupun digoreng dan bisa juga dicampur dengan olahan lainnya seperti Mandu Guk (Mandu Soup) ataupun Noodles Mandu. Seporsi Mandu goreng dihargai 5000 Won. 




Steam Mandu


Mandu Guk a.k.a Dumping Soup 


12. Dubu Kimchi

Dubu kimchi adalah aneka makanan kimchi yang mencampurkan tahu sebagai pasangannya. Sebetulnya engga ada yang istimewa sama makanan ini, tapi berhubung saya kepo buat mencobanya akhirnya kami memesan Dubu Kimchi di Myeongdong dengan harga 5000 Won.







Cheers,
Annisa A.


Senin, 13 April 2015

The Beautiful Changdeokgung Palace and Secret Garden


Kunjungan museum ataupun tempat-tempat bersejarah selalu membuat saya excited dan happy. Apalagi saat di Korea Selatan kali ini saya berkesempatan mengunjungi Istana-istana yang dahulunya merupakan tempat tinggal para raja dan juga pusat pemerintahan kerajaan Dinasti Joseon.



Dari semua istana yang dikunjungi selama di Seoul, salah satu yang paling saya sukai dan paling bagus adalah Istana Changdeokgung. Istana ini dulunya merupakan istana tempat tinggal kedua raja setelah Istana Gyeongbokgung. Istana Changdeokgung digunakan oleh raja  saat Istana Gyeongbukgung dalam masa pemugaran. Menurut banyak situs-situs, Istana Changdeokgung dinobatkan sebagai istana yang paling indah diantara istana-istana lainnya dan merupakan istana yang paling terpelihara di masa Dinasti Joseon. Istana yang merupakan tempat istirahat raja ini mempunyai taman dengan pohon raksasa yang berusia lebih dari 300 tahun, sebuah kolam, dan sebuah pelataran besar. Untuk masuk ke dalam Istana Changdeokgung bisa menggunakan integrated ticket seharga 10,000 won untuk mengunjungi 5 istana yang berada di Seoul.




Gerbang Masuk Istana Changdeokgung


Istana Changdeokgung semakin memegang peranan penting terutama di masa kepemimpinan Raja Seongjong. Raja ke-9 dari Dinasti Joseon ini mengunakan Istana Changdeokgung sebagai tempat peristirahatannya. Pembangunan istana ini dimulai pada tahun 1405 dan merupakan satu dari lima istana besar yang dibangun pada masa Dinasti Joseon. Seperti banyak bangunan bersejarah lainnya di Korea, Istana Changdeokgung beberapa kali melakukan rekonstruksi dan pemugaran, seperti pada tahun 1529, saat istana ini dibakar pada masa inflasi Jepang. Ohya, istana ini juga merupakan tempat lokasi syuting drama Korea yang terkenal Jewel In The Palace. Tau dong, drama yang mengisahkan Jang Geum, satu-satunya tabib wanita dalam masa Dinasti Joseon.





 Tongmyeongjeon dan Yanghwadang



Dibangun ulang pada tahun 1833, Tongmyeongjeon dan Yanghwadang ialah tempat tinggal dan beristirahat untuk raja dan ratu. Karena merupakan tempat yang sangat penting dari komplek istana Changgyeokgung, maka di sekitar Tongmyeongjeon dan Yanghwadang di batasi oleh teras yang terbuat dari batu, yang dinamakan 'Woldae'. Lantai dari tempat tinggal raja dan ratu tersebut terbuat dari kayu yang di bawahnya diberikan sistem pemanas 'ondol'. Istana Changgyeokgung masih berada di dalam satu area Istana Changdeokgung. Istana Changgyeokgung merupakan komplek tempat tinggal raja, ratu dan beserta para selirnya.




Jipbokheon


Jipbokheon merupakan bangunan yang juga ada di dalam komplek Istana Changgyeokgung. Letaknya persis di sebelah Tongmyeongjeon dan Yanghwadang. Di sini Pangeran Sado dan Raja Sunjo dari Dinasti Joseon dilahirkan.















Area publik istana









Sebagai tempat tinggal dan beristirahat raja, tentu saja disini terdapat taman yang sangat besar yang ditumbuhi oleh pohon-pohon dan tanaman yang indah, beberapa tempat peristirahatan raja, perpustakaan dan juga tempat raja bermeditasi. Nama taman yang terdapat di Istana Changdeokgung ialah 'Huwon' atau yang lebih dikenal dengan nama Secret Garden.




Pintu masuk Secret garden



Jalan setapak menuju Perpustakaan Raja



Komplek Perpustakaan Raja




Gerbang khusus untuk raja lewati menuju perpustakaan


Engga bisa dipungkiri, pemandangan di Secret Garden sangat mengagumkan. Banyak sekali ditemukan pohon sakura dan lotus, pavilion-pavilion yang cantik dan juga pemandangan antara pepohonan dan bunga-bunga yang bermekaran. Seperti tipikal taman-taman Inggris, taman-taman Korea bernuansa natural dan juga indah. Hampir sekitar 26.000 jenis tanaman dan ratusan jenis pohon tumbuh di Secret Garden yang menambah keindahan taman ini. Kece banget kan! Ohya, untuk masuk ke dalam Secret Garden dikenakan biaya sebesar 5,000 won. Tapi, itu sudah termasuk dengan biaya tour dalam bahasa Inggris. Untuk masuk ke Secret garden disediakan tur dalam bahasa Korea, Inggris, China dan juga Jepang. Tiket masuk ke Secret Garden tidak tergabung di dalam Integrated Ticket. Perkiraan Secret Garden tour sekitar 1,5 jam. Menurut saya harga masuk sebesar 5,000 won sangat worth it dengan keindahan dan sejarah yang dipunyai oleh Secret Garden ini. Saking besarnya taman ini, pavilion-pavilion yang dibuat untuk raja beristirahat ataupun menggunakan waktu luangnya di sesuaikan dengan musim yang ada di Korea. di Secret Garden ada pavilion khusus untuk musim semi, musim panas, musim dingin, dan musim gugur. Ya Allah sumpah kece bangeeettt!






Salah satu tempat raja bermeditasi dan berfikir







Pohon yang berusia lebih dari 300 tahun





Seiring berjalannya waktu, Secret Garden mempunyai beberapa nama panggilan. Karena dahulunya Secret Garden merupakan tempat privasi bagi raja, taman ini dinamai 'Geumwon' (금원) atau Taman Terlarang karena sampai-sampai penjaga istana pun tidak bisa masuk ke dalam tanpa izin dari raja. Selain itu, nama lain dari taman ini adalah 'Naewon(내원) atau Taman Dalam. Sekarang ini, orang Korea memanggil taman ini dengan nama 'Biwon(비원) atau Taman Rahasia (Secret Garden) yang namanya telah digunakan dari akhir abad ke-19. Meskipun taman ini memiliki banyak nama panggilan, tetapi nama yang paling sering digunakan untuk memangil nama taman ini selama periode Dinasti Joseon ialah 'Huwon'. 


Jika punya kesempatan berlibur ke Korea, Changdeokgung dan Secret Garden harus masuk ke dalam itinerary kalian. Karena di segala musim, pemandangan yang disajikan di sana sungguh sangat memanjakan mata. Saya pun sampai berjanji di dalam hati, suatu saat nanti harus kembali ke sini. Hihihi..





Cheers,

Annisa A




Informasi tambahan:


Ditutup setiap hari Senin.


Jam Operasi:  

April - September        09.00 - 18.30
Oktober                        09.00 - 18.00
November - Maret       09.00 - 17.30
Desember - Februari    09.00 - 17.00


Jadwal tour secret garden:

Bahasa Korea: 09.30, 11.30, 13.30, 15.30
Bahasa Inggris: 10.30, 14.30
Bahasa Jepang: 12.30
Bahasa China: 16.00


Biaya masuk:

Dewasa 5,000 won
Anak-anak 2,500 won


Cara ke sana :

1. Anguk Station (Subway Line 3), Exit 3. jalan lurus sekitar 5min.
2. Jongno 3(sam)-ga Station (Subway Line 1, 3 or 5), Exit 7. Jalan lurus mengikuti jalan Donhwamun-ro sekitar 10min.
3. Naik Bus nomer: 109, 151, 162, 171, 172, 272, 7025


Rabu, 08 April 2015

What's Truly Happening In Seoul


Selama berada di Seoul, ada beberapa kebiasaan tingkah laku orang Korea yang saya lihat. Ada yang lucu, ada juga yang aneh. Beberapa fasilitas 'engga biasa' juga saya rasakan saat menjadi turis di sana. So, let's check this out!


1. Peduli fashion.
Yes. That is soooo true. Orang Korea terutama di kota Seoul sangat sangat peduli dengan fashion. Kalau dilihat, dari kalangan anak muda sampai orang dewasa, mereka benar-benar sadar akan penampilan. Udah gitu, mereka engga segan-segan loh misalnya lagi di jalan ketemu kaca spion mobil aja atau ga kaca di subway atau di jalan raya, langsung deh cuek benerin rambut sama make up. Engga cewe engga cowo, semuanya sama aja. Selama di sana, belum pernah tuh saya liat ada eon-eon atau oppa-oppa dan ahjumma atau ahjussi yang pakaiannya engga keren atau engga necis. Pasti semua pada tampil kece serta trendi. Kami saja yang turis kalah keren sama ahjumma-ahjumma T.T


Oppa trendi serta kece


Eon yang ga kalah kece



2. Generasi merunduk
Engga bisa dipungkiri kalau kemajuan teknologi berdampak juga kepada kehidupan bermasyarakat seseorang. Hampir semua orang  di Subway, di jalan raya, di Cafe ataupun yang lagi nunggu pesenan di resto, semua pasti sedang menundukan kepala. Saya sangka mereka sedang mengheningkan cipta gitu, eh ternyata lagi asik dengan handphone masing-masing. Saking kepo nya melihat nyaris semua orang merunduk, saya ngintip ke oppa-oppa sebelah saat duduk di subway. Ternyata, itu oppa lagi main game aja. Udah gitu engga jauh-jauh mereka mainnya Get Rich juga. Ampun, pusing kepala barbie..... Kalau oppa-oppa engga jauh dari main Get Rich, eon-eon di sana hampir sama dengan cewe-cewe di sini. Mereka asik nonton drama Korea. Eaaaaaaaaaa. Sama ajah ternyata.


Generasi merunduk, ada yang tidur ada yang pegang handphone bzz



3. Keramahan ahjumma dan ahjussi
Berharap lebih sering diramahin sama oppa-oppa, apa daya ternyata ahjussi dan ahjumma di sana jauh lebih baik. Beberapa kali kami diajak mengobrol oleh ahjussi ataupun ahjumma di subway, di jalan raya atau di stasiun. Walaupun terkendala dengan bahasa, kami yang engga bisa bahasa Korea, mereka yang engga bisa bahasa Inggris. Tapi dilihat dari gestur mereka, mereka selalu menujuk mata kami sambil mengacungkan jempol dan berkata "Yiputaaa". Sepertinya mereka iri dengan mata-mata kami hohoho. Atau bisa jadi tampang kami cuma bisa dimodusin sama ahjussi bukan oppa-oppa bzzzz. Eh tapi pernah deh waktu mau turun dari subway, kami didadahin sama oppa-oppa sambil bila "Anyeonggg.." Cieeeee gituuuuhh :))))


Salah satu ahjumma ramah, Uhm Seo Ji ahjumma :)


4. Free WIFI
Sebagai salah satu negara yang ditasbihkan mempunyai kecepatan internet yang paling cepat di dunia, Korea memberikan fasilitas internet yang engga tanggung-tanggung untuk orang-orang yang sedang berada di Korea. Di mana-mana tersedia wifi dengan kecepatan yang gokil dan tanpa di lock alias gratis. Sebagai turis yang bermodalkan wifi gratisan, saya amat sangat terbantu untuk sekedar upadate sosmed ataupun mengabarkan kabar kepada keluarga dan juga teman.


5. All about share
Jangan kaget kalau kalian makan di resto ataupun di kedai, liat orang Korea lagi makan berdua atau lebih tapi porsinya cuma satu. Mereka bukan pelit, tapi mereka suka berbagi. Mungkin itu sebabnya orang Korea punya badan langsing-langsing ya hehe. Contohnya aja waktu kami makan di KFC. Orang di meja sebelah kami sampe ngeliatin kami tanpa berhenti. Kami pikir ada yang salah dari penampilan kami, eh ternyata setelah diperhatiin mereka memperhatikan karena kami pesen tiga minuman buat bertiga. HELAAAWWW.. Ternyata bagi mereka itu adalah hal yang engga biasa. Dan baru lah kami tau kenapa kami diliatin terus-terusan, karena ternyata di KFC minuman bisa direfill sesuka hati. Mau sampe meledak kek perutnya gegara kebanyakan soda hahazz. Pantesan ye diliatin mulu, mereka pikir kami turis kebanyakan duit karena pesen minuman sampe 3 gelas bzzz. Btw, harga KFC disana jauh lebih mahal dengan resto-restonya huhu.. Begitu pula waktu di Nami Island, kami pesen 4 makanan untuk bertiga, sampe pramusaji sampe bilang gini, "Oke cukup. Porsi kami banyak." Hahaha kayanya mereka tersinggung gara-gara kami pesen makanan banyak.


pesanan makanan kami di Nami Island



6. Cafe ada di mana-mana
Di sebelah kanan ada cafe, di sebelah kiri ada cafe, di depan ada cafe, di belakang ada cafe, di gang kecil ada cafe, di mana-mana cafe. Itulah pemandangan yang saya liat selama di Seoul. Jumlah cafe di sana hampir sama banyaknya seperti toko kosmetik. Bejibun banget dan dengan berbagai macam jenisnya. Mana cafenya lucu-lucu dan unik semua pula. Engga heran budaya nongkrong di cafe-cafe udah melekat sama orang-orang Korea.


Salah satu cafe lucu di Myeongdong



7. Free water
Setiap saya makan di restoran atau warung pinggir jalan, kalau hanya memesan air mineral saja, pasti tidak akan dikenakan biaya a.k.a gratis. Air mineral sepertinya kurang begitu laku jika dibandingkan dengan minuman kopi, softdrink, soju ataupun bir. Budaya minum air putih juga tidak tampak pada orang-orang Korea. Sepengamatan saya selama di sana, mereka selalu menenteng gelas kopi semacam Starbucks, Coffee Bean ataupun kedai-kedai kopi lainnya. 


8. No klakson!
Believe it or not, walaupun bisa saya bilang kalo pengendara mobil dan motor di Korea lumayan gila, tapi untuk urusan klakson mengklakson mereka biangnya sabar. Selama di sana, belum pernah tuh saat nyebrang saya diklakson pengendara mobil atau motor, padahal udah diambang lampu hijau. Coba aja kalau dibandingkan sama di Jakarta. Beh, pengendara mobil atau motor selalu benar. Penjalan kaki salah terus. Hahahahazzz... Terus, sering saya liat saat menyebrang, banyak ahjussi atau ahjumma tua yang menyebrang, padahal udah lampu hijau, mereka (pengendara mobil atau motor) tetep aja tuh sabar menunggu semua menyembrang dengan selamat, tanpa bunyi klakson. Tuh, tanpa bunyi klakson! 


9. Mabuk sambil teriak-teriak
Nah, kalu masalah mabuk-mabukkan orang Korea tuh rada serem. Kalau pulang sedikit larut menuju guesthouse kami paling menghindari orang-orang yang mabuk. Kebetulan guesthouse kami terletak di dekat banyak tempat makan dan juga restoran-restoran yang buka sampe subuh hahahazz. Orang mabuk Korea menurut saya tidak membahayakan, hanya saja cukup mengganggu. Kenapa? Karena mereka kalo lagi mabuk ngomongnya itu berisik bangeettt. Tau dong kalo orang Korea ngomong normal aja udah berisik. Nah ini ditambah lagi mabuk, beehh tambah-tambah itu suaranya. Ganggu ceu!


10. Free Sample
Yang terakhir ini adalah wabil khusus bagi ciwi-ciwi yang suka belanja kosmetik. Tau dong kalo kosmetik asal Korea banyak merknya dan variasinya. Oleh sebab itu, mereka semua berlomba-lomba untuk menarik konsumen dengan cara memberikan free sample. Jadi di setiap toko, mbak-mbak yang berdiri di depan toko akan memberikan free sample sambil menarik calon pembeli untuk mampir, agak maksa sih ya. Nah, kalo kita membeli produk yang mereka jual, mereka ga segan-segan tuh ngasih berbagai free sample dari produk-produk mereka semacam bb cream, cc cream, masker, hand cream, shampoo, dll. Semakin kalian membeli banyak mosmetik, semakin banyak free sample yang kalian dapatkan hoho.


 beberapa contoh free sample CC cream, BB cream 


Begitulah tingkah laku, kebiasaan, kejadian dan pengalaman yang saya amati dan rasakan selama di Seoul. Mungkin bagi yang udah pernah ke sana ada beberapa yang mengalami kejadian yang sama seperti yang saya alami, mungkin ada juga yang engga, atau mungkin ada juga yang pengalamannya lebih seru dan lucu hehe..






Cheers,
Annisa A.







Senin, 06 April 2015

Berbelanja Kosmetik di Korea Selatan


Tidak bisa dipungkiri bahwa K-Pop dan K-Drama memegang peranan penting dalam menaikan popularitas kosmetik asal negeri ginseng tersebut. Orang-orang yang tertarik dengan kosmetik Korea umumnya merasa penasaran dan juga ingin mendapatkan kulit mulus dan indah ala selebriti Korea. Karena alasan tersebut, hampir semua brand-brand kosmetik Korea melibatkan idol dan juga artis Korea untuk menjadi brand ambassador dalam mempromosikan produk mereka. Siapa sih yang tidak tau brand kosmetik seperti Etude House, Nature Republic, The Face Shop, Tony Moly, Skin Food, Inisfree, atau Missha? Sebut aja artis dan penyanyi macam Girls Generation, EXO, Lee Min Ho, Jang Geun Suk, Kim Wo Bin, Kim Soo Hyun, Song Hye Kyo serta beberapa selebriti lainnya sukses menjadi brand ambasador dari tiap-tiap brand kosmetik itu.







Myeongdong, merupakan salah satu daerah surga khususnya bagi pecinta kosmetik. Banyak sekali brand-brand kosmetik di sepanjang jalan yang memberikan promo serta diskon demi menarik calon pembeli untuk masuk dan melihat-lihat. Harga yang ditawarkan juga sangat beragam dan bersaing. Jadi amat sangat sulit untuk menentukan pilihan di toko mana dan apa saja yang akan dibeli. Soalnya semuanya bagus dan murah!




 Salah satu gerai Nature Republic di Myeongdong



 Gerai Skin Food di Myeongdong



Saya yang masih awam di dunia perkosmetikan mau tidak mau terbawa arus untuk ikutan belanja kosmetik. Padahal, belanja kosmetik sama sekali engga masuk agenda kegiatan saya selama di Korea. Paling cuma beli beberapa titipan temen aja. Tapi pemirsa, karena promosi dan bujuk rayu yang jago dari para penjual sukses membuat saya ikutan belanja kosmetik. Lumayan banyak pula bzzzzz. #kekepindompet



"Very very nice!"
rayuan mbak-mbak penjual



Kalau membandingkan harga beli kosmetik antara di Korea dan di Jakarta, memang benar bahwa harga di Korea jauh lebih murah dibandingkan dengan harga di Jakarta. Perbedaan harganya saja bisa sekitar 3 kalinya loh. Lumayan banget bagi para pecinta kosmetik. Sebagai perbandingan, lipstik Etude yang saya beli di Korea harganya cuma 1/4 dari harga lipstik di gerai Etude di Indonesia. Hahahazzzz. Yang paling membuat senang saat berbelanja kosmetik di sana, pasti pembeli diberi free sample kosmetik secara cuma-cuma! Kekekekekekk....


Selama di Korea, hampir setiap hari saya, Cyn dan Pyo menyambangi toko kosmetik, bukan karena kami belanja kosmetik tiap hari yah, tapi kami hanya ingin melihat promo yang ditawarkan oleh toko-toko karena penawaran mereka tiap harinya selalu berganti dan memang toko kosmetik seperti warung di sana. Hampir di setiap sudut jalan pasti ada saja ditemukan toko kosmetik dan kebetulan juga, di depan hotel kami ada gerai toko kosmetik. Jadi setiap pergi dan pulang pasti kami mampir dulu ke situ. Hehehe....



Tiga hari menuju hari kepulangan, kami semakin gesit untuk belanja kosmetik. Dalam satu hari kami pasti menyambangi 3-4 kali toko kosmetik di depan hotel kami menginap. Sampai pada akhirnya mbak Eonnie yang melayani (namanya Alicia) hafal dengan kami huehehe. Setiap doi menjelaskan fungsi masing-masing kosmetik, kata kata mutiara yang sering dikeluarkan ialah "very very good!" "very very nice!" "very very beutiful!" "very very cheap!" Pastinya setiap pulang belanja di sana, kami akan diberi hadiah tambahan berupa free sample kosmetik. Engga tanggung-tanggung, banyak banget dikasihnya! Fufufufu, Thanks Alicia :D




Hasil belanjaan selama di Korea T.T



Free Sample yang dikasih cuma-cuma selama Korea :)))



Bersama Alicia yang baik hati *peluk*



See you again, Alicia! We'll come back again next time.... We promise! :D





Cheers,
Annisa A.